alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Kewajiban Memilih Pemimpin dan Kewajiban Asasi Manusia

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Menjadi penceramah ternyata tidak bisa lepas dari diri Drs. KH Abdul Muqit Arief. Seperti yang terjadi di Dusun Grobyog, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan, Jum’at malam, 5 April2019.

Pria yang sudah menjadi Wakil Bupati Jember ini didaulat memberi tausyiah dalam acara Tabligh Akbar Grobyog Bersholawat. Penceramah tunggal.

“Biasanya, saya cuma memberi sambutan saja. Tapi ini diminta ceramah juga,” katanya diikuti tertawa kecil.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam kesempatan itu, wabup pun menyampaikan dua topik. Pertama terkait kewajiban memilih pemimpin. Kedua terkait sholat.

Topik pertama dilatar belakangi situasi saat ini yang menjelang pemungutan suara tanggal 17 April 2109.

Pengasuh pondok pesantren Al Falah Kecamatan Silo ini menyatakan, memilih dalam pemilu bukan hanya menjadi program pemerintah maupun KPU saja.

Sebab, dalam ajaran agama ada  anjuran untuk memilih pemimpin. “Bukankah kalau kita berjalan dua orang, kita dianjurkan untuk memilih siapa yang menjadi pemimpinnya,” ujarnya.

“Apalagi Indonesia yang besar dengan jumlah penduduk lebih 240 juta,” imbuh wabup.

Wabup juga menyampaikan rasa syukurnya atas situasi yang tetap aman menjelang pemungutan suara. “Panasnya hanya di medsos. Alhamdulillah, di tengah-tengah masyarakat tetap tentram,” tuturnya.

Untuk lebih mempererat rasa persaudaraan itu, wabup mengajak semua pihak menjadikan masjid sebagai tempat perekat ukhuwah islamiyah.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Menjadi penceramah ternyata tidak bisa lepas dari diri Drs. KH Abdul Muqit Arief. Seperti yang terjadi di Dusun Grobyog, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan, Jum’at malam, 5 April2019.

Pria yang sudah menjadi Wakil Bupati Jember ini didaulat memberi tausyiah dalam acara Tabligh Akbar Grobyog Bersholawat. Penceramah tunggal.

“Biasanya, saya cuma memberi sambutan saja. Tapi ini diminta ceramah juga,” katanya diikuti tertawa kecil.

Dalam kesempatan itu, wabup pun menyampaikan dua topik. Pertama terkait kewajiban memilih pemimpin. Kedua terkait sholat.

Topik pertama dilatar belakangi situasi saat ini yang menjelang pemungutan suara tanggal 17 April 2109.

Pengasuh pondok pesantren Al Falah Kecamatan Silo ini menyatakan, memilih dalam pemilu bukan hanya menjadi program pemerintah maupun KPU saja.

Sebab, dalam ajaran agama ada  anjuran untuk memilih pemimpin. “Bukankah kalau kita berjalan dua orang, kita dianjurkan untuk memilih siapa yang menjadi pemimpinnya,” ujarnya.

“Apalagi Indonesia yang besar dengan jumlah penduduk lebih 240 juta,” imbuh wabup.

Wabup juga menyampaikan rasa syukurnya atas situasi yang tetap aman menjelang pemungutan suara. “Panasnya hanya di medsos. Alhamdulillah, di tengah-tengah masyarakat tetap tentram,” tuturnya.

Untuk lebih mempererat rasa persaudaraan itu, wabup mengajak semua pihak menjadikan masjid sebagai tempat perekat ukhuwah islamiyah.

RADARJEMBER.ID – Menjadi penceramah ternyata tidak bisa lepas dari diri Drs. KH Abdul Muqit Arief. Seperti yang terjadi di Dusun Grobyog, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan, Jum’at malam, 5 April2019.

Pria yang sudah menjadi Wakil Bupati Jember ini didaulat memberi tausyiah dalam acara Tabligh Akbar Grobyog Bersholawat. Penceramah tunggal.

“Biasanya, saya cuma memberi sambutan saja. Tapi ini diminta ceramah juga,” katanya diikuti tertawa kecil.

Dalam kesempatan itu, wabup pun menyampaikan dua topik. Pertama terkait kewajiban memilih pemimpin. Kedua terkait sholat.

Topik pertama dilatar belakangi situasi saat ini yang menjelang pemungutan suara tanggal 17 April 2109.

Pengasuh pondok pesantren Al Falah Kecamatan Silo ini menyatakan, memilih dalam pemilu bukan hanya menjadi program pemerintah maupun KPU saja.

Sebab, dalam ajaran agama ada  anjuran untuk memilih pemimpin. “Bukankah kalau kita berjalan dua orang, kita dianjurkan untuk memilih siapa yang menjadi pemimpinnya,” ujarnya.

“Apalagi Indonesia yang besar dengan jumlah penduduk lebih 240 juta,” imbuh wabup.

Wabup juga menyampaikan rasa syukurnya atas situasi yang tetap aman menjelang pemungutan suara. “Panasnya hanya di medsos. Alhamdulillah, di tengah-tengah masyarakat tetap tentram,” tuturnya.

Untuk lebih mempererat rasa persaudaraan itu, wabup mengajak semua pihak menjadikan masjid sebagai tempat perekat ukhuwah islamiyah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/