alexametrics
23.5 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Euforia Kemenangan Parpol Pengusung

Penilaian Video Bagi-Bagi Kue OPD

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Potongan video diskusi kue politik oleh sejumlah pengurus partai masih menjadi perbincangan hangat. Atas isu tersebut, bupati Jember terpilih Hendy Siswanto menyatakan, roda pemerintahan di Pemkab Jember nantinya akan dijalankan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku di Indonesia.

Insyaallah saya akan jalankan pemerintahan Kabupaten Jember sesuai aturan yang ada dan tidak boleh ada yang melanggar, siapa pun juga,” kata Hendy, kemarin (4/2).

Dia menuturkan, dalam kepemimpinannya bersama wakil bupati terpilih Muhammad Balya Firjaun Barlaman, dirinya akan mengedepankan ketaatan terhadap peraturan dibanding intervensi politik. Dengan mematuhi pada peraturan yang ada, menurut Hendy, akan dapat menjawab masalah-masalah dan akan menjadikan Jember lebih baik.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kalau kita semua ikuti regulasi yang sudah ada, insyaallah semua bahagia. Mari kembalikan hak rakyat Jember sesuai regulasi yang sudah diatur di negeri ini,” papar Hendy dalam menyikapi isu yang sempat beredar itu.

Melihat tersebarnya potongan video itu, pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jember, Itok Wicaksono menyampaikan, obrolan dalam video yang beredar masih menjadi bagian dari euforia kemenangan partai pengusung. Menurutnya, diskusi rutin pengurus partai yang tergabung dalam Koalisi Membangun Jember tersebut sama sekali tidak mewakili keputusan bupati dan wabup terpilih.

Menurut Itok, euforia itu kemudian ditangkap oleh kelompok yang menginginkan Jember ke depan harus lebih baik. Sebab, banyak kelompok yang trauma melihat pertengkaran eksekutif dengan legislatif yang terjadi selama ini. “Jadi, obrolan diskusi partai pengusung itu sangat tidak mewakili sikap bupati terpilih dan menginginkan Jember lebih baik,” bebernya.

Soal isu bagi-bagi kue di organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi bagian dari diskusi partai pengusung, menurut Itok, semua pihak harus memahami keberadaan aparatur sipil negara (ASN). Di mana, kata dia, pengabdian dan kinerja ASN menjadi bagian penentu dari karir mereka. “Terkait penempatan ASN, ini sudah ada aturannya. Aturan tentang plotting, penempatan pejabat juga sudah mengarah pada profesionalisme,” urainya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Potongan video diskusi kue politik oleh sejumlah pengurus partai masih menjadi perbincangan hangat. Atas isu tersebut, bupati Jember terpilih Hendy Siswanto menyatakan, roda pemerintahan di Pemkab Jember nantinya akan dijalankan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku di Indonesia.

Insyaallah saya akan jalankan pemerintahan Kabupaten Jember sesuai aturan yang ada dan tidak boleh ada yang melanggar, siapa pun juga,” kata Hendy, kemarin (4/2).

Dia menuturkan, dalam kepemimpinannya bersama wakil bupati terpilih Muhammad Balya Firjaun Barlaman, dirinya akan mengedepankan ketaatan terhadap peraturan dibanding intervensi politik. Dengan mematuhi pada peraturan yang ada, menurut Hendy, akan dapat menjawab masalah-masalah dan akan menjadikan Jember lebih baik.

“Kalau kita semua ikuti regulasi yang sudah ada, insyaallah semua bahagia. Mari kembalikan hak rakyat Jember sesuai regulasi yang sudah diatur di negeri ini,” papar Hendy dalam menyikapi isu yang sempat beredar itu.

Melihat tersebarnya potongan video itu, pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jember, Itok Wicaksono menyampaikan, obrolan dalam video yang beredar masih menjadi bagian dari euforia kemenangan partai pengusung. Menurutnya, diskusi rutin pengurus partai yang tergabung dalam Koalisi Membangun Jember tersebut sama sekali tidak mewakili keputusan bupati dan wabup terpilih.

Menurut Itok, euforia itu kemudian ditangkap oleh kelompok yang menginginkan Jember ke depan harus lebih baik. Sebab, banyak kelompok yang trauma melihat pertengkaran eksekutif dengan legislatif yang terjadi selama ini. “Jadi, obrolan diskusi partai pengusung itu sangat tidak mewakili sikap bupati terpilih dan menginginkan Jember lebih baik,” bebernya.

Soal isu bagi-bagi kue di organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi bagian dari diskusi partai pengusung, menurut Itok, semua pihak harus memahami keberadaan aparatur sipil negara (ASN). Di mana, kata dia, pengabdian dan kinerja ASN menjadi bagian penentu dari karir mereka. “Terkait penempatan ASN, ini sudah ada aturannya. Aturan tentang plotting, penempatan pejabat juga sudah mengarah pada profesionalisme,” urainya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Potongan video diskusi kue politik oleh sejumlah pengurus partai masih menjadi perbincangan hangat. Atas isu tersebut, bupati Jember terpilih Hendy Siswanto menyatakan, roda pemerintahan di Pemkab Jember nantinya akan dijalankan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku di Indonesia.

Insyaallah saya akan jalankan pemerintahan Kabupaten Jember sesuai aturan yang ada dan tidak boleh ada yang melanggar, siapa pun juga,” kata Hendy, kemarin (4/2).

Dia menuturkan, dalam kepemimpinannya bersama wakil bupati terpilih Muhammad Balya Firjaun Barlaman, dirinya akan mengedepankan ketaatan terhadap peraturan dibanding intervensi politik. Dengan mematuhi pada peraturan yang ada, menurut Hendy, akan dapat menjawab masalah-masalah dan akan menjadikan Jember lebih baik.

“Kalau kita semua ikuti regulasi yang sudah ada, insyaallah semua bahagia. Mari kembalikan hak rakyat Jember sesuai regulasi yang sudah diatur di negeri ini,” papar Hendy dalam menyikapi isu yang sempat beredar itu.

Melihat tersebarnya potongan video itu, pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jember, Itok Wicaksono menyampaikan, obrolan dalam video yang beredar masih menjadi bagian dari euforia kemenangan partai pengusung. Menurutnya, diskusi rutin pengurus partai yang tergabung dalam Koalisi Membangun Jember tersebut sama sekali tidak mewakili keputusan bupati dan wabup terpilih.

Menurut Itok, euforia itu kemudian ditangkap oleh kelompok yang menginginkan Jember ke depan harus lebih baik. Sebab, banyak kelompok yang trauma melihat pertengkaran eksekutif dengan legislatif yang terjadi selama ini. “Jadi, obrolan diskusi partai pengusung itu sangat tidak mewakili sikap bupati terpilih dan menginginkan Jember lebih baik,” bebernya.

Soal isu bagi-bagi kue di organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi bagian dari diskusi partai pengusung, menurut Itok, semua pihak harus memahami keberadaan aparatur sipil negara (ASN). Di mana, kata dia, pengabdian dan kinerja ASN menjadi bagian penentu dari karir mereka. “Terkait penempatan ASN, ini sudah ada aturannya. Aturan tentang plotting, penempatan pejabat juga sudah mengarah pada profesionalisme,” urainya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/