alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Plt Camat Tilep Duit Koperasi

Ditetapkan Tersangka, Gelapkan Rp 185 Juta

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menetapkan Plt Camat Sukowono berinisial HS sebagai tersangka kasus penggelapan. Namun, bukan uang pemerintahan, melainkan duit Koperasi Bhinneka Tunggal Ika Desa Sukosari, Kecamatan Sukowono. Dia terjerat kasus pidana itu bukan saat menjabat camat, tapi ketika dipercaya sebagai ketua koperasi.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Jember Aditya Okto Thohari mengatakan, kasus tersangka HS itu murni pidana umum dan bukan terkait pekerjaanya sebagai Plt camat. Kata dia, Selasa (2/2) lalu, HS telah ditetapkan dan sekarang kasus tersebut telah dilimpahkan ke pengadilan. “Sudah diajukan ke pengadilan, tapi jadwal sidangnya belum keluar,” tutur Adit.

Aditya menambahkan, modus penipuan dan penggelapan uang koperasi Bhineka Tunggal Ika tersebut dilakukan dengan cara menerima setoran uang dari nasabah koperasi pada 2018 lalu. Sayangnya, uang setoran nasabah tersebut tidak disetor ke koperasi, namun justru dipakai untuk kepentingan pribadi. Sehingga koperasi mengalami kerugian akibat kasus tersebut. Tersangka dijerat pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Adanya penetapan HS sebagai tersangka penggelapan uang Rp 185 juta sempat membuat sejumlah pejabat bingung. Siapa sebenarnya HS yang dimaksud. Sebab, sejak awal tahun ini, Plt Camat Sukowono ada dua versi. Versi pertama adalah hasil pengembalian kedudukan, struktur, organisasi, dan tata kerja (KSOTK) oleh Wakil Bupati Muqit Arief saat menjabat Plt bupati, dan kedua versi Bupati Jember Faida.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menetapkan Plt Camat Sukowono berinisial HS sebagai tersangka kasus penggelapan. Namun, bukan uang pemerintahan, melainkan duit Koperasi Bhinneka Tunggal Ika Desa Sukosari, Kecamatan Sukowono. Dia terjerat kasus pidana itu bukan saat menjabat camat, tapi ketika dipercaya sebagai ketua koperasi.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Jember Aditya Okto Thohari mengatakan, kasus tersangka HS itu murni pidana umum dan bukan terkait pekerjaanya sebagai Plt camat. Kata dia, Selasa (2/2) lalu, HS telah ditetapkan dan sekarang kasus tersebut telah dilimpahkan ke pengadilan. “Sudah diajukan ke pengadilan, tapi jadwal sidangnya belum keluar,” tutur Adit.

Aditya menambahkan, modus penipuan dan penggelapan uang koperasi Bhineka Tunggal Ika tersebut dilakukan dengan cara menerima setoran uang dari nasabah koperasi pada 2018 lalu. Sayangnya, uang setoran nasabah tersebut tidak disetor ke koperasi, namun justru dipakai untuk kepentingan pribadi. Sehingga koperasi mengalami kerugian akibat kasus tersebut. Tersangka dijerat pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

Adanya penetapan HS sebagai tersangka penggelapan uang Rp 185 juta sempat membuat sejumlah pejabat bingung. Siapa sebenarnya HS yang dimaksud. Sebab, sejak awal tahun ini, Plt Camat Sukowono ada dua versi. Versi pertama adalah hasil pengembalian kedudukan, struktur, organisasi, dan tata kerja (KSOTK) oleh Wakil Bupati Muqit Arief saat menjabat Plt bupati, dan kedua versi Bupati Jember Faida.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menetapkan Plt Camat Sukowono berinisial HS sebagai tersangka kasus penggelapan. Namun, bukan uang pemerintahan, melainkan duit Koperasi Bhinneka Tunggal Ika Desa Sukosari, Kecamatan Sukowono. Dia terjerat kasus pidana itu bukan saat menjabat camat, tapi ketika dipercaya sebagai ketua koperasi.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Jember Aditya Okto Thohari mengatakan, kasus tersangka HS itu murni pidana umum dan bukan terkait pekerjaanya sebagai Plt camat. Kata dia, Selasa (2/2) lalu, HS telah ditetapkan dan sekarang kasus tersebut telah dilimpahkan ke pengadilan. “Sudah diajukan ke pengadilan, tapi jadwal sidangnya belum keluar,” tutur Adit.

Aditya menambahkan, modus penipuan dan penggelapan uang koperasi Bhineka Tunggal Ika tersebut dilakukan dengan cara menerima setoran uang dari nasabah koperasi pada 2018 lalu. Sayangnya, uang setoran nasabah tersebut tidak disetor ke koperasi, namun justru dipakai untuk kepentingan pribadi. Sehingga koperasi mengalami kerugian akibat kasus tersebut. Tersangka dijerat pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

Adanya penetapan HS sebagai tersangka penggelapan uang Rp 185 juta sempat membuat sejumlah pejabat bingung. Siapa sebenarnya HS yang dimaksud. Sebab, sejak awal tahun ini, Plt Camat Sukowono ada dua versi. Versi pertama adalah hasil pengembalian kedudukan, struktur, organisasi, dan tata kerja (KSOTK) oleh Wakil Bupati Muqit Arief saat menjabat Plt bupati, dan kedua versi Bupati Jember Faida.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/