alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 13 August 2022

Pusat Kantor Pemerintahan Kota Jember Akan Pindah ke Bintoro Patrang?

DPRD Ingatkan Kajian Mendalam Segala Aspek

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, Radar Jember Bupati Hendy Siswanto kembali melontarkan wacana pemindahan kota atau pusat pemerintahan Kabupaten Jember. Hal itu disampaikan di hadapan sejumlah wartawan, pada sebuah hotel, kemarin (2/6). Menurutnya, langkah untuk melokalisasi gedung-gedung perkantoran akan memberi dampak positif bagi kelangsungan Kota Suwar-Suwir ke depan.

BACA JUGA : Inflasi Indonesia Terkendali di Tengah Tren Peningkatan Inflasi Global

Hendy menjelentrehkan, wacana yang dulu pernah dilontarkan kembali disampaikan ke publik setelah kegiatan studi tiru di Kota Bandung, beberapa waktu lalu. Dia mengaku terinspirasi dan ingin memindahkan semua kantor pemerintahan menjadi satu lokasi yang terpusat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, Jember memiliki lahan seluas 56 hektare yang masih dalam masa sewa. Kemudian, pada 2023, perjanjian sewa dengan pihak ketiga selesai. “Lokasinya ada di Jember bagian utara, pada ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut,” ucap Hendy dalam Konferensi Cabang Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jember.

Lahan yang dimaksud tersebut, ungkap dia, ada di daerah Bintoro. Bupati ingin semua kantor pemerintahan terpusat menjadi satu, yakni di Bintoro, Kecamatan Patrang. Kantor pemerintahan yang ingin dipindahkan mulai dari Kantor Pemkab, DPRD, dan semua OPD yang ada di Jember. Dengan terpusatnya gedung pemerintahan, menurutnya, akan lebih efektif dan efisien. “Saya punya keinginan untuk memindahkan semuanya nanti,” tuturnya.

Keinginan untuk memindahkan kantor pemerintahan bukan hanya sebuah keinginan tanpa tujuan. Dijelaskannya, ada hal penting seperti mempermudah koordinasi antar-OPD atau pejabat. Selain itu, bertujuan memberikan pelayanan super cepat kepada masyarakat. “Begitu masuk, semua urusan selesai,” lanjut Hendy.

Apabila semua perkantoran dipindahkan, maka hal ini bisa menjadi salah satu bagian dari perkembangan dan kemajuan Jember. Lahan-lahan di sekitarnya bisa berkembang pesat. Kemudian, masyarakat yang membutuhkan pelayanan dari beberapa OPD tidak harus berpindah-pindah ke lokasi lain yang terpisah jauh. Pelayanan bisa dilakukan secara cepat karena kantornya berdekatan. Misalnya, pengurusan izin bisa tuntas lebih cepat lagi.

- Advertisement -

KEPATIHAN, Radar Jember Bupati Hendy Siswanto kembali melontarkan wacana pemindahan kota atau pusat pemerintahan Kabupaten Jember. Hal itu disampaikan di hadapan sejumlah wartawan, pada sebuah hotel, kemarin (2/6). Menurutnya, langkah untuk melokalisasi gedung-gedung perkantoran akan memberi dampak positif bagi kelangsungan Kota Suwar-Suwir ke depan.

BACA JUGA : Inflasi Indonesia Terkendali di Tengah Tren Peningkatan Inflasi Global

Hendy menjelentrehkan, wacana yang dulu pernah dilontarkan kembali disampaikan ke publik setelah kegiatan studi tiru di Kota Bandung, beberapa waktu lalu. Dia mengaku terinspirasi dan ingin memindahkan semua kantor pemerintahan menjadi satu lokasi yang terpusat.

Menurutnya, Jember memiliki lahan seluas 56 hektare yang masih dalam masa sewa. Kemudian, pada 2023, perjanjian sewa dengan pihak ketiga selesai. “Lokasinya ada di Jember bagian utara, pada ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut,” ucap Hendy dalam Konferensi Cabang Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jember.

Lahan yang dimaksud tersebut, ungkap dia, ada di daerah Bintoro. Bupati ingin semua kantor pemerintahan terpusat menjadi satu, yakni di Bintoro, Kecamatan Patrang. Kantor pemerintahan yang ingin dipindahkan mulai dari Kantor Pemkab, DPRD, dan semua OPD yang ada di Jember. Dengan terpusatnya gedung pemerintahan, menurutnya, akan lebih efektif dan efisien. “Saya punya keinginan untuk memindahkan semuanya nanti,” tuturnya.

Keinginan untuk memindahkan kantor pemerintahan bukan hanya sebuah keinginan tanpa tujuan. Dijelaskannya, ada hal penting seperti mempermudah koordinasi antar-OPD atau pejabat. Selain itu, bertujuan memberikan pelayanan super cepat kepada masyarakat. “Begitu masuk, semua urusan selesai,” lanjut Hendy.

Apabila semua perkantoran dipindahkan, maka hal ini bisa menjadi salah satu bagian dari perkembangan dan kemajuan Jember. Lahan-lahan di sekitarnya bisa berkembang pesat. Kemudian, masyarakat yang membutuhkan pelayanan dari beberapa OPD tidak harus berpindah-pindah ke lokasi lain yang terpisah jauh. Pelayanan bisa dilakukan secara cepat karena kantornya berdekatan. Misalnya, pengurusan izin bisa tuntas lebih cepat lagi.

KEPATIHAN, Radar Jember Bupati Hendy Siswanto kembali melontarkan wacana pemindahan kota atau pusat pemerintahan Kabupaten Jember. Hal itu disampaikan di hadapan sejumlah wartawan, pada sebuah hotel, kemarin (2/6). Menurutnya, langkah untuk melokalisasi gedung-gedung perkantoran akan memberi dampak positif bagi kelangsungan Kota Suwar-Suwir ke depan.

BACA JUGA : Inflasi Indonesia Terkendali di Tengah Tren Peningkatan Inflasi Global

Hendy menjelentrehkan, wacana yang dulu pernah dilontarkan kembali disampaikan ke publik setelah kegiatan studi tiru di Kota Bandung, beberapa waktu lalu. Dia mengaku terinspirasi dan ingin memindahkan semua kantor pemerintahan menjadi satu lokasi yang terpusat.

Menurutnya, Jember memiliki lahan seluas 56 hektare yang masih dalam masa sewa. Kemudian, pada 2023, perjanjian sewa dengan pihak ketiga selesai. “Lokasinya ada di Jember bagian utara, pada ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut,” ucap Hendy dalam Konferensi Cabang Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jember.

Lahan yang dimaksud tersebut, ungkap dia, ada di daerah Bintoro. Bupati ingin semua kantor pemerintahan terpusat menjadi satu, yakni di Bintoro, Kecamatan Patrang. Kantor pemerintahan yang ingin dipindahkan mulai dari Kantor Pemkab, DPRD, dan semua OPD yang ada di Jember. Dengan terpusatnya gedung pemerintahan, menurutnya, akan lebih efektif dan efisien. “Saya punya keinginan untuk memindahkan semuanya nanti,” tuturnya.

Keinginan untuk memindahkan kantor pemerintahan bukan hanya sebuah keinginan tanpa tujuan. Dijelaskannya, ada hal penting seperti mempermudah koordinasi antar-OPD atau pejabat. Selain itu, bertujuan memberikan pelayanan super cepat kepada masyarakat. “Begitu masuk, semua urusan selesai,” lanjut Hendy.

Apabila semua perkantoran dipindahkan, maka hal ini bisa menjadi salah satu bagian dari perkembangan dan kemajuan Jember. Lahan-lahan di sekitarnya bisa berkembang pesat. Kemudian, masyarakat yang membutuhkan pelayanan dari beberapa OPD tidak harus berpindah-pindah ke lokasi lain yang terpisah jauh. Pelayanan bisa dilakukan secara cepat karena kantornya berdekatan. Misalnya, pengurusan izin bisa tuntas lebih cepat lagi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/