alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Ekonomi Anjlok, Punya Skenario Apa?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepemimpinan Bupati Jember Hendy Siswanto benar-benar diuji. Sebab, banyak permasalahan yang harus segera dituntaskan. Salah satunya, imbas wabah korona yang membuat perekonomian Jember anjlok. Laju pertumbuhan ekonomi tahun 2020 lalu mengalami kontraksi signifikan, sampai menempati posisi minus 2,98 persen.

Padahal, tahun 2019 lalu, pertumbuhan ekonomi Jember masih berada di angka 5,51 persen. Dengan jatuhnya hingga menyentuh angka minus 2,98 persen, berarti dampak pandemi, ekonomi anjlok sebesar 8,47 persen. Jatuhnya perekonomian inilah yang menjadi tantangan Bupati Hendy dan Wakil Bupati Gus Firjaun ke depannya.

Mengatasi jatuhnya ekonomi Jember, Hendy menyampaikan banyak hal yang bakal dia dilakukan. Salah satu cara untuk membangkitkan perekonomian Jember, kata dia, dengan melakukan pembangunan secara maksimal, khususnya jalan aspal. “Akan bikin proyek infrastruktur kurang lebih 800 kilometer. Di situ membutuhkan anggaran sekitar Rp 1 triliun. Targetnya selesai dengan cepat. Paling lambat Februari 2022. Harapannya, uang itu bisa berputar dan dibelanjakan di Jember semuanya,” papar Hendy dalam Dialog Publik Wayahe Jember Bangkit di DPRD, kemarin (4/3).

Mobile_AP_Rectangle 2

Demi melakukan eksekusi pembangunan infrastruktur, menurut Hendy, perlu menyelesaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (Raperda APBD) Jember Tahun 2021. Kaitan dengan hal ini, Hendy pun menegaskan akan segera mengajukannya ke dewan agar segera dibahas dan disahkan.

Hendy juga menyampaikan akan menyelesaikan banyak hal lain selain APBD. Seperti urusan kesehatan, pendidikan, pertanian, serta beberapa hal lainnya. “Tentu saja kami membutuhkan masukan dan dukungan semua pihak, termasuk dunia perguruan tinggi, seperti Universitas Jember. Sebab, untuk membangun Jember membutuhkan sinergi, kolaborasi, dan akselerasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unej Prof Achmad Subagio menyampaikan sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus segera dituntaskan di masa pemerintahan yang baru ini. Seperti indeks pembangunan manusia (IPM) di Jember yang rendah dan berada pada angka 67,11 poin. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang minus 2,98 persen, jumlah pengangguran, dan penduduk miskin yang meningkat mencapai 10,09 persen.

“Data yang dikaji LP2M Unej, rata-rata harapan lama sekolah warga Jember hanya 6,84 tahun,” papar Subagio. Dia kemudian menyebut, jika hal itu terus terjadi, maka pendidikan warga Jember rata-rata setara dengan lulusan sekolah dasar. Untuk itu, perlu dipecahkan bersama apa yang menjadi penyebabnya, untuk dilakukan langkah-langkah penanganan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepemimpinan Bupati Jember Hendy Siswanto benar-benar diuji. Sebab, banyak permasalahan yang harus segera dituntaskan. Salah satunya, imbas wabah korona yang membuat perekonomian Jember anjlok. Laju pertumbuhan ekonomi tahun 2020 lalu mengalami kontraksi signifikan, sampai menempati posisi minus 2,98 persen.

Padahal, tahun 2019 lalu, pertumbuhan ekonomi Jember masih berada di angka 5,51 persen. Dengan jatuhnya hingga menyentuh angka minus 2,98 persen, berarti dampak pandemi, ekonomi anjlok sebesar 8,47 persen. Jatuhnya perekonomian inilah yang menjadi tantangan Bupati Hendy dan Wakil Bupati Gus Firjaun ke depannya.

Mengatasi jatuhnya ekonomi Jember, Hendy menyampaikan banyak hal yang bakal dia dilakukan. Salah satu cara untuk membangkitkan perekonomian Jember, kata dia, dengan melakukan pembangunan secara maksimal, khususnya jalan aspal. “Akan bikin proyek infrastruktur kurang lebih 800 kilometer. Di situ membutuhkan anggaran sekitar Rp 1 triliun. Targetnya selesai dengan cepat. Paling lambat Februari 2022. Harapannya, uang itu bisa berputar dan dibelanjakan di Jember semuanya,” papar Hendy dalam Dialog Publik Wayahe Jember Bangkit di DPRD, kemarin (4/3).

