alexametrics
24.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Hmm, Apa Kabar Dana Pengamanan Pilkades?

Jelang Tes Tulis Dua Pekan Lagi

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Jelang pelaksanaan tahapan pemilihan kepala desa (pilkades), diketahui bahwa ada hal cukup krusial yang belum terkaver dalam APBD. Yaitu dana untuk pengamanan pilkades. Hal tersebut terungkap dalam pembahasan di Komisi A DPRD Kabupaten Jember, beberapa waktu lalu.

Ketua Komisi A Tabroni menyebut, tidak terkavernya dana pengamanan sangat penting untuk diputuskan jauh hari sebelum pencoblosan. Menurutnya, guna memecahkan masalah dana pengamanan pilkades yang belum ada, maka sejumlah pihak perlu duduk bersama. “Masalah ini akan kami bahas lagi. Dalam waktu dekat, dinas, TNI, dan Polri akan kami panggil untuk membahasnya,” imbuhnya.

Tabroni menilai, permasalahan dana pengamanan tidak boleh dianggap sepele. Apalagi ada 59 desa yang akan menggelar pilkades. Dengan demikian, tenaga dari kepolisian dan TNI yang dibutuhkan juga tidak sedikit. “Pengamanan pilkades bukan saja hari-H pencoblosan. Sebelum dan sesudahnya juga perlu pengamanan,” cetusnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dana pengamanan itu nanti, menurut dia, layak dibahas. Termasuk terkait sumber dananya, apakah akan diambilkan dari APBD atau sumber dana lain. “Kalau dari APBD, berarti harus masuk pada perubahan APBD nanti,” jelas Tabroni.

Sementara itu, tahapan pilkades yang sempat ditunda karena PPKM direncanakan akan dimulai lagi. Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Adi Wijaya menyebut, rencana tes tulis bagi bakal calon kepala desa akan dilangsungkan dua pekan lagi. “Rencananya tanggal 18 Agustus,” kata Adi. Dengan catatan, jika tidak ada perubahan rencana.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Jelang pelaksanaan tahapan pemilihan kepala desa (pilkades), diketahui bahwa ada hal cukup krusial yang belum terkaver dalam APBD. Yaitu dana untuk pengamanan pilkades. Hal tersebut terungkap dalam pembahasan di Komisi A DPRD Kabupaten Jember, beberapa waktu lalu.

Ketua Komisi A Tabroni menyebut, tidak terkavernya dana pengamanan sangat penting untuk diputuskan jauh hari sebelum pencoblosan. Menurutnya, guna memecahkan masalah dana pengamanan pilkades yang belum ada, maka sejumlah pihak perlu duduk bersama. “Masalah ini akan kami bahas lagi. Dalam waktu dekat, dinas, TNI, dan Polri akan kami panggil untuk membahasnya,” imbuhnya.

Tabroni menilai, permasalahan dana pengamanan tidak boleh dianggap sepele. Apalagi ada 59 desa yang akan menggelar pilkades. Dengan demikian, tenaga dari kepolisian dan TNI yang dibutuhkan juga tidak sedikit. “Pengamanan pilkades bukan saja hari-H pencoblosan. Sebelum dan sesudahnya juga perlu pengamanan,” cetusnya.

Dana pengamanan itu nanti, menurut dia, layak dibahas. Termasuk terkait sumber dananya, apakah akan diambilkan dari APBD atau sumber dana lain. “Kalau dari APBD, berarti harus masuk pada perubahan APBD nanti,” jelas Tabroni.

Sementara itu, tahapan pilkades yang sempat ditunda karena PPKM direncanakan akan dimulai lagi. Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Adi Wijaya menyebut, rencana tes tulis bagi bakal calon kepala desa akan dilangsungkan dua pekan lagi. “Rencananya tanggal 18 Agustus,” kata Adi. Dengan catatan, jika tidak ada perubahan rencana.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Jelang pelaksanaan tahapan pemilihan kepala desa (pilkades), diketahui bahwa ada hal cukup krusial yang belum terkaver dalam APBD. Yaitu dana untuk pengamanan pilkades. Hal tersebut terungkap dalam pembahasan di Komisi A DPRD Kabupaten Jember, beberapa waktu lalu.

Ketua Komisi A Tabroni menyebut, tidak terkavernya dana pengamanan sangat penting untuk diputuskan jauh hari sebelum pencoblosan. Menurutnya, guna memecahkan masalah dana pengamanan pilkades yang belum ada, maka sejumlah pihak perlu duduk bersama. “Masalah ini akan kami bahas lagi. Dalam waktu dekat, dinas, TNI, dan Polri akan kami panggil untuk membahasnya,” imbuhnya.

Tabroni menilai, permasalahan dana pengamanan tidak boleh dianggap sepele. Apalagi ada 59 desa yang akan menggelar pilkades. Dengan demikian, tenaga dari kepolisian dan TNI yang dibutuhkan juga tidak sedikit. “Pengamanan pilkades bukan saja hari-H pencoblosan. Sebelum dan sesudahnya juga perlu pengamanan,” cetusnya.

Dana pengamanan itu nanti, menurut dia, layak dibahas. Termasuk terkait sumber dananya, apakah akan diambilkan dari APBD atau sumber dana lain. “Kalau dari APBD, berarti harus masuk pada perubahan APBD nanti,” jelas Tabroni.

Sementara itu, tahapan pilkades yang sempat ditunda karena PPKM direncanakan akan dimulai lagi. Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Adi Wijaya menyebut, rencana tes tulis bagi bakal calon kepala desa akan dilangsungkan dua pekan lagi. “Rencananya tanggal 18 Agustus,” kata Adi. Dengan catatan, jika tidak ada perubahan rencana.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/