Bunda Indah Kunjungi Anak Lumpuh, Berikan Santunan, Gagas Layanan Quick Response Kesehatan

HAFIS ASNAN FOR RADAR JEMBER PEDULI SESAMA: Wakil Bupati Lumajang terpilih Indah Amperawati Masdar mengunjungi anak lumpuh. Bunda Indah gagas ada unit pelayanan cepat kesehatan.

RADARJEMBER.ID –  Nasib dua anak di Klakah ini cukup memprihatinkan. Kondisi kesehatannya yang terus drop menarik perhatian serius Wabup Lumajang terpilih, Indah Amperawati Masdar untuk menjenguk. Bunda Indah memberikan santunan kepada dua anak yang diketahui lumpuh tersebut.

IKLAN

Tak hanya itu, Bunda Indah lantas menggagas adanya unit pelayanan cepat kesehatan. Agar tidak terjadi anak yang semula sehat kemudian lumpuh. Artinya, jika ada masalah kesehatan, bisa segera tertangani. Tidak terlambat. Di antaranya adalah perlunya kepekaan pemerintah dan mengharuskan membentuk layanan kesehatan quick response (cepat tangap).

Bunda Indah datang sekitar pukul 09.00 di rumah Dava Yanuar Prakoso penderita alergi asal Klakah. Bocah berusia 12 tahun itu, sekitar lima tahun mengalami kelumpuhan karena alergi. Sudah lima tahunan ini Dava hanya bisa berbaring dirumahnya di Desa Klakah Kecamatan Klakah.

Di sana, Bunda Indah, sapaan akrabnya, disambut keluarga. Sulis, ibu Dava tak kuasa menahan tangis melihat kepedulian Bunda Indah. Sambil tersedu-sedu, dia menjelaskan kondisi anak semata wayangnya yang dirawat bersama dengan suaminya yang bekerja sebagai penjual tahu kikil.

Dava, kata Sulis, sebenarnya lahir normal. Bahkan, pada usia 3,5 tahun, Dava sempat menyandang predikat juara lomba bayi sehat tingkat Kecamatan Klakah. Namun, setelah itu, Dava menderita alergi, yakni gatal pada sekujur tubuhnya. Akibat alergi ini, kesehatan Dava terus menurun, hingga satu setengah tahun kemudian mengalami kelumpuhan sampai sekarang.

Wiwik Sundari, dokter puskesmas mengakui, alergi inilah yang membuat kondisi Dava makin drop. Pihaknya berjanji terus memantau perkembangan Dava supaya bisa sehat kembali.

Selain Dava, Slamet, bocah berumur 5 tahun asal Desa Mlawang, Kecamatan Klakah juga dikunjungi. Bedanya, Slamet menderita cacat permanen di bagian otak. Di sana, Indah juga disambut haru. Keluarga begitu antusias dan berterima kasih atas perhatian dan kepeduliannya.

Kepala Puskesmas Tutut Prihantini mengatakan, Slamet menderita cacat sejak lahir. Sedari lahir bocah malang tersebut mengalami kelainan, otomatis status gizinya tak bisa normal. “Penanganan selanjutnya kami merujuk ke rumah sakit anak di Surabaya. Tetapi masalahnya, kalau dibawa ke Surabaya menolak,” ungkapnya.

dr Wiwik Sundari, dokter Puskesmas mengatakan, karena kelainan bawaan di otak, kondisi Slamet benar-benar perlu pengawasan. “Jadi, kalau ke depan untuk perbaikan masih susah. Sekarang ya dipantau gizinya agar tidak terjangkit penyakit lainnya, atau penyakit penyerta,” tambahnya.

Indah Masdar ketika berhasil dikonfirmasi di sela-sela kunjungannya menyebutkan, kedatangannya ini berdasarkan informasi dari warga. “Awalnya dikirimi foto. Saya klarifikasi itu ke puskesmas, dan mendapat jawaban kondisinya. Ya begini ini kondisinya,” jelasnya.

Indah menegaskan, kedua bocah yang menderita sakit itu perlu perhatian khusus. Dava, menurut dia, memang perlu kehadiran pemerintah. Tidak bisa keluarganya menanggung sendiri. “Nanti diupayakan perlu ada dokter yang menjenguk ke sini,” katanya. Setelah diketahui hasilnya pemerikasaan, baru akan segera dicarikan solusi. Entah dirujuk atau bagaimana, yang penting ada penanganan.

Dengan temuan itu, Indah menegaskan, nantinya memang perlu layanan kesehatan quick response. Sebab, jika tidak memungkinkan warga sakit ke puskesmas, layanan inilah yang perlu turun. “Mereka ini aset bangsa, tidak bisa hanya diserahkan ke keluarganya. Butuh semua pihak membantu, terutama pemerintah,” pungkasnya.

Reporter & Fotografer : Hafid Asnan
Editor : Narto
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :