alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Rencana KLB Dinilai Tidak Transparan

Askab PSSI Tuai Sorotan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rencana pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jember diadukan ke dewan. Gara-garanya, ada dugaan panitia kurang transparan. Beberapa orang yang mendatangi Komisi D DPRD Jember pun meminta agar ada perhatian khusus terhadap agenda KLB tersebut.

“Sebagai insan sepak bola, kami sangat prihatin. Seharusnya proses kongres ini berjalan secara transparan. Termasuk laporan dan evaluasi selama menjabat sebagai Ketua Askab,” kata Syaiful Bakhri, pemilik Klub Putra Sukorejo.

Pada kepemimpinan pengurus sebelumnya, menurut Syaiful, Askab PSSI juga tidak pernah menggelar kompetisi lokal. Pembentukan komite banding serta komite pemilihan juga dinilai dilakukan tertutup. “Tidak pernah ada kompetisi lokal dan Askab memang sengaja membentuk komite tanpa ada transparansi,” cetusnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam roses pencalonan Ketua Askab kali ini, Syaiful dan sejumlah pemilik klub menduga telah didesain akan terjadinya pemilihan secara aklamasi. “Waktu, termasuk pengumumannya diperpendek dan dipersempit. Jadi, semua informasi terkesan ditutup-tutupi,” jelasnya.

Dia pun menyoroti pencalonan Ketua Askab PSSI. Menurutnya, ada calon yang dinilai tidak memiliki pengalaman di dunia persepakbolaan. “Kami minta statuta PSSI ditegakkan. Saya dan kami di sini, belum pernah tahu TSA (Tri Sandi Apriana, Calon Ketua Askab PSSI Jember, Red) belum pernah berkecimpung di dunia sepak bola. Kami mohon ini jadi perhatian,” ulasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rencana pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jember diadukan ke dewan. Gara-garanya, ada dugaan panitia kurang transparan. Beberapa orang yang mendatangi Komisi D DPRD Jember pun meminta agar ada perhatian khusus terhadap agenda KLB tersebut.

“Sebagai insan sepak bola, kami sangat prihatin. Seharusnya proses kongres ini berjalan secara transparan. Termasuk laporan dan evaluasi selama menjabat sebagai Ketua Askab,” kata Syaiful Bakhri, pemilik Klub Putra Sukorejo.

Pada kepemimpinan pengurus sebelumnya, menurut Syaiful, Askab PSSI juga tidak pernah menggelar kompetisi lokal. Pembentukan komite banding serta komite pemilihan juga dinilai dilakukan tertutup. “Tidak pernah ada kompetisi lokal dan Askab memang sengaja membentuk komite tanpa ada transparansi,” cetusnya.

Dalam roses pencalonan Ketua Askab kali ini, Syaiful dan sejumlah pemilik klub menduga telah didesain akan terjadinya pemilihan secara aklamasi. “Waktu, termasuk pengumumannya diperpendek dan dipersempit. Jadi, semua informasi terkesan ditutup-tutupi,” jelasnya.

Dia pun menyoroti pencalonan Ketua Askab PSSI. Menurutnya, ada calon yang dinilai tidak memiliki pengalaman di dunia persepakbolaan. “Kami minta statuta PSSI ditegakkan. Saya dan kami di sini, belum pernah tahu TSA (Tri Sandi Apriana, Calon Ketua Askab PSSI Jember, Red) belum pernah berkecimpung di dunia sepak bola. Kami mohon ini jadi perhatian,” ulasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rencana pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jember diadukan ke dewan. Gara-garanya, ada dugaan panitia kurang transparan. Beberapa orang yang mendatangi Komisi D DPRD Jember pun meminta agar ada perhatian khusus terhadap agenda KLB tersebut.

“Sebagai insan sepak bola, kami sangat prihatin. Seharusnya proses kongres ini berjalan secara transparan. Termasuk laporan dan evaluasi selama menjabat sebagai Ketua Askab,” kata Syaiful Bakhri, pemilik Klub Putra Sukorejo.

Pada kepemimpinan pengurus sebelumnya, menurut Syaiful, Askab PSSI juga tidak pernah menggelar kompetisi lokal. Pembentukan komite banding serta komite pemilihan juga dinilai dilakukan tertutup. “Tidak pernah ada kompetisi lokal dan Askab memang sengaja membentuk komite tanpa ada transparansi,” cetusnya.

Dalam roses pencalonan Ketua Askab kali ini, Syaiful dan sejumlah pemilik klub menduga telah didesain akan terjadinya pemilihan secara aklamasi. “Waktu, termasuk pengumumannya diperpendek dan dipersempit. Jadi, semua informasi terkesan ditutup-tutupi,” jelasnya.

Dia pun menyoroti pencalonan Ketua Askab PSSI. Menurutnya, ada calon yang dinilai tidak memiliki pengalaman di dunia persepakbolaan. “Kami minta statuta PSSI ditegakkan. Saya dan kami di sini, belum pernah tahu TSA (Tri Sandi Apriana, Calon Ketua Askab PSSI Jember, Red) belum pernah berkecimpung di dunia sepak bola. Kami mohon ini jadi perhatian,” ulasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/