23.1 C
Jember
Tuesday, 21 March 2023

Jember Cetak Rekor Silpa Terbesar

2020 Tembus Rp 842 Miliar

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keruwetan tahun politik 2020 lalu seakan menjadikan Jember terlena akan banyak hal. Salah satunya bisa dilihat dari angka Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran (Silpa) yang mencapai Rp 842,99 miliar.

Alih-alih dana bisa dipakai untuk kepentingan rakyat, ternyata harus ngendon alias tertahan akibat minim serapannya. “Ini luar biasa, Silpa Jember mencapai Rp 842,99 miliar. Ini sepertinya yang tertinggi yang pernah dimiliki Jember,” kata Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi di ruang kerjanya, kemarin (6/3).

Silpa yang mencapai sebesar itu, menurut Itqon, sejatinya telah diprediksi oleh banyak pihak. Pada pembahasan APBD 2021, beberapa waktu lalu, diasumsikan Silpa Perkada APBD 2020 mencapai sekitar Rp 800 miliar. “Kami berharap, Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjaun agar memanfaatkan Silpa ini untuk kemakmuran masyarakat Jember. Bisa untuk pembangunan infrastruktur atau yang lain, wes wayahe Jember bangkit,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Itqon menguraikan, Silpa Perkada APBD Jember 2020 menjadi besar akibat serapan anggaran yang sangat rendah. “Secara de facto, Jember tidak punya Perda APBD, tetapi Perkada APBD. Ketiadaan Perda APBD mengakibatkan Pemkab Jember tidak bisa leluasa menggunakan anggaran,” ujarnya. Hal itulah yang menjadikan Silpa tinggi.

Di sisi lain, hadirnya wabah korona memang memberi sumbangsih penyerapan dana. Meski menurutnya juga dinilai ada yang tidak wajar oleh BPK. Namun tetap saja, Silpa menjadi besar akibat tidak adanya keharmonisan antara eksekutif dan legislatif, dan proses penganggaran hingga realisasinya dilakukan sepihak oleh eksekutif kala itu.

Itqon menyebut, agar APBD tahun 2021 ini jumlah Silpa tidak tinggi, maka perlu dilakukan serapan anggaran dengan semangat akselerasi. Salah satu yang menurutnya penting untuk dieksekusi dengan cepat adalah penetapan kepala-kepala OPD yang ada di Jember. “Harapan saya kepada bupati untuk segera mendefinitifkan Plt-Plt, khususnya kepala OPD. Agar dalam penggunaan anggaran dan pelaksanaan kegiatan tidak ada keragu-raguan,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keruwetan tahun politik 2020 lalu seakan menjadikan Jember terlena akan banyak hal. Salah satunya bisa dilihat dari angka Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran (Silpa) yang mencapai Rp 842,99 miliar.

Alih-alih dana bisa dipakai untuk kepentingan rakyat, ternyata harus ngendon alias tertahan akibat minim serapannya. “Ini luar biasa, Silpa Jember mencapai Rp 842,99 miliar. Ini sepertinya yang tertinggi yang pernah dimiliki Jember,” kata Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi di ruang kerjanya, kemarin (6/3).

Silpa yang mencapai sebesar itu, menurut Itqon, sejatinya telah diprediksi oleh banyak pihak. Pada pembahasan APBD 2021, beberapa waktu lalu, diasumsikan Silpa Perkada APBD 2020 mencapai sekitar Rp 800 miliar. “Kami berharap, Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjaun agar memanfaatkan Silpa ini untuk kemakmuran masyarakat Jember. Bisa untuk pembangunan infrastruktur atau yang lain, wes wayahe Jember bangkit,” ucapnya.

Itqon menguraikan, Silpa Perkada APBD Jember 2020 menjadi besar akibat serapan anggaran yang sangat rendah. “Secara de facto, Jember tidak punya Perda APBD, tetapi Perkada APBD. Ketiadaan Perda APBD mengakibatkan Pemkab Jember tidak bisa leluasa menggunakan anggaran,” ujarnya. Hal itulah yang menjadikan Silpa tinggi.

Di sisi lain, hadirnya wabah korona memang memberi sumbangsih penyerapan dana. Meski menurutnya juga dinilai ada yang tidak wajar oleh BPK. Namun tetap saja, Silpa menjadi besar akibat tidak adanya keharmonisan antara eksekutif dan legislatif, dan proses penganggaran hingga realisasinya dilakukan sepihak oleh eksekutif kala itu.

Itqon menyebut, agar APBD tahun 2021 ini jumlah Silpa tidak tinggi, maka perlu dilakukan serapan anggaran dengan semangat akselerasi. Salah satu yang menurutnya penting untuk dieksekusi dengan cepat adalah penetapan kepala-kepala OPD yang ada di Jember. “Harapan saya kepada bupati untuk segera mendefinitifkan Plt-Plt, khususnya kepala OPD. Agar dalam penggunaan anggaran dan pelaksanaan kegiatan tidak ada keragu-raguan,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keruwetan tahun politik 2020 lalu seakan menjadikan Jember terlena akan banyak hal. Salah satunya bisa dilihat dari angka Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran (Silpa) yang mencapai Rp 842,99 miliar.

Alih-alih dana bisa dipakai untuk kepentingan rakyat, ternyata harus ngendon alias tertahan akibat minim serapannya. “Ini luar biasa, Silpa Jember mencapai Rp 842,99 miliar. Ini sepertinya yang tertinggi yang pernah dimiliki Jember,” kata Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi di ruang kerjanya, kemarin (6/3).

Silpa yang mencapai sebesar itu, menurut Itqon, sejatinya telah diprediksi oleh banyak pihak. Pada pembahasan APBD 2021, beberapa waktu lalu, diasumsikan Silpa Perkada APBD 2020 mencapai sekitar Rp 800 miliar. “Kami berharap, Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjaun agar memanfaatkan Silpa ini untuk kemakmuran masyarakat Jember. Bisa untuk pembangunan infrastruktur atau yang lain, wes wayahe Jember bangkit,” ucapnya.

Itqon menguraikan, Silpa Perkada APBD Jember 2020 menjadi besar akibat serapan anggaran yang sangat rendah. “Secara de facto, Jember tidak punya Perda APBD, tetapi Perkada APBD. Ketiadaan Perda APBD mengakibatkan Pemkab Jember tidak bisa leluasa menggunakan anggaran,” ujarnya. Hal itulah yang menjadikan Silpa tinggi.

Di sisi lain, hadirnya wabah korona memang memberi sumbangsih penyerapan dana. Meski menurutnya juga dinilai ada yang tidak wajar oleh BPK. Namun tetap saja, Silpa menjadi besar akibat tidak adanya keharmonisan antara eksekutif dan legislatif, dan proses penganggaran hingga realisasinya dilakukan sepihak oleh eksekutif kala itu.

Itqon menyebut, agar APBD tahun 2021 ini jumlah Silpa tidak tinggi, maka perlu dilakukan serapan anggaran dengan semangat akselerasi. Salah satu yang menurutnya penting untuk dieksekusi dengan cepat adalah penetapan kepala-kepala OPD yang ada di Jember. “Harapan saya kepada bupati untuk segera mendefinitifkan Plt-Plt, khususnya kepala OPD. Agar dalam penggunaan anggaran dan pelaksanaan kegiatan tidak ada keragu-raguan,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca