alexametrics
23.8 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Kejar Piutang Pihak Ketiga pada Perumdam

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Beredarnya piutang pihak ketiga terhadap Perumdam Tirta Pandalungan akhirnya dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Jember, kemarin (3/3). Anggota dewan ingin ada kejelasan mengenai hutang pihak ketiga yang mencapai lebih dari Rp 598 juta kepada Perumdam tersebut.

“Kami ingin mempertanyakan apa dasar meminjamkan uang itu dan mempertanyakan apakah uang itu sudah dikembalikan atau belum,” kata Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (3/3).

David menyebut, Perumdam bukanlah sebuah perusahaan yang beroperasi seperti koperasi atau bank. Untuk itu, tidak sepantasnya uang milik Perumdam dipinjam-pinjamkan. “Lebih baik uang itu untuk mengembangkan Perumdam, mengembangkan Hazora, atau untuk perawatan lain,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada saat rapat, hal itu pun ditanyakan langsung kepada Direktur Perumdam Tirta Pandalungan Ady Setiawan. “Tadi kami tanyakan, katanya sudah dikembalikan. Tetapi, kami butuh cek lagi karena belum ada hitam di atas putih,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Perumdam Tirta Pandalungan Jember Ady Setiawan mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan perbaikan. Salah satunya adalah pengembangan Hazora. “Semua audit berkaitan dengan air perpipaan, karena sudah ada aturannya. Sedangkan Hazora ini sebagai pelengkap agar menjadi kebanggaan saja. Belum dibakukan bentuk hukumnya seperti apa. Apakah nanti akan menjadi anak perusahaan atau unit bisnis,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Beredarnya piutang pihak ketiga terhadap Perumdam Tirta Pandalungan akhirnya dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Jember, kemarin (3/3). Anggota dewan ingin ada kejelasan mengenai hutang pihak ketiga yang mencapai lebih dari Rp 598 juta kepada Perumdam tersebut.

“Kami ingin mempertanyakan apa dasar meminjamkan uang itu dan mempertanyakan apakah uang itu sudah dikembalikan atau belum,” kata Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (3/3).

David menyebut, Perumdam bukanlah sebuah perusahaan yang beroperasi seperti koperasi atau bank. Untuk itu, tidak sepantasnya uang milik Perumdam dipinjam-pinjamkan. “Lebih baik uang itu untuk mengembangkan Perumdam, mengembangkan Hazora, atau untuk perawatan lain,” katanya.

Pada saat rapat, hal itu pun ditanyakan langsung kepada Direktur Perumdam Tirta Pandalungan Ady Setiawan. “Tadi kami tanyakan, katanya sudah dikembalikan. Tetapi, kami butuh cek lagi karena belum ada hitam di atas putih,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Perumdam Tirta Pandalungan Jember Ady Setiawan mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan perbaikan. Salah satunya adalah pengembangan Hazora. “Semua audit berkaitan dengan air perpipaan, karena sudah ada aturannya. Sedangkan Hazora ini sebagai pelengkap agar menjadi kebanggaan saja. Belum dibakukan bentuk hukumnya seperti apa. Apakah nanti akan menjadi anak perusahaan atau unit bisnis,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Beredarnya piutang pihak ketiga terhadap Perumdam Tirta Pandalungan akhirnya dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Jember, kemarin (3/3). Anggota dewan ingin ada kejelasan mengenai hutang pihak ketiga yang mencapai lebih dari Rp 598 juta kepada Perumdam tersebut.

“Kami ingin mempertanyakan apa dasar meminjamkan uang itu dan mempertanyakan apakah uang itu sudah dikembalikan atau belum,” kata Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (3/3).

David menyebut, Perumdam bukanlah sebuah perusahaan yang beroperasi seperti koperasi atau bank. Untuk itu, tidak sepantasnya uang milik Perumdam dipinjam-pinjamkan. “Lebih baik uang itu untuk mengembangkan Perumdam, mengembangkan Hazora, atau untuk perawatan lain,” katanya.

Pada saat rapat, hal itu pun ditanyakan langsung kepada Direktur Perumdam Tirta Pandalungan Ady Setiawan. “Tadi kami tanyakan, katanya sudah dikembalikan. Tetapi, kami butuh cek lagi karena belum ada hitam di atas putih,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Perumdam Tirta Pandalungan Jember Ady Setiawan mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan perbaikan. Salah satunya adalah pengembangan Hazora. “Semua audit berkaitan dengan air perpipaan, karena sudah ada aturannya. Sedangkan Hazora ini sebagai pelengkap agar menjadi kebanggaan saja. Belum dibakukan bentuk hukumnya seperti apa. Apakah nanti akan menjadi anak perusahaan atau unit bisnis,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/