alexametrics
22.7 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Rampungkan Jaminan Sosial RT/RW

Serahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada Ahli Waris

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember terus berinovasi dalam mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. Salah satunya dengan mendaftarkan sejumlah perangkat RT/RW ke dalam anggota kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Wacana yang digulirkan sejak beberapa bulan lalu itu kini terealisasikan seluruhnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispemasdes) Kabupaten Jember Adi Wijaya menerangkan bahwa hal tersebut merupakan upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial ketenagakerjaan kepada para perangkat RT/RW, yang telah berjuang dalam mengatur warga agar patuh atas pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di tingkat RT/RW.

Menurut dia, pengadaan BPJS Ketenagakerjaan RT/RW ini berlandaskan pada nota kesepahaman BPJS Ketenagakerjaan Jember dengan Pemerintah Kabupaten Jember. Juga atas Peraturan Bupati tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada RT/RW. “Berdasarkan validasi data pada 3 Agustus, ada sebanyak 16.490 orang yang terdaftar,” paparnya. Mereka berhak mendapatkan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain memberikan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis, Bupati Jember Hendy Siswanto juga memberikan santunan kepada dua ahli waris. “Juni kemarin, sudah kami daftarkan secara bertahap semuanya,” paparnya. Namun, sebelum berhasil terdaftar, sudah ada empat orang yang meninggal. Sedangkan setelah terdaftar, ada satu yang meninggal. Jadi, yang mendapat jaminan kematian hanya satu saja.

Sementara itu, Hendy menerangkan bahwa kali ini ada dua orang yang mendapat santunan. “Ahli waris berhak mendapatkan jaminan kematian sebesar Rp 42 juta,” terangnya. Keduanya juga berhak mendapatkan uang per bulan sebesar Rp 360 ribu selamanya. Juga dana sebesar Rp 4 juta untuk kesehatan keluarga yang ditinggalkan.

Hendy menegaskan bahwa pihaknya bersungguh-sungguh dalam memberikan proteksi kepada RT/RW di Kabupaten Jember. Apalagi mereka menjadi garda terdepan dalam membantu pemerintah sekaligus masyarakat untuk menyosialisasikan agar Covid-19 bisa segera musnah dari Kabupaten Jember. Untuk pendanaan jaminan itu, Hendy menerangkan bahwa semuanya dibayar oleh Pemkab Jember.

Sementara itu, Ketua RT 3 RW 23 Desa/Kecamatan Rambipuji Slamet Riyadi menerangkan bahwa pihaknya bersyukur atas apa yang telah diberikan Pemerintah Kabupaten Jember. Menurut dia, hal tersebut merupakan bentuk dari kesungguhan pemerintah dalam menaungi warganya.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa pihaknya siap dan akan selalu membantu pemerintah dalam menegakkan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan (prokes).

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember terus berinovasi dalam mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. Salah satunya dengan mendaftarkan sejumlah perangkat RT/RW ke dalam anggota kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Wacana yang digulirkan sejak beberapa bulan lalu itu kini terealisasikan seluruhnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispemasdes) Kabupaten Jember Adi Wijaya menerangkan bahwa hal tersebut merupakan upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial ketenagakerjaan kepada para perangkat RT/RW, yang telah berjuang dalam mengatur warga agar patuh atas pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di tingkat RT/RW.

Menurut dia, pengadaan BPJS Ketenagakerjaan RT/RW ini berlandaskan pada nota kesepahaman BPJS Ketenagakerjaan Jember dengan Pemerintah Kabupaten Jember. Juga atas Peraturan Bupati tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada RT/RW. “Berdasarkan validasi data pada 3 Agustus, ada sebanyak 16.490 orang yang terdaftar,” paparnya. Mereka berhak mendapatkan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Selain memberikan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis, Bupati Jember Hendy Siswanto juga memberikan santunan kepada dua ahli waris. “Juni kemarin, sudah kami daftarkan secara bertahap semuanya,” paparnya. Namun, sebelum berhasil terdaftar, sudah ada empat orang yang meninggal. Sedangkan setelah terdaftar, ada satu yang meninggal. Jadi, yang mendapat jaminan kematian hanya satu saja.

