alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Korupsi Gumuk, Kades Jadi Tersangka

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menetapkan Kepala Desa Gambiran, Kecamatan Kalisat, Dwi Purbadi, sebagai tersangka korupsi. Setelah melakukan serangkaian penyidikan, jaksa meyakini bahwa tersangka telah menyalahgunakan aset desa berupa gumuk untuk kepentingan pribadinya. Setelah ditetapkan tersangka, jaksa langsung menahan Dwi Purbadi, kemarin (5/2).

Kepala Seksi Intelijen Kejari Jember Agus Budiarto mengatakan, perkara yang menjerat Kades Gambiran tersebut terkait pengerukan gumuk yang hasilnya tidak masuk ke kas desa. Total ada tiga gumuk yang statusnya sebagai tanah kas desa. Namun, pada 2019 lalu, tersangka membuat kesepakatan dengan pihak lain untuk meratakannya. Tetapi, kesepakatan itu tidak diketahui perangkat desa lainnya.

“Oleh tersangka disalahgunakan. Uangnya tidak masuk kas desa. Dari situ ada indikasi penyimpangan,” jelasnya. Terkait kasus tersebut, tambah dia, sumber informasi yang didapat kejaksaan berbagai macam. Tidak hanya laporan masyarakat. “Jadi, ada tim yang turun ke lapangan untuk menggali data,” akunya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Diperkirakan, dalam satu bulan, pengerukan gumuk tersebut menghasilkan Rp 50 juta. Pengerukan itu telah berlangsung selama 10 bulan terakhir. Jika dikalkulasi, tersangka setidaknya telah mengantongi Rp 500 juta dari hasil pengerukan gundukan tanah serupa bukit tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menetapkan Kepala Desa Gambiran, Kecamatan Kalisat, Dwi Purbadi, sebagai tersangka korupsi. Setelah melakukan serangkaian penyidikan, jaksa meyakini bahwa tersangka telah menyalahgunakan aset desa berupa gumuk untuk kepentingan pribadinya. Setelah ditetapkan tersangka, jaksa langsung menahan Dwi Purbadi, kemarin (5/2).

Kepala Seksi Intelijen Kejari Jember Agus Budiarto mengatakan, perkara yang menjerat Kades Gambiran tersebut terkait pengerukan gumuk yang hasilnya tidak masuk ke kas desa. Total ada tiga gumuk yang statusnya sebagai tanah kas desa. Namun, pada 2019 lalu, tersangka membuat kesepakatan dengan pihak lain untuk meratakannya. Tetapi, kesepakatan itu tidak diketahui perangkat desa lainnya.

“Oleh tersangka disalahgunakan. Uangnya tidak masuk kas desa. Dari situ ada indikasi penyimpangan,” jelasnya. Terkait kasus tersebut, tambah dia, sumber informasi yang didapat kejaksaan berbagai macam. Tidak hanya laporan masyarakat. “Jadi, ada tim yang turun ke lapangan untuk menggali data,” akunya.

Diperkirakan, dalam satu bulan, pengerukan gumuk tersebut menghasilkan Rp 50 juta. Pengerukan itu telah berlangsung selama 10 bulan terakhir. Jika dikalkulasi, tersangka setidaknya telah mengantongi Rp 500 juta dari hasil pengerukan gundukan tanah serupa bukit tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menetapkan Kepala Desa Gambiran, Kecamatan Kalisat, Dwi Purbadi, sebagai tersangka korupsi. Setelah melakukan serangkaian penyidikan, jaksa meyakini bahwa tersangka telah menyalahgunakan aset desa berupa gumuk untuk kepentingan pribadinya. Setelah ditetapkan tersangka, jaksa langsung menahan Dwi Purbadi, kemarin (5/2).

Kepala Seksi Intelijen Kejari Jember Agus Budiarto mengatakan, perkara yang menjerat Kades Gambiran tersebut terkait pengerukan gumuk yang hasilnya tidak masuk ke kas desa. Total ada tiga gumuk yang statusnya sebagai tanah kas desa. Namun, pada 2019 lalu, tersangka membuat kesepakatan dengan pihak lain untuk meratakannya. Tetapi, kesepakatan itu tidak diketahui perangkat desa lainnya.

“Oleh tersangka disalahgunakan. Uangnya tidak masuk kas desa. Dari situ ada indikasi penyimpangan,” jelasnya. Terkait kasus tersebut, tambah dia, sumber informasi yang didapat kejaksaan berbagai macam. Tidak hanya laporan masyarakat. “Jadi, ada tim yang turun ke lapangan untuk menggali data,” akunya.

Diperkirakan, dalam satu bulan, pengerukan gumuk tersebut menghasilkan Rp 50 juta. Pengerukan itu telah berlangsung selama 10 bulan terakhir. Jika dikalkulasi, tersangka setidaknya telah mengantongi Rp 500 juta dari hasil pengerukan gundukan tanah serupa bukit tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/