alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Monitoring Berkala hingga Daerah Pinggiran

Bupati, Wabup, dan Forkopimda Sidak ke Besini

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suara sirene tersebut terdengar lantang saat mobil Satgas Covid-19 itu melintas di Jalan Gajah Mada dan mengarah ke barat, belum lama ini. Tepatnya pada Minggu (4/7) malam. Saat itu, Bupati Jember Hendy Siswanto beserta seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jember melakukan inspeksi mendadak guna mengetahui kepatuhan masyarakat terhadap PPKM darurat yang telah diberlakukan sejak 3 Juli lalu.

Sidak kali ini tertuju ke tempat hiburan malam di daerah pesisir pantai, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. “Tak hanya daerah perkotaan yang kami monitoring secara ketat,” papar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Covid-19 Jember tersebut. Kala itu, pihaknya terjun ke bekas lokalisasi Besini. Namun, hasilnya sepi. Hanya ada orang yang berjaga.

Meski sudah ditutup beberapa tahun lalu, Hendy menyampaikan, berdasarkan fakta di lapangan, masih ada aktivitas di tempat lokalisasi itu. Oleh karena itu, pihaknya bakal terus melakukan sidak lagi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman menyampaikan bahwa apa pun alasannya, tempat prostitusi harus ditutup. Dia akan menginstruksikan kepada Dinas Sosial untuk memberi solusi pengganti pekerjaan kepada para tunasusila tersebut. “Yang namanya prostitusi itu tidak boleh dilakukan, harus ditutup,” tegasnya.

Nantinya, lanjut dia, akan dicarikan pengganti pekerjaan melalui Dinsos dan instansi terkait seperti pelatihan kerja dan pelatihan wirausaha. Selain itu, Firjaun juga memperingatkan Camat Puger Winardi untuk menertibkan tempat lokalisasi tersebut.

“Bisa jadi, ini adalah peringatan. Adanya Covid-19 ini adalah peringatan atas banyaknya maksiat yang terjadi dan kita harus melakukan tobat secara nasional. Di saat seperti ini harusnya orang-orang semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pesan Gus Firjaun.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suara sirene tersebut terdengar lantang saat mobil Satgas Covid-19 itu melintas di Jalan Gajah Mada dan mengarah ke barat, belum lama ini. Tepatnya pada Minggu (4/7) malam. Saat itu, Bupati Jember Hendy Siswanto beserta seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jember melakukan inspeksi mendadak guna mengetahui kepatuhan masyarakat terhadap PPKM darurat yang telah diberlakukan sejak 3 Juli lalu.

Sidak kali ini tertuju ke tempat hiburan malam di daerah pesisir pantai, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. “Tak hanya daerah perkotaan yang kami monitoring secara ketat,” papar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Covid-19 Jember tersebut. Kala itu, pihaknya terjun ke bekas lokalisasi Besini. Namun, hasilnya sepi. Hanya ada orang yang berjaga.

Meski sudah ditutup beberapa tahun lalu, Hendy menyampaikan, berdasarkan fakta di lapangan, masih ada aktivitas di tempat lokalisasi itu. Oleh karena itu, pihaknya bakal terus melakukan sidak lagi.

Sementara itu, Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman menyampaikan bahwa apa pun alasannya, tempat prostitusi harus ditutup. Dia akan menginstruksikan kepada Dinas Sosial untuk memberi solusi pengganti pekerjaan kepada para tunasusila tersebut. “Yang namanya prostitusi itu tidak boleh dilakukan, harus ditutup,” tegasnya.

Nantinya, lanjut dia, akan dicarikan pengganti pekerjaan melalui Dinsos dan instansi terkait seperti pelatihan kerja dan pelatihan wirausaha. Selain itu, Firjaun juga memperingatkan Camat Puger Winardi untuk menertibkan tempat lokalisasi tersebut.

“Bisa jadi, ini adalah peringatan. Adanya Covid-19 ini adalah peringatan atas banyaknya maksiat yang terjadi dan kita harus melakukan tobat secara nasional. Di saat seperti ini harusnya orang-orang semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pesan Gus Firjaun.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suara sirene tersebut terdengar lantang saat mobil Satgas Covid-19 itu melintas di Jalan Gajah Mada dan mengarah ke barat, belum lama ini. Tepatnya pada Minggu (4/7) malam. Saat itu, Bupati Jember Hendy Siswanto beserta seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jember melakukan inspeksi mendadak guna mengetahui kepatuhan masyarakat terhadap PPKM darurat yang telah diberlakukan sejak 3 Juli lalu.

Sidak kali ini tertuju ke tempat hiburan malam di daerah pesisir pantai, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. “Tak hanya daerah perkotaan yang kami monitoring secara ketat,” papar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Covid-19 Jember tersebut. Kala itu, pihaknya terjun ke bekas lokalisasi Besini. Namun, hasilnya sepi. Hanya ada orang yang berjaga.

Meski sudah ditutup beberapa tahun lalu, Hendy menyampaikan, berdasarkan fakta di lapangan, masih ada aktivitas di tempat lokalisasi itu. Oleh karena itu, pihaknya bakal terus melakukan sidak lagi.

Sementara itu, Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman menyampaikan bahwa apa pun alasannya, tempat prostitusi harus ditutup. Dia akan menginstruksikan kepada Dinas Sosial untuk memberi solusi pengganti pekerjaan kepada para tunasusila tersebut. “Yang namanya prostitusi itu tidak boleh dilakukan, harus ditutup,” tegasnya.

Nantinya, lanjut dia, akan dicarikan pengganti pekerjaan melalui Dinsos dan instansi terkait seperti pelatihan kerja dan pelatihan wirausaha. Selain itu, Firjaun juga memperingatkan Camat Puger Winardi untuk menertibkan tempat lokalisasi tersebut.

“Bisa jadi, ini adalah peringatan. Adanya Covid-19 ini adalah peringatan atas banyaknya maksiat yang terjadi dan kita harus melakukan tobat secara nasional. Di saat seperti ini harusnya orang-orang semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pesan Gus Firjaun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/