alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Tetap Lanjut Pilkades, 2 Desa Berkasus Masih Dipantau Karena ini

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak untuk 59 desa di Jember sejauh ini terus bergulir. Kabar terakhir menyebutkan, tahapan pilkades akan berjalan kembali pada 7 Oktober mendatang. Sebagaimana pemilihan pada umumnya, tentu ada dinamika di dalam penyelenggaraan pilkades ini.

Sejak tahapan awal berlangsung hingga hari ini, sudah ada beberapa aduan atau gugatan terhadap pelaksanaan pilkades. Misalnya gugatan ke pengadilan dari bakal calon kades (bacakades) Slateng, Kecamatan Ledokombo, terhadap panitia. Kabar serupa juga muncul dari bacalon kades Ampel di Kecamatan Wuluhan. Ada bacakades yang juga memperkarakan panitia.

Baca Juga Berita Terkait : Susahnya Mediasi Perkara Gugatan Pemilihan Kepala Desa

Mobile_AP_Rectangle 2

Menanggapi itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemkab Jember Adi Wijaya mengatakan, sejauh ini pelaksanaan pilkades masih dalam pantauannya. Termasuk permasalahan di dua desa tersebut. “Terkait dua desa seperti Ampel dan Slateng itu, juga kami pantau dan fasilitasi,” kata Adi, baru-baru ini.

Menurut dia, berbagai aduan atau gugatan perkara yang muncul adalah hal biasa dalam proses pelaksanaan demokrasi. Termasuk perkara gugatan pilkades yang saat ini tengah diproses di Pengadilan Negeri Jember. Dia mengaku akan menunggu putusan atau kepastian dari pengadilan untuk gugatan perkara pilkades itu. “Untuk perkara yang masuk ke pengadilan, kami hormati hasil keputusannya nanti,” sambungnya.

- Advertisement -

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak untuk 59 desa di Jember sejauh ini terus bergulir. Kabar terakhir menyebutkan, tahapan pilkades akan berjalan kembali pada 7 Oktober mendatang. Sebagaimana pemilihan pada umumnya, tentu ada dinamika di dalam penyelenggaraan pilkades ini.

Sejak tahapan awal berlangsung hingga hari ini, sudah ada beberapa aduan atau gugatan terhadap pelaksanaan pilkades. Misalnya gugatan ke pengadilan dari bakal calon kades (bacakades) Slateng, Kecamatan Ledokombo, terhadap panitia. Kabar serupa juga muncul dari bacalon kades Ampel di Kecamatan Wuluhan. Ada bacakades yang juga memperkarakan panitia.

Baca Juga Berita Terkait : Susahnya Mediasi Perkara Gugatan Pemilihan Kepala Desa

Menanggapi itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemkab Jember Adi Wijaya mengatakan, sejauh ini pelaksanaan pilkades masih dalam pantauannya. Termasuk permasalahan di dua desa tersebut. “Terkait dua desa seperti Ampel dan Slateng itu, juga kami pantau dan fasilitasi,” kata Adi, baru-baru ini.

Menurut dia, berbagai aduan atau gugatan perkara yang muncul adalah hal biasa dalam proses pelaksanaan demokrasi. Termasuk perkara gugatan pilkades yang saat ini tengah diproses di Pengadilan Negeri Jember. Dia mengaku akan menunggu putusan atau kepastian dari pengadilan untuk gugatan perkara pilkades itu. “Untuk perkara yang masuk ke pengadilan, kami hormati hasil keputusannya nanti,” sambungnya.

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak untuk 59 desa di Jember sejauh ini terus bergulir. Kabar terakhir menyebutkan, tahapan pilkades akan berjalan kembali pada 7 Oktober mendatang. Sebagaimana pemilihan pada umumnya, tentu ada dinamika di dalam penyelenggaraan pilkades ini.

Sejak tahapan awal berlangsung hingga hari ini, sudah ada beberapa aduan atau gugatan terhadap pelaksanaan pilkades. Misalnya gugatan ke pengadilan dari bakal calon kades (bacakades) Slateng, Kecamatan Ledokombo, terhadap panitia. Kabar serupa juga muncul dari bacalon kades Ampel di Kecamatan Wuluhan. Ada bacakades yang juga memperkarakan panitia.

Baca Juga Berita Terkait : Susahnya Mediasi Perkara Gugatan Pemilihan Kepala Desa

Menanggapi itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemkab Jember Adi Wijaya mengatakan, sejauh ini pelaksanaan pilkades masih dalam pantauannya. Termasuk permasalahan di dua desa tersebut. “Terkait dua desa seperti Ampel dan Slateng itu, juga kami pantau dan fasilitasi,” kata Adi, baru-baru ini.

Menurut dia, berbagai aduan atau gugatan perkara yang muncul adalah hal biasa dalam proses pelaksanaan demokrasi. Termasuk perkara gugatan pilkades yang saat ini tengah diproses di Pengadilan Negeri Jember. Dia mengaku akan menunggu putusan atau kepastian dari pengadilan untuk gugatan perkara pilkades itu. “Untuk perkara yang masuk ke pengadilan, kami hormati hasil keputusannya nanti,” sambungnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/