alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Penerapan PPKM Darurat Bisa Menyesuaikan Kondisi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belum lama ini Bupati Jember Hendy Siswanto beserta kepala daerah lain telah mengikuti rapat koordinasi terkait penerapan PPKM darurat yang rencananya diterapkan hari ini (3/7). Tak hanya sebatas pembatasan kegiatan masyarakat, beberapa tempat juga diinstruksikan untuk tutup dan tidak boleh beroperasi. Lantaran dikhawatirkan bisa menjadi tempat penularan Covid-19. Di antaranya kegiatan nonesensial, tempat ibadah, fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lain, serta kegiatan seni budaya olahraga dan sosial kemasyarakatan. Baik seni budaya maupun kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan.

Lantas, bagaimana penerapan PPKM darurat di Kabupaten Jember? Hendy menerangkan bahwa pihaknya sudah mengadakan rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait penerapan PPKM darurat. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian bagaimana kelangsungannya di Jember. Bahkan, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember menyebut bahwa belum ada instruksi. “Baru ada sosialisasi Mendagri malam ini (kemarin, Red),” ungkapnya.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Gubernur Jawa Timur, Kamis (1/7), Hendy menjelaskan, peraturan dalam penerapan PPKM mikro darurat akan berubah secara signifikan. “Memang cukup signifikan, ada beberapa peraturan penutupan. Mall harus tutup,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, Hendy kembali mengimbau, masyarakat harap bersabar dan tetap tertib selama peraturan tersebut belum diresmikan. Sebab, hingga saat ini, pihaknya juga sedang menunggu keputusan peresmian dari Mendagri. “Ini belum diresmikan. Hanya dilakukan persiapan-persiapan bagi kita semua,” tuturnya dalam press conference tersebut.

Meski demikian, Bupati dan Satgas Covid-19 Kabupaten Jember tak hanya tinggal diam. Mulai saat ini, pihaknya mempersiapkan beberapa poin yang disampaikan oleh gubernur pada rapat sebelumnya. Termasuk pemberian vaksin kepada masyarakat umum.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belum lama ini Bupati Jember Hendy Siswanto beserta kepala daerah lain telah mengikuti rapat koordinasi terkait penerapan PPKM darurat yang rencananya diterapkan hari ini (3/7). Tak hanya sebatas pembatasan kegiatan masyarakat, beberapa tempat juga diinstruksikan untuk tutup dan tidak boleh beroperasi. Lantaran dikhawatirkan bisa menjadi tempat penularan Covid-19. Di antaranya kegiatan nonesensial, tempat ibadah, fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lain, serta kegiatan seni budaya olahraga dan sosial kemasyarakatan. Baik seni budaya maupun kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan.

Lantas, bagaimana penerapan PPKM darurat di Kabupaten Jember? Hendy menerangkan bahwa pihaknya sudah mengadakan rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait penerapan PPKM darurat. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian bagaimana kelangsungannya di Jember. Bahkan, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember menyebut bahwa belum ada instruksi. “Baru ada sosialisasi Mendagri malam ini (kemarin, Red),” ungkapnya.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Gubernur Jawa Timur, Kamis (1/7), Hendy menjelaskan, peraturan dalam penerapan PPKM mikro darurat akan berubah secara signifikan. “Memang cukup signifikan, ada beberapa peraturan penutupan. Mall harus tutup,” katanya.

Namun, Hendy kembali mengimbau, masyarakat harap bersabar dan tetap tertib selama peraturan tersebut belum diresmikan. Sebab, hingga saat ini, pihaknya juga sedang menunggu keputusan peresmian dari Mendagri. “Ini belum diresmikan. Hanya dilakukan persiapan-persiapan bagi kita semua,” tuturnya dalam press conference tersebut.

Meski demikian, Bupati dan Satgas Covid-19 Kabupaten Jember tak hanya tinggal diam. Mulai saat ini, pihaknya mempersiapkan beberapa poin yang disampaikan oleh gubernur pada rapat sebelumnya. Termasuk pemberian vaksin kepada masyarakat umum.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belum lama ini Bupati Jember Hendy Siswanto beserta kepala daerah lain telah mengikuti rapat koordinasi terkait penerapan PPKM darurat yang rencananya diterapkan hari ini (3/7). Tak hanya sebatas pembatasan kegiatan masyarakat, beberapa tempat juga diinstruksikan untuk tutup dan tidak boleh beroperasi. Lantaran dikhawatirkan bisa menjadi tempat penularan Covid-19. Di antaranya kegiatan nonesensial, tempat ibadah, fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lain, serta kegiatan seni budaya olahraga dan sosial kemasyarakatan. Baik seni budaya maupun kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan.

Lantas, bagaimana penerapan PPKM darurat di Kabupaten Jember? Hendy menerangkan bahwa pihaknya sudah mengadakan rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait penerapan PPKM darurat. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian bagaimana kelangsungannya di Jember. Bahkan, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember menyebut bahwa belum ada instruksi. “Baru ada sosialisasi Mendagri malam ini (kemarin, Red),” ungkapnya.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Gubernur Jawa Timur, Kamis (1/7), Hendy menjelaskan, peraturan dalam penerapan PPKM mikro darurat akan berubah secara signifikan. “Memang cukup signifikan, ada beberapa peraturan penutupan. Mall harus tutup,” katanya.

Namun, Hendy kembali mengimbau, masyarakat harap bersabar dan tetap tertib selama peraturan tersebut belum diresmikan. Sebab, hingga saat ini, pihaknya juga sedang menunggu keputusan peresmian dari Mendagri. “Ini belum diresmikan. Hanya dilakukan persiapan-persiapan bagi kita semua,” tuturnya dalam press conference tersebut.

Meski demikian, Bupati dan Satgas Covid-19 Kabupaten Jember tak hanya tinggal diam. Mulai saat ini, pihaknya mempersiapkan beberapa poin yang disampaikan oleh gubernur pada rapat sebelumnya. Termasuk pemberian vaksin kepada masyarakat umum.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/