alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Dewan ‘Koboi’ Akui Tinju Korban

BK DPRD Tunggu Laporan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Imron Baihaqi, anggota DPRD Jember, akhirnya mengakui perbuatannya, kemarin (3/2). Pascainsiden pemukulan yang terjadi, politisi PPP itu menyampaikan penyesalannya. Dia juga akan meminta maaf kepada korban, Dodik Wahyu Rianto, Ketua RT 4 RW 13 di Perum Bernady Land Cluster Gardenia, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang.

Kepada sejumlah wartawan, Imron menceritakan kronologi yang membuat insiden itu terjadi. Menurutnya, pada Minggu malam lalu, dirinya harus segera pulang karena ada kabar orang tuanya sakit. Dia pun terburu-buru dan mengendarai mobil dengan melaju lebih cepat dari biasanya, khususnya di jalan tempat kejadian perkara (TKP).

Hal inilah yang menjadi alasan hingga membuatnya lepas kontrol saat ditegur warga, sehingga terjadi insiden pemukulan. “Saya dapat kabar dari orang rumah kalau orang tua saya, yakni ayah, sakit. Jadi, saya berkendara sedikit kencang dan terjadi insiden tersebut,” kata Imron kepada sejumlah wartawan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Atas kejadian ini, Imron, yang posisinya dinonaktifkan dari Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Jember, ingin segera meminta maaf atas sikapnya. Namun, hingga dirinya memberi keterangan kepada awak media, dia mengaku, kondisinya belum memungkinkan sehingga Imron menundanya. Atas insiden yang telah terjadi, Imron juga menyampaikan penyesalan. “Saya menyesal atas kejadian tersebut. Saya akan meminta maaf segera kepada korban,” paparnya.

Terpisah, anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember Sunardi menjelaskan, kasus dugaan pemukulan yang melibatkan Imron Baihaqi belum sampai kepada BK Jember. Untuk itu, BK belum bisa berbuat banyak dalam menyikapinya. “Sampai hari ini belum ada laporan apa pun dan dari mana pun kepada BK DPRD Jember,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Imron Baihaqi, anggota DPRD Jember, akhirnya mengakui perbuatannya, kemarin (3/2). Pascainsiden pemukulan yang terjadi, politisi PPP itu menyampaikan penyesalannya. Dia juga akan meminta maaf kepada korban, Dodik Wahyu Rianto, Ketua RT 4 RW 13 di Perum Bernady Land Cluster Gardenia, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang.

Kepada sejumlah wartawan, Imron menceritakan kronologi yang membuat insiden itu terjadi. Menurutnya, pada Minggu malam lalu, dirinya harus segera pulang karena ada kabar orang tuanya sakit. Dia pun terburu-buru dan mengendarai mobil dengan melaju lebih cepat dari biasanya, khususnya di jalan tempat kejadian perkara (TKP).

Hal inilah yang menjadi alasan hingga membuatnya lepas kontrol saat ditegur warga, sehingga terjadi insiden pemukulan. “Saya dapat kabar dari orang rumah kalau orang tua saya, yakni ayah, sakit. Jadi, saya berkendara sedikit kencang dan terjadi insiden tersebut,” kata Imron kepada sejumlah wartawan.

Atas kejadian ini, Imron, yang posisinya dinonaktifkan dari Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Jember, ingin segera meminta maaf atas sikapnya. Namun, hingga dirinya memberi keterangan kepada awak media, dia mengaku, kondisinya belum memungkinkan sehingga Imron menundanya. Atas insiden yang telah terjadi, Imron juga menyampaikan penyesalan. “Saya menyesal atas kejadian tersebut. Saya akan meminta maaf segera kepada korban,” paparnya.

Terpisah, anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember Sunardi menjelaskan, kasus dugaan pemukulan yang melibatkan Imron Baihaqi belum sampai kepada BK Jember. Untuk itu, BK belum bisa berbuat banyak dalam menyikapinya. “Sampai hari ini belum ada laporan apa pun dan dari mana pun kepada BK DPRD Jember,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Imron Baihaqi, anggota DPRD Jember, akhirnya mengakui perbuatannya, kemarin (3/2). Pascainsiden pemukulan yang terjadi, politisi PPP itu menyampaikan penyesalannya. Dia juga akan meminta maaf kepada korban, Dodik Wahyu Rianto, Ketua RT 4 RW 13 di Perum Bernady Land Cluster Gardenia, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang.

Kepada sejumlah wartawan, Imron menceritakan kronologi yang membuat insiden itu terjadi. Menurutnya, pada Minggu malam lalu, dirinya harus segera pulang karena ada kabar orang tuanya sakit. Dia pun terburu-buru dan mengendarai mobil dengan melaju lebih cepat dari biasanya, khususnya di jalan tempat kejadian perkara (TKP).

Hal inilah yang menjadi alasan hingga membuatnya lepas kontrol saat ditegur warga, sehingga terjadi insiden pemukulan. “Saya dapat kabar dari orang rumah kalau orang tua saya, yakni ayah, sakit. Jadi, saya berkendara sedikit kencang dan terjadi insiden tersebut,” kata Imron kepada sejumlah wartawan.

Atas kejadian ini, Imron, yang posisinya dinonaktifkan dari Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Jember, ingin segera meminta maaf atas sikapnya. Namun, hingga dirinya memberi keterangan kepada awak media, dia mengaku, kondisinya belum memungkinkan sehingga Imron menundanya. Atas insiden yang telah terjadi, Imron juga menyampaikan penyesalan. “Saya menyesal atas kejadian tersebut. Saya akan meminta maaf segera kepada korban,” paparnya.

Terpisah, anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember Sunardi menjelaskan, kasus dugaan pemukulan yang melibatkan Imron Baihaqi belum sampai kepada BK Jember. Untuk itu, BK belum bisa berbuat banyak dalam menyikapinya. “Sampai hari ini belum ada laporan apa pun dan dari mana pun kepada BK DPRD Jember,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/