alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Walaupun Turun Level, Warga Tetap Waspada, Jangan Lengah

Jember Turun Level Jadi PPKM Level 3

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LORRADARJEMBER.ID – Pemerintah kembali memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 9 Agustus. Pada masa perpanjangan ini, Kabupaten Jember turun status dari PPKM level 4 menjadi level 3, seiring turunnya kasus penularan Covid-19. Kendati demikian, pemerintah dan masyarakat tidak boleh lengah. Harus tetap waspada. Terlebih, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh satgas Covid-19 di semua tingkatan.

Kemarin (3/8), Bupati Jember Hendy Siswanto kembali mengumpulkan para anggota Satgas Covid-19 Kabupaten Jember di Pendapa Wahyawibawagraha. Semua perangkat di masing-masing kecamatan kota, kepala puskesmas, hingga lurah ikut nimbrung dalam agenda itu untuk menuntaskan banyak hal terkait penanganan pandemi. Salah satunya, tingginya kasus warga terpapar Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing.

Berdasarkan data, dari 906 warga yang sedang menjalani isoman, 47,5 persennya berasal dari tiga kecamatan kota. Yakni Sumbersari (136), Kaliwates (192), dan Kecamatan Patrang (103). Karena itu, total ada 431 warga Jember kota yang sedang menjalani isoman. Baik di rumah masing-masing maupun yang menjalani isolasi terpusat (isoter) yang disiapkan pemerintah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hendy menyebut, fenomena itu adalah hal yang ganjal. Mengapa malah di daerah kota yang lebih banyak terpapar Covid-19. Apalagi di Sumbersari, yang kena malah orang-orang yang disebutnya pintar-pintar. “Itu menandakan bahwa yang pintar belum tentu patuh,” ucapnya.

Ketika mendapatkan laporan bahwa ada salah satu fasilitas layanan kesehatan (fayankes) yang masih kurang baik dalam menangani pasien Covid-19, nada suara Hendy tiba-tiba meninggi. “Saya harap mulai sekarang jangan sampai melepaskan warga yang terbukti positif Covid-19,” tegasnya.

Bagaimanapun, pola standard operating procedure (SOP) di puskesmas diharapkan Hendy tidak seperti itu. Setelah kedapatan ada yang positif, harus ditahan dulu sembari menghubungi personel babinsa atau bhabinkamtibmas setempat. “Jangan sampai mereka jadi sales penyakit,” pintanya.

- Advertisement -

JEMBER LORRADARJEMBER.ID – Pemerintah kembali memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 9 Agustus. Pada masa perpanjangan ini, Kabupaten Jember turun status dari PPKM level 4 menjadi level 3, seiring turunnya kasus penularan Covid-19. Kendati demikian, pemerintah dan masyarakat tidak boleh lengah. Harus tetap waspada. Terlebih, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh satgas Covid-19 di semua tingkatan.

Kemarin (3/8), Bupati Jember Hendy Siswanto kembali mengumpulkan para anggota Satgas Covid-19 Kabupaten Jember di Pendapa Wahyawibawagraha. Semua perangkat di masing-masing kecamatan kota, kepala puskesmas, hingga lurah ikut nimbrung dalam agenda itu untuk menuntaskan banyak hal terkait penanganan pandemi. Salah satunya, tingginya kasus warga terpapar Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing.

Berdasarkan data, dari 906 warga yang sedang menjalani isoman, 47,5 persennya berasal dari tiga kecamatan kota. Yakni Sumbersari (136), Kaliwates (192), dan Kecamatan Patrang (103). Karena itu, total ada 431 warga Jember kota yang sedang menjalani isoman. Baik di rumah masing-masing maupun yang menjalani isolasi terpusat (isoter) yang disiapkan pemerintah.

Hendy menyebut, fenomena itu adalah hal yang ganjal. Mengapa malah di daerah kota yang lebih banyak terpapar Covid-19. Apalagi di Sumbersari, yang kena malah orang-orang yang disebutnya pintar-pintar. “Itu menandakan bahwa yang pintar belum tentu patuh,” ucapnya.

Ketika mendapatkan laporan bahwa ada salah satu fasilitas layanan kesehatan (fayankes) yang masih kurang baik dalam menangani pasien Covid-19, nada suara Hendy tiba-tiba meninggi. “Saya harap mulai sekarang jangan sampai melepaskan warga yang terbukti positif Covid-19,” tegasnya.

Bagaimanapun, pola standard operating procedure (SOP) di puskesmas diharapkan Hendy tidak seperti itu. Setelah kedapatan ada yang positif, harus ditahan dulu sembari menghubungi personel babinsa atau bhabinkamtibmas setempat. “Jangan sampai mereka jadi sales penyakit,” pintanya.

JEMBER LORRADARJEMBER.ID – Pemerintah kembali memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 9 Agustus. Pada masa perpanjangan ini, Kabupaten Jember turun status dari PPKM level 4 menjadi level 3, seiring turunnya kasus penularan Covid-19. Kendati demikian, pemerintah dan masyarakat tidak boleh lengah. Harus tetap waspada. Terlebih, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh satgas Covid-19 di semua tingkatan.

Kemarin (3/8), Bupati Jember Hendy Siswanto kembali mengumpulkan para anggota Satgas Covid-19 Kabupaten Jember di Pendapa Wahyawibawagraha. Semua perangkat di masing-masing kecamatan kota, kepala puskesmas, hingga lurah ikut nimbrung dalam agenda itu untuk menuntaskan banyak hal terkait penanganan pandemi. Salah satunya, tingginya kasus warga terpapar Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing.

Berdasarkan data, dari 906 warga yang sedang menjalani isoman, 47,5 persennya berasal dari tiga kecamatan kota. Yakni Sumbersari (136), Kaliwates (192), dan Kecamatan Patrang (103). Karena itu, total ada 431 warga Jember kota yang sedang menjalani isoman. Baik di rumah masing-masing maupun yang menjalani isolasi terpusat (isoter) yang disiapkan pemerintah.

Hendy menyebut, fenomena itu adalah hal yang ganjal. Mengapa malah di daerah kota yang lebih banyak terpapar Covid-19. Apalagi di Sumbersari, yang kena malah orang-orang yang disebutnya pintar-pintar. “Itu menandakan bahwa yang pintar belum tentu patuh,” ucapnya.

Ketika mendapatkan laporan bahwa ada salah satu fasilitas layanan kesehatan (fayankes) yang masih kurang baik dalam menangani pasien Covid-19, nada suara Hendy tiba-tiba meninggi. “Saya harap mulai sekarang jangan sampai melepaskan warga yang terbukti positif Covid-19,” tegasnya.

Bagaimanapun, pola standard operating procedure (SOP) di puskesmas diharapkan Hendy tidak seperti itu. Setelah kedapatan ada yang positif, harus ditahan dulu sembari menghubungi personel babinsa atau bhabinkamtibmas setempat. “Jangan sampai mereka jadi sales penyakit,” pintanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/