alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Momentum Pembahasan RPJMD: Jangan Anak Tirikan Seniman

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Kebudayaan dan kesenian yang ada di Jember banyak macamnya. Itu semua tidak lepas dari sumbangsih pemikiran dan tenaga para tokoh dan seniman. Namun demikian, keberadaan mereka seakan dipandang sebelah mata.

Pembahasan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), menurut Sugiyono Yongky Wibowo, menjadi momentum penting untuk serap aspirasi. Apalagi, seniman dan budayawan beberapa tahun terakhir kurang diperhatikan. “Jangan memandang sebelah mata keberadaan para seniman maupun budayawan. Mereka ini adalah para pelaku yang melestarikan kesenian dan kebudayaan di Jember,” kata anggota DPRD Jember tersebut.

Yongky, yang merupakan politisi PPP, menyebut, seniman dan budayawan selama ini bisa berkembang karena upaya dan kreativitas masing-masing. Mereka banyak yang bertahan hidup dengan mendatangi undangan dari satu panggung ke panggung yang lain. Sebut saja jaranan, barong, atau komunitas.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ke depan, komunitas budayawan ataupun seniman, menurutnya, perlu diperhatikan. “Jangan anak tirikan para seniman. Ke depan, pemerintah perlu memberikan perhatian dengan cara memberdayakan,” ulasnya.

Yongki yang merupakan anggota Komisi A ini mencontohkan, apabila pemerintah tingkat kecamatan melakukan kegiatan formal atau rapat yang melibatkan pemerintah desa, setidaknya bisa menampilkan kesenian yang ada di Jember. “Pemberdayaan seni dan budaya harus dilakukan pemerintah. Selain itu, untuk membantu mereka, paling tidak bisa menjadi pembuka acara atau penutup,” sarannya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Kebudayaan dan kesenian yang ada di Jember banyak macamnya. Itu semua tidak lepas dari sumbangsih pemikiran dan tenaga para tokoh dan seniman. Namun demikian, keberadaan mereka seakan dipandang sebelah mata.

Pembahasan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), menurut Sugiyono Yongky Wibowo, menjadi momentum penting untuk serap aspirasi. Apalagi, seniman dan budayawan beberapa tahun terakhir kurang diperhatikan. “Jangan memandang sebelah mata keberadaan para seniman maupun budayawan. Mereka ini adalah para pelaku yang melestarikan kesenian dan kebudayaan di Jember,” kata anggota DPRD Jember tersebut.

Yongky, yang merupakan politisi PPP, menyebut, seniman dan budayawan selama ini bisa berkembang karena upaya dan kreativitas masing-masing. Mereka banyak yang bertahan hidup dengan mendatangi undangan dari satu panggung ke panggung yang lain. Sebut saja jaranan, barong, atau komunitas.

Ke depan, komunitas budayawan ataupun seniman, menurutnya, perlu diperhatikan. “Jangan anak tirikan para seniman. Ke depan, pemerintah perlu memberikan perhatian dengan cara memberdayakan,” ulasnya.

Yongki yang merupakan anggota Komisi A ini mencontohkan, apabila pemerintah tingkat kecamatan melakukan kegiatan formal atau rapat yang melibatkan pemerintah desa, setidaknya bisa menampilkan kesenian yang ada di Jember. “Pemberdayaan seni dan budaya harus dilakukan pemerintah. Selain itu, untuk membantu mereka, paling tidak bisa menjadi pembuka acara atau penutup,” sarannya.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Kebudayaan dan kesenian yang ada di Jember banyak macamnya. Itu semua tidak lepas dari sumbangsih pemikiran dan tenaga para tokoh dan seniman. Namun demikian, keberadaan mereka seakan dipandang sebelah mata.

Pembahasan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), menurut Sugiyono Yongky Wibowo, menjadi momentum penting untuk serap aspirasi. Apalagi, seniman dan budayawan beberapa tahun terakhir kurang diperhatikan. “Jangan memandang sebelah mata keberadaan para seniman maupun budayawan. Mereka ini adalah para pelaku yang melestarikan kesenian dan kebudayaan di Jember,” kata anggota DPRD Jember tersebut.

Yongky, yang merupakan politisi PPP, menyebut, seniman dan budayawan selama ini bisa berkembang karena upaya dan kreativitas masing-masing. Mereka banyak yang bertahan hidup dengan mendatangi undangan dari satu panggung ke panggung yang lain. Sebut saja jaranan, barong, atau komunitas.

Ke depan, komunitas budayawan ataupun seniman, menurutnya, perlu diperhatikan. “Jangan anak tirikan para seniman. Ke depan, pemerintah perlu memberikan perhatian dengan cara memberdayakan,” ulasnya.

Yongki yang merupakan anggota Komisi A ini mencontohkan, apabila pemerintah tingkat kecamatan melakukan kegiatan formal atau rapat yang melibatkan pemerintah desa, setidaknya bisa menampilkan kesenian yang ada di Jember. “Pemberdayaan seni dan budaya harus dilakukan pemerintah. Selain itu, untuk membantu mereka, paling tidak bisa menjadi pembuka acara atau penutup,” sarannya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/