alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Tetap Bertahan Tuntut Keadilan

Puluhan Sopir Ambulans Wadul Dewan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masih ingat dengan kasus pemberhentian 28 sopir ambulans awal 2021 lalu? Siang kemarin (4/2), mereka datang ke DPRD Jember untuk kembali mengadukan nasibnya. Mereka tidak terima lantaran diberhentikan tanpa alasan, serta berharap keadilan agar tenaganya tetap dipakai.

Kedatangan sekitar 17 sopir dari total 28 orang yang diberhentikan ini pun ditemui Anggota Komisi D DPRD Jember Dannis Barlie Halim. Para sopir ambulans tersebut meminta agar ada penjelasan mengapa mereka diberhentikan, sementara ratusan sopir lain tidak.

“Bisa jadi, kami yang bekerja profesional hanya menjadi korban politik dan dendam politik. Padahal, kami bekerja menjadi sopir sudah sangat maksimal. Kami pun tidak paham apa kesalahan kami,” kata Muhammad Rofik, sopir ambulans asal Kecamatan Bangsalsari.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, sejak surat penggantian diterbitkan, mereka tidak pernah mendapat penjelasan yang memuaskan. Untuk itu, mereka menuntut agar ada penjelasan konkret atas pemberhentian pengabdian para sopir. “Kalau alasan pemberhentian terjadi karena ada kesalahan atau hal lain yang melanggar, pasti kami akan pasrah. Tetapi ini, alasannya tidak jelas. Tiba-tiba diberhentikan,” bebernya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masih ingat dengan kasus pemberhentian 28 sopir ambulans awal 2021 lalu? Siang kemarin (4/2), mereka datang ke DPRD Jember untuk kembali mengadukan nasibnya. Mereka tidak terima lantaran diberhentikan tanpa alasan, serta berharap keadilan agar tenaganya tetap dipakai.

Kedatangan sekitar 17 sopir dari total 28 orang yang diberhentikan ini pun ditemui Anggota Komisi D DPRD Jember Dannis Barlie Halim. Para sopir ambulans tersebut meminta agar ada penjelasan mengapa mereka diberhentikan, sementara ratusan sopir lain tidak.

“Bisa jadi, kami yang bekerja profesional hanya menjadi korban politik dan dendam politik. Padahal, kami bekerja menjadi sopir sudah sangat maksimal. Kami pun tidak paham apa kesalahan kami,” kata Muhammad Rofik, sopir ambulans asal Kecamatan Bangsalsari.

Menurutnya, sejak surat penggantian diterbitkan, mereka tidak pernah mendapat penjelasan yang memuaskan. Untuk itu, mereka menuntut agar ada penjelasan konkret atas pemberhentian pengabdian para sopir. “Kalau alasan pemberhentian terjadi karena ada kesalahan atau hal lain yang melanggar, pasti kami akan pasrah. Tetapi ini, alasannya tidak jelas. Tiba-tiba diberhentikan,” bebernya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masih ingat dengan kasus pemberhentian 28 sopir ambulans awal 2021 lalu? Siang kemarin (4/2), mereka datang ke DPRD Jember untuk kembali mengadukan nasibnya. Mereka tidak terima lantaran diberhentikan tanpa alasan, serta berharap keadilan agar tenaganya tetap dipakai.

Kedatangan sekitar 17 sopir dari total 28 orang yang diberhentikan ini pun ditemui Anggota Komisi D DPRD Jember Dannis Barlie Halim. Para sopir ambulans tersebut meminta agar ada penjelasan mengapa mereka diberhentikan, sementara ratusan sopir lain tidak.

“Bisa jadi, kami yang bekerja profesional hanya menjadi korban politik dan dendam politik. Padahal, kami bekerja menjadi sopir sudah sangat maksimal. Kami pun tidak paham apa kesalahan kami,” kata Muhammad Rofik, sopir ambulans asal Kecamatan Bangsalsari.

Menurutnya, sejak surat penggantian diterbitkan, mereka tidak pernah mendapat penjelasan yang memuaskan. Untuk itu, mereka menuntut agar ada penjelasan konkret atas pemberhentian pengabdian para sopir. “Kalau alasan pemberhentian terjadi karena ada kesalahan atau hal lain yang melanggar, pasti kami akan pasrah. Tetapi ini, alasannya tidak jelas. Tiba-tiba diberhentikan,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/