alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Pindah karena Tak Representatif

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember sepertinya serius melaksanakan wacana pemindahan Lapas Kelas IIA Jember. Setidaknya, ada beberapa alasan yang mendasarinya. Seperti kapasitas yang dinilai kurang memadai dan telah menjadi rencana yang sudah cukup lama.

Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan, wacana pemindahan lapas sudah ada tempat tujuannya. “Kami akan mengusulkan itu agar lapas dipindah ke Sumbersari,” katanya.

Hendy melanjutkan, wacana pemindahan lapas karena berbagai alasan. Misalnya, karena lapas lama berada di jantung kota dan tempatnya kurang representatif alias sudah cukup sempit. “Karena di sini tidak memenuhi syarat,” lanjutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Soal lapas diusulkan agar pindah ke Sumbersari, menurutnya, juga telah disambut baik oleh pihak lapas. Hanya, mekanismenya perlu dilakukan usulan karena lapas langsung dikelola pemerintah pusat melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). “Lapas pada dasarnya oke dan ditunggu usulan dari pemkab,” imbuhnya.

Usulan mengenai pemindahan lapas, Hendy menjelaskan, akan dilakukan melalui Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Jawa Timur. “Kami berharap di sekitar alun-alun tidak ada lapas. Apalagi di Sumbersari (lahan yang bakal ditempati, Red) lebih besar,” ungkap Hendy.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menyampaikan, wacana pemindahan lapas sejatinya sudah menjadi rencana lama, tetapi belum juga tereksekusi. “Wacana itu bukan hanya dari Pemkab Jember, tapi juga dari Kemenkumham. Ini sudah rencana lama,” kata Halim.

Menurut dia, lapas di sekitar Alun-Alun Jember itu sudah cukup lama diketahui kelebihan kapasitas. “Kami di dewan mendukung wacana itu,” ujarnya.

Meski begitu, Halim mengingatkan agar Pemkab Jember membangun kerja sama, karena lapas merupakan lembaga yang langsung berada di bawah Kemenkumham. “Otomatis harus ada kerja sama pemkab dengan Kemenkumham. Kami mendukung langkah pemindahan lapas,” jelasnya.

Hal yang penting untuk tidak dilupakan, jika nantinya lapas benar-benar akan pindah, maka tempat lapas baru harus dipastikan lebih representatif dari yang ada sekarang. Baik dari segi luasnya maupun yang lain.

 

Wewenang di Kementerian

Manilik ke belakang, wacana pemindahan lapas itu diawali dari anjangsana pihak lapas ke ruang kerja Bupati Jember Hendy Siswanto. Namun, sebenarnya wacana pemindahan lapas bukan kali ini saja. Sebelumnya, pernah ada rencana pemindahan lembaga pemasyarakatan yang dinilai sudah tidak mencukupi untuk menampung para narapidana (napi) itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember sepertinya serius melaksanakan wacana pemindahan Lapas Kelas IIA Jember. Setidaknya, ada beberapa alasan yang mendasarinya. Seperti kapasitas yang dinilai kurang memadai dan telah menjadi rencana yang sudah cukup lama.

Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan, wacana pemindahan lapas sudah ada tempat tujuannya. “Kami akan mengusulkan itu agar lapas dipindah ke Sumbersari,” katanya.

Hendy melanjutkan, wacana pemindahan lapas karena berbagai alasan. Misalnya, karena lapas lama berada di jantung kota dan tempatnya kurang representatif alias sudah cukup sempit. “Karena di sini tidak memenuhi syarat,” lanjutnya.

Soal lapas diusulkan agar pindah ke Sumbersari, menurutnya, juga telah disambut baik oleh pihak lapas. Hanya, mekanismenya perlu dilakukan usulan karena lapas langsung dikelola pemerintah pusat melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). “Lapas pada dasarnya oke dan ditunggu usulan dari pemkab,” imbuhnya.

Usulan mengenai pemindahan lapas, Hendy menjelaskan, akan dilakukan melalui Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Jawa Timur. “Kami berharap di sekitar alun-alun tidak ada lapas. Apalagi di Sumbersari (lahan yang bakal ditempati, Red) lebih besar,” ungkap Hendy.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menyampaikan, wacana pemindahan lapas sejatinya sudah menjadi rencana lama, tetapi belum juga tereksekusi. “Wacana itu bukan hanya dari Pemkab Jember, tapi juga dari Kemenkumham. Ini sudah rencana lama,” kata Halim.

Menurut dia, lapas di sekitar Alun-Alun Jember itu sudah cukup lama diketahui kelebihan kapasitas. “Kami di dewan mendukung wacana itu,” ujarnya.

Meski begitu, Halim mengingatkan agar Pemkab Jember membangun kerja sama, karena lapas merupakan lembaga yang langsung berada di bawah Kemenkumham. “Otomatis harus ada kerja sama pemkab dengan Kemenkumham. Kami mendukung langkah pemindahan lapas,” jelasnya.

Hal yang penting untuk tidak dilupakan, jika nantinya lapas benar-benar akan pindah, maka tempat lapas baru harus dipastikan lebih representatif dari yang ada sekarang. Baik dari segi luasnya maupun yang lain.

 

Wewenang di Kementerian

Manilik ke belakang, wacana pemindahan lapas itu diawali dari anjangsana pihak lapas ke ruang kerja Bupati Jember Hendy Siswanto. Namun, sebenarnya wacana pemindahan lapas bukan kali ini saja. Sebelumnya, pernah ada rencana pemindahan lembaga pemasyarakatan yang dinilai sudah tidak mencukupi untuk menampung para narapidana (napi) itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember sepertinya serius melaksanakan wacana pemindahan Lapas Kelas IIA Jember. Setidaknya, ada beberapa alasan yang mendasarinya. Seperti kapasitas yang dinilai kurang memadai dan telah menjadi rencana yang sudah cukup lama.

Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan, wacana pemindahan lapas sudah ada tempat tujuannya. “Kami akan mengusulkan itu agar lapas dipindah ke Sumbersari,” katanya.

Hendy melanjutkan, wacana pemindahan lapas karena berbagai alasan. Misalnya, karena lapas lama berada di jantung kota dan tempatnya kurang representatif alias sudah cukup sempit. “Karena di sini tidak memenuhi syarat,” lanjutnya.

Soal lapas diusulkan agar pindah ke Sumbersari, menurutnya, juga telah disambut baik oleh pihak lapas. Hanya, mekanismenya perlu dilakukan usulan karena lapas langsung dikelola pemerintah pusat melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). “Lapas pada dasarnya oke dan ditunggu usulan dari pemkab,” imbuhnya.

Usulan mengenai pemindahan lapas, Hendy menjelaskan, akan dilakukan melalui Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Jawa Timur. “Kami berharap di sekitar alun-alun tidak ada lapas. Apalagi di Sumbersari (lahan yang bakal ditempati, Red) lebih besar,” ungkap Hendy.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menyampaikan, wacana pemindahan lapas sejatinya sudah menjadi rencana lama, tetapi belum juga tereksekusi. “Wacana itu bukan hanya dari Pemkab Jember, tapi juga dari Kemenkumham. Ini sudah rencana lama,” kata Halim.

Menurut dia, lapas di sekitar Alun-Alun Jember itu sudah cukup lama diketahui kelebihan kapasitas. “Kami di dewan mendukung wacana itu,” ujarnya.

Meski begitu, Halim mengingatkan agar Pemkab Jember membangun kerja sama, karena lapas merupakan lembaga yang langsung berada di bawah Kemenkumham. “Otomatis harus ada kerja sama pemkab dengan Kemenkumham. Kami mendukung langkah pemindahan lapas,” jelasnya.

Hal yang penting untuk tidak dilupakan, jika nantinya lapas benar-benar akan pindah, maka tempat lapas baru harus dipastikan lebih representatif dari yang ada sekarang. Baik dari segi luasnya maupun yang lain.

 

Wewenang di Kementerian

Manilik ke belakang, wacana pemindahan lapas itu diawali dari anjangsana pihak lapas ke ruang kerja Bupati Jember Hendy Siswanto. Namun, sebenarnya wacana pemindahan lapas bukan kali ini saja. Sebelumnya, pernah ada rencana pemindahan lembaga pemasyarakatan yang dinilai sudah tidak mencukupi untuk menampung para narapidana (napi) itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/