Sementara itu, Hendy menerangkan bahwa kali ini ada dua orang yang mendapat santunan. “Ahli waris berhak mendapatkan jaminan kematian sebesar Rp 42 juta,” terangnya. Keduanya juga berhak mendapatkan uang per bulan sebesar Rp 360 ribu selamanya. Juga dana sebesar Rp 4 juta untuk kesehatan keluarga yang ditinggalkan.

Hendy menegaskan bahwa pihaknya bersungguh-sungguh dalam memberikan proteksi kepada RT/RW di Kabupaten Jember. Apalagi mereka menjadi garda terdepan dalam membantu pemerintah sekaligus masyarakat untuk menyosialisasikan agar Covid-19 bisa segera musnah dari Kabupaten Jember. Untuk pendanaan jaminan itu, Hendy menerangkan bahwa semuanya dibayar oleh Pemkab Jember.

Sementara itu, Ketua RT 3 RW 23 Desa/Kecamatan Rambipuji Slamet Riyadi menerangkan bahwa pihaknya bersyukur atas apa yang telah diberikan Pemerintah Kabupaten Jember. Menurut dia, hal tersebut merupakan bentuk dari kesungguhan pemerintah dalam menaungi warganya.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa pihaknya siap dan akan selalu membantu pemerintah dalam menegakkan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan (prokes).

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember terus berinovasi dalam mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. Salah satunya dengan mendaftarkan sejumlah perangkat RT/RW ke dalam anggota kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Wacana yang digulirkan sejak beberapa bulan lalu itu kini terealisasikan seluruhnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispemasdes) Kabupaten Jember Adi Wijaya menerangkan bahwa hal tersebut merupakan upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial ketenagakerjaan kepada para perangkat RT/RW, yang telah berjuang dalam mengatur warga agar patuh atas pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di tingkat RT/RW.

Menurut dia, pengadaan BPJS Ketenagakerjaan RT/RW ini berlandaskan pada nota kesepahaman BPJS Ketenagakerjaan Jember dengan Pemerintah Kabupaten Jember. Juga atas Peraturan Bupati tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada RT/RW. “Berdasarkan validasi data pada 3 Agustus, ada sebanyak 16.490 orang yang terdaftar,” paparnya. Mereka berhak mendapatkan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Selain memberikan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis, Bupati Jember Hendy Siswanto juga memberikan santunan kepada dua ahli waris. “Juni kemarin, sudah kami daftarkan secara bertahap semuanya,” paparnya. Namun, sebelum berhasil terdaftar, sudah ada empat orang yang meninggal. Sedangkan setelah terdaftar, ada satu yang meninggal. Jadi, yang mendapat jaminan kematian hanya satu saja.

Sementara itu, Hendy menerangkan bahwa kali ini ada dua orang yang mendapat santunan. “Ahli waris berhak mendapatkan jaminan kematian sebesar Rp 42 juta,” terangnya. Keduanya juga berhak mendapatkan uang per bulan sebesar Rp 360 ribu selamanya. Juga dana sebesar Rp 4 juta untuk kesehatan keluarga yang ditinggalkan.

Hendy menegaskan bahwa pihaknya bersungguh-sungguh dalam memberikan proteksi kepada RT/RW di Kabupaten Jember. Apalagi mereka menjadi garda terdepan dalam membantu pemerintah sekaligus masyarakat untuk menyosialisasikan agar Covid-19 bisa segera musnah dari Kabupaten Jember. Untuk pendanaan jaminan itu, Hendy menerangkan bahwa semuanya dibayar oleh Pemkab Jember.

Sementara itu, Ketua RT 3 RW 23 Desa/Kecamatan Rambipuji Slamet Riyadi menerangkan bahwa pihaknya bersyukur atas apa yang telah diberikan Pemerintah Kabupaten Jember. Menurut dia, hal tersebut merupakan bentuk dari kesungguhan pemerintah dalam menaungi warganya.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa pihaknya siap dan akan selalu membantu pemerintah dalam menegakkan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan (prokes).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/