alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Berdayakan Pesantren untuk Sejahterakan Ekonomi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, Radar Jember – Jember merupakan salah satu kabupaten yang memiliki jumlah pesantren paling banyak di Jatim. Demi memberdayakan santri yang ada di tiap pesantren, Pemkab Jember melakukan kolaborasi dengan Dinas Koperasi (Diskop) Pemprov Jatim untuk menjalankan program One Pesantren One Product (OPOP).

BACA JUGA : Dua Hari Parkir Pinggir Jalan, Ternyata Sopir Meninggal di Dalam Truk

Sinergi yang akan dibangun ini telah dibahas oleh kedua belah pihak, antara Diskop Pemprov Jatim dengan Bupati Jember Hendy Siswanto yang digawangi oleh leading sector-nya, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Jember, Selasa (2/8), di Pendapa Wahyawibawagraha. Selain demi kemandirian santri dan pesantren, juga untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan pola ekonomi yang sedang dibangun melalui pesantren.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bupati Hendy menyebutkan, sejumlah 41 pesantren di Jember telah tergabung untuk bersama-sama menjalankan program rancangan dari Diskop Jatim dan Diskopum Jember. Tercatat pula, sebanyak 33 pesantren di antaranya sudah memiliki koperasi pesantren. Bahkan, di dalamnya terdapat berbagai produk unggulan yang merupakan produk asli dan dikelola oleh santri. “Program OPOP bisa menjadi salah satu wujud konkret peningkatan perekonomian Jember,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Diskop Jatim Andromeda Qomariah berharap, melalui pemberdayaan santri dan pesantren, alumnusnya bisa menciptakan ekosistem pesantren yang lebih baik lagi. Dia menyebutkan, pemberdayaan ini tertuang dalam tiga pilar dasar program OPOP. “Ada Pesantrenpreneur, Santripreneur, dan Sosiopreneur,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER LOR, Radar Jember – Jember merupakan salah satu kabupaten yang memiliki jumlah pesantren paling banyak di Jatim. Demi memberdayakan santri yang ada di tiap pesantren, Pemkab Jember melakukan kolaborasi dengan Dinas Koperasi (Diskop) Pemprov Jatim untuk menjalankan program One Pesantren One Product (OPOP).

BACA JUGA : Dua Hari Parkir Pinggir Jalan, Ternyata Sopir Meninggal di Dalam Truk

Sinergi yang akan dibangun ini telah dibahas oleh kedua belah pihak, antara Diskop Pemprov Jatim dengan Bupati Jember Hendy Siswanto yang digawangi oleh leading sector-nya, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Jember, Selasa (2/8), di Pendapa Wahyawibawagraha. Selain demi kemandirian santri dan pesantren, juga untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan pola ekonomi yang sedang dibangun melalui pesantren.

Bupati Hendy menyebutkan, sejumlah 41 pesantren di Jember telah tergabung untuk bersama-sama menjalankan program rancangan dari Diskop Jatim dan Diskopum Jember. Tercatat pula, sebanyak 33 pesantren di antaranya sudah memiliki koperasi pesantren. Bahkan, di dalamnya terdapat berbagai produk unggulan yang merupakan produk asli dan dikelola oleh santri. “Program OPOP bisa menjadi salah satu wujud konkret peningkatan perekonomian Jember,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Diskop Jatim Andromeda Qomariah berharap, melalui pemberdayaan santri dan pesantren, alumnusnya bisa menciptakan ekosistem pesantren yang lebih baik lagi. Dia menyebutkan, pemberdayaan ini tertuang dalam tiga pilar dasar program OPOP. “Ada Pesantrenpreneur, Santripreneur, dan Sosiopreneur,” imbuhnya.

JEMBER LOR, Radar Jember – Jember merupakan salah satu kabupaten yang memiliki jumlah pesantren paling banyak di Jatim. Demi memberdayakan santri yang ada di tiap pesantren, Pemkab Jember melakukan kolaborasi dengan Dinas Koperasi (Diskop) Pemprov Jatim untuk menjalankan program One Pesantren One Product (OPOP).

BACA JUGA : Dua Hari Parkir Pinggir Jalan, Ternyata Sopir Meninggal di Dalam Truk

Sinergi yang akan dibangun ini telah dibahas oleh kedua belah pihak, antara Diskop Pemprov Jatim dengan Bupati Jember Hendy Siswanto yang digawangi oleh leading sector-nya, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Jember, Selasa (2/8), di Pendapa Wahyawibawagraha. Selain demi kemandirian santri dan pesantren, juga untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan pola ekonomi yang sedang dibangun melalui pesantren.

Bupati Hendy menyebutkan, sejumlah 41 pesantren di Jember telah tergabung untuk bersama-sama menjalankan program rancangan dari Diskop Jatim dan Diskopum Jember. Tercatat pula, sebanyak 33 pesantren di antaranya sudah memiliki koperasi pesantren. Bahkan, di dalamnya terdapat berbagai produk unggulan yang merupakan produk asli dan dikelola oleh santri. “Program OPOP bisa menjadi salah satu wujud konkret peningkatan perekonomian Jember,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Diskop Jatim Andromeda Qomariah berharap, melalui pemberdayaan santri dan pesantren, alumnusnya bisa menciptakan ekosistem pesantren yang lebih baik lagi. Dia menyebutkan, pemberdayaan ini tertuang dalam tiga pilar dasar program OPOP. “Ada Pesantrenpreneur, Santripreneur, dan Sosiopreneur,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/