Demi melakukan eksekusi pembangunan infrastruktur, menurut Hendy, perlu menyelesaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (Raperda APBD) Jember Tahun 2021. Kaitan dengan hal ini, Hendy pun menegaskan akan segera mengajukannya ke dewan agar segera dibahas dan disahkan.

Hendy juga menyampaikan akan menyelesaikan banyak hal lain selain APBD. Seperti urusan kesehatan, pendidikan, pertanian, serta beberapa hal lainnya. “Tentu saja kami membutuhkan masukan dan dukungan semua pihak, termasuk dunia perguruan tinggi, seperti Universitas Jember. Sebab, untuk membangun Jember membutuhkan sinergi, kolaborasi, dan akselerasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unej Prof Achmad Subagio menyampaikan sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus segera dituntaskan di masa pemerintahan yang baru ini. Seperti indeks pembangunan manusia (IPM) di Jember yang rendah dan berada pada angka 67,11 poin. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang minus 2,98 persen, jumlah pengangguran, dan penduduk miskin yang meningkat mencapai 10,09 persen.

“Data yang dikaji LP2M Unej, rata-rata harapan lama sekolah warga Jember hanya 6,84 tahun,” papar Subagio. Dia kemudian menyebut, jika hal itu terus terjadi, maka pendidikan warga Jember rata-rata setara dengan lulusan sekolah dasar. Untuk itu, perlu dipecahkan bersama apa yang menjadi penyebabnya, untuk dilakukan langkah-langkah penanganan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepemimpinan Bupati Jember Hendy Siswanto benar-benar diuji. Sebab, banyak permasalahan yang harus segera dituntaskan. Salah satunya, imbas wabah korona yang membuat perekonomian Jember anjlok. Laju pertumbuhan ekonomi tahun 2020 lalu mengalami kontraksi signifikan, sampai menempati posisi minus 2,98 persen.

Padahal, tahun 2019 lalu, pertumbuhan ekonomi Jember masih berada di angka 5,51 persen. Dengan jatuhnya hingga menyentuh angka minus 2,98 persen, berarti dampak pandemi, ekonomi anjlok sebesar 8,47 persen. Jatuhnya perekonomian inilah yang menjadi tantangan Bupati Hendy dan Wakil Bupati Gus Firjaun ke depannya.

Mengatasi jatuhnya ekonomi Jember, Hendy menyampaikan banyak hal yang bakal dia dilakukan. Salah satu cara untuk membangkitkan perekonomian Jember, kata dia, dengan melakukan pembangunan secara maksimal, khususnya jalan aspal. “Akan bikin proyek infrastruktur kurang lebih 800 kilometer. Di situ membutuhkan anggaran sekitar Rp 1 triliun. Targetnya selesai dengan cepat. Paling lambat Februari 2022. Harapannya, uang itu bisa berputar dan dibelanjakan di Jember semuanya,” papar Hendy dalam Dialog Publik Wayahe Jember Bangkit di DPRD, kemarin (4/3).

Demi melakukan eksekusi pembangunan infrastruktur, menurut Hendy, perlu menyelesaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (Raperda APBD) Jember Tahun 2021. Kaitan dengan hal ini, Hendy pun menegaskan akan segera mengajukannya ke dewan agar segera dibahas dan disahkan.

Hendy juga menyampaikan akan menyelesaikan banyak hal lain selain APBD. Seperti urusan kesehatan, pendidikan, pertanian, serta beberapa hal lainnya. “Tentu saja kami membutuhkan masukan dan dukungan semua pihak, termasuk dunia perguruan tinggi, seperti Universitas Jember. Sebab, untuk membangun Jember membutuhkan sinergi, kolaborasi, dan akselerasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unej Prof Achmad Subagio menyampaikan sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus segera dituntaskan di masa pemerintahan yang baru ini. Seperti indeks pembangunan manusia (IPM) di Jember yang rendah dan berada pada angka 67,11 poin. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang minus 2,98 persen, jumlah pengangguran, dan penduduk miskin yang meningkat mencapai 10,09 persen.

“Data yang dikaji LP2M Unej, rata-rata harapan lama sekolah warga Jember hanya 6,84 tahun,” papar Subagio. Dia kemudian menyebut, jika hal itu terus terjadi, maka pendidikan warga Jember rata-rata setara dengan lulusan sekolah dasar. Untuk itu, perlu dipecahkan bersama apa yang menjadi penyebabnya, untuk dilakukan langkah-langkah penanganan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/