Jember Kirim Tim Medis ke Palu, Bantu Korban Bencana Tsunami

RADARJEMBER.ID –  Pemerintah Kabupaten Jember mengirimkan tim medis untuk membantu korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Tim yang terdiri dari petugas para medis dan dokter spesialis tersebut, direncakan berangkat Selasa (02/10), dan akan ditempatkan di sejumlah rumah sakit untuk membantu memulihkan kondisi kesehatan para korban.

IKLAN

Bupati Jember Faida menjelaskan, tim medis ini akan disiagakan di Makassar, bukan di lokasi bencana. Karena berdasarkan informasi terkini yang diterimanya, pasien fraktur (patah tulang, Red) yang dimobilisasi ke Makasar mencapai 52 pasien dan tersebar di empat rumah sakit. “Di sana, juga telah ada beberapa tim medis yang bersiaga. Di antaranya dari Makassar, Balik Papan, Surabaya dan Jakarta,” jelas Faida.

Namun karena jumlah pasien yang cukup banyak, serta kekurangan tim medis, maka tim dari Jember akan membantu tim medis yang telah ada sebelumnya untuk mempercepat penanganan korban di beberapa rumah sakit di Makassar. “Kami berharap bisa secepatnya sampai Makassar. Karena para pasien tersebut butuh penanganan secapatnya,” ujar Faida.

Keberangkatan tim medis hari ini akan dipimpin oleh Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi, Hendro Soelistijono. Petugas kesehatan tersebut sebanyak 10 personel yang berasal dari dua rumah sakit milik pemkab, yakni RSD Soebandi dan RSD Kalisat. “Kami kirimkan tim untuk kamar operasi. Sehingga dapat membantu tindakan medis, termasuk bedah, bedah tulang, dan bedah emergensi untuk melaksanakan operasi-operasi di sana,” paparnya.

Dia berharap, setelah ada informasi lebih lanjut, Pemkab Jember akan kembali menyiapkan bantuan berikutnya untuk dikirimkan ke lokasi bencana, di Donggala dan Palu. Bantuan ini, berasal dari Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas),  serta Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember. “Nanti, akan diberangkatkan bersama tim dari TNI dan Polri,” ujarnya.

Selain mