alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Kepala OPD dan Camat Banyak Diisi Plt

Open Bidding Direncanakan Pasca-Lebaran

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kekosongan jabatan di lingkungan Pemkab Jember sepertinya masih menjadi tugas pemerintah daerah untuk segera ditunaikan. Pasalnya, kekosongan jabatan itu sedikit banyak berdampak terhadap berjalannya birokrasi pemerintahan.

Kekosongan pos jabatan itu banyak terjadi di posisi kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jember, ada enam kursi camat yang kosong saat ini. Kekosongan jabatan terjadi di Kecamatan Ambulu, Rambipuji, Gumukmas, Sukorambi, Sumberbaru, dan Wuluhan.

Sementara itu, untuk posisi eselon II, ada enam kursi kepala OPD yang kosong. Jabatan tersebut yaitu di Dinas Sosial; Dinas Perikanan; Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air; Dinas Kesehatan; Dinas Pendidikan; dan Badan Pendapatan Daerah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain camat dan kepala OPD itu, juga ada tiga posisi asisten yang kosong, yakni Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, dan Asisten III Bidang Administrasi Umum. “Jabatan Plt ini juga perlu jadi atensi pemerintah daerah, karena sedikit banyak akan berdampak pada jalannya birokrasi pemerintahan,” urai Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni.

Dia menjelaskan, sebenarnya pejabat Plt itu akan berdampak pada performa OPD terkait dalam menyelaraskan program-program kerja bupati. Sebab, sebagaimana diketahui, Plt memiliki keterbatasan dalam hal kewenangan maupun dalam pengambilan kebijakan strategis. “Plt tidak bisa mengambil kebijakan yang strategis. Misalnya urusan anggaran, urusan perombakan kepegawaian, yang semuanya harus melalui bupati. Tentu itu akan membebani bupati,” kata Tabroni.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kekosongan jabatan di lingkungan Pemkab Jember sepertinya masih menjadi tugas pemerintah daerah untuk segera ditunaikan. Pasalnya, kekosongan jabatan itu sedikit banyak berdampak terhadap berjalannya birokrasi pemerintahan.

Kekosongan pos jabatan itu banyak terjadi di posisi kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jember, ada enam kursi camat yang kosong saat ini. Kekosongan jabatan terjadi di Kecamatan Ambulu, Rambipuji, Gumukmas, Sukorambi, Sumberbaru, dan Wuluhan.

Sementara itu, untuk posisi eselon II, ada enam kursi kepala OPD yang kosong. Jabatan tersebut yaitu di Dinas Sosial; Dinas Perikanan; Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air; Dinas Kesehatan; Dinas Pendidikan; dan Badan Pendapatan Daerah.

Selain camat dan kepala OPD itu, juga ada tiga posisi asisten yang kosong, yakni Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, dan Asisten III Bidang Administrasi Umum. “Jabatan Plt ini juga perlu jadi atensi pemerintah daerah, karena sedikit banyak akan berdampak pada jalannya birokrasi pemerintahan,” urai Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni.

Dia menjelaskan, sebenarnya pejabat Plt itu akan berdampak pada performa OPD terkait dalam menyelaraskan program-program kerja bupati. Sebab, sebagaimana diketahui, Plt memiliki keterbatasan dalam hal kewenangan maupun dalam pengambilan kebijakan strategis. “Plt tidak bisa mengambil kebijakan yang strategis. Misalnya urusan anggaran, urusan perombakan kepegawaian, yang semuanya harus melalui bupati. Tentu itu akan membebani bupati,” kata Tabroni.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kekosongan jabatan di lingkungan Pemkab Jember sepertinya masih menjadi tugas pemerintah daerah untuk segera ditunaikan. Pasalnya, kekosongan jabatan itu sedikit banyak berdampak terhadap berjalannya birokrasi pemerintahan.

Kekosongan pos jabatan itu banyak terjadi di posisi kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jember, ada enam kursi camat yang kosong saat ini. Kekosongan jabatan terjadi di Kecamatan Ambulu, Rambipuji, Gumukmas, Sukorambi, Sumberbaru, dan Wuluhan.

Sementara itu, untuk posisi eselon II, ada enam kursi kepala OPD yang kosong. Jabatan tersebut yaitu di Dinas Sosial; Dinas Perikanan; Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air; Dinas Kesehatan; Dinas Pendidikan; dan Badan Pendapatan Daerah.

Selain camat dan kepala OPD itu, juga ada tiga posisi asisten yang kosong, yakni Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, dan Asisten III Bidang Administrasi Umum. “Jabatan Plt ini juga perlu jadi atensi pemerintah daerah, karena sedikit banyak akan berdampak pada jalannya birokrasi pemerintahan,” urai Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni.

Dia menjelaskan, sebenarnya pejabat Plt itu akan berdampak pada performa OPD terkait dalam menyelaraskan program-program kerja bupati. Sebab, sebagaimana diketahui, Plt memiliki keterbatasan dalam hal kewenangan maupun dalam pengambilan kebijakan strategis. “Plt tidak bisa mengambil kebijakan yang strategis. Misalnya urusan anggaran, urusan perombakan kepegawaian, yang semuanya harus melalui bupati. Tentu itu akan membebani bupati,” kata Tabroni.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/