alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Butuh Peran Nyata Mahasiswa Pertanian

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Bupati Jember Hendy Siswanto secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan BEM Pertanian Indonesia (IBEMPI), kemarin (2/8), di Universitas Jember (Unej). Dia menyampaikan pesan kepada puluhan mahasiswa pertanian dari berbagai kampus di Indonesia untuk berperan nyata terhadap kemajuan pertanian bangsa.

BACA JUGA : Mengapa Sepeda Listrik Tidak Ditilang? Ini Alasannya

Dengan terselenggaranya Munas dan Rakernas IBEMPI, Bupati Hendy berharap bisa menghasilkan program yang bisa diimplementasikan secara konkret. Utamanya program yang memiliki hubungan dengan Program Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “Mahasiswa harus berinovasi dan berkarya. Modalnya susah dulu, jangan suka yang instan,” pesannya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepekaan mahasiswa terhadap perkembangan zaman, kata dia, harus ditumbuhkan. Menurutnya, bidang pertanian di masa depan akan menjadi sektor yang paling dicari. Sedangkan bidang ilmu lainnya tetaplah penting. Sebab, kata Hendy, kebutuhan dasar seluruh manusia yang tidak dapat digantikan adalah pangan. “Pangan hanya didapatkan dari hasil pertanian,” paparnya.

Dia melanjutkan, ilmu di luar pertanian akan menjadi pendorong kemajuan pertanian dan petani agar bisa lebih eksis. Sehingga, bisa membuat produk pertanian yang bersifat sustainable atau berkelanjutan. Pola pikir petani di negeri ini, termasuk Jember, tambahnya, masih sangat minim untuk berpikir ke depan mengembangkan pertanian berkelanjutan yang lebih modern. Salah satunya dari budi daya hingga manajemen usaha taninya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Bupati Jember Hendy Siswanto secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan BEM Pertanian Indonesia (IBEMPI), kemarin (2/8), di Universitas Jember (Unej). Dia menyampaikan pesan kepada puluhan mahasiswa pertanian dari berbagai kampus di Indonesia untuk berperan nyata terhadap kemajuan pertanian bangsa.

BACA JUGA : Mengapa Sepeda Listrik Tidak Ditilang? Ini Alasannya

Dengan terselenggaranya Munas dan Rakernas IBEMPI, Bupati Hendy berharap bisa menghasilkan program yang bisa diimplementasikan secara konkret. Utamanya program yang memiliki hubungan dengan Program Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “Mahasiswa harus berinovasi dan berkarya. Modalnya susah dulu, jangan suka yang instan,” pesannya.

Kepekaan mahasiswa terhadap perkembangan zaman, kata dia, harus ditumbuhkan. Menurutnya, bidang pertanian di masa depan akan menjadi sektor yang paling dicari. Sedangkan bidang ilmu lainnya tetaplah penting. Sebab, kata Hendy, kebutuhan dasar seluruh manusia yang tidak dapat digantikan adalah pangan. “Pangan hanya didapatkan dari hasil pertanian,” paparnya.

Dia melanjutkan, ilmu di luar pertanian akan menjadi pendorong kemajuan pertanian dan petani agar bisa lebih eksis. Sehingga, bisa membuat produk pertanian yang bersifat sustainable atau berkelanjutan. Pola pikir petani di negeri ini, termasuk Jember, tambahnya, masih sangat minim untuk berpikir ke depan mengembangkan pertanian berkelanjutan yang lebih modern. Salah satunya dari budi daya hingga manajemen usaha taninya.

SUMBERSARI, Radar Jember – Bupati Jember Hendy Siswanto secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan BEM Pertanian Indonesia (IBEMPI), kemarin (2/8), di Universitas Jember (Unej). Dia menyampaikan pesan kepada puluhan mahasiswa pertanian dari berbagai kampus di Indonesia untuk berperan nyata terhadap kemajuan pertanian bangsa.

BACA JUGA : Mengapa Sepeda Listrik Tidak Ditilang? Ini Alasannya

Dengan terselenggaranya Munas dan Rakernas IBEMPI, Bupati Hendy berharap bisa menghasilkan program yang bisa diimplementasikan secara konkret. Utamanya program yang memiliki hubungan dengan Program Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “Mahasiswa harus berinovasi dan berkarya. Modalnya susah dulu, jangan suka yang instan,” pesannya.

Kepekaan mahasiswa terhadap perkembangan zaman, kata dia, harus ditumbuhkan. Menurutnya, bidang pertanian di masa depan akan menjadi sektor yang paling dicari. Sedangkan bidang ilmu lainnya tetaplah penting. Sebab, kata Hendy, kebutuhan dasar seluruh manusia yang tidak dapat digantikan adalah pangan. “Pangan hanya didapatkan dari hasil pertanian,” paparnya.

Dia melanjutkan, ilmu di luar pertanian akan menjadi pendorong kemajuan pertanian dan petani agar bisa lebih eksis. Sehingga, bisa membuat produk pertanian yang bersifat sustainable atau berkelanjutan. Pola pikir petani di negeri ini, termasuk Jember, tambahnya, masih sangat minim untuk berpikir ke depan mengembangkan pertanian berkelanjutan yang lebih modern. Salah satunya dari budi daya hingga manajemen usaha taninya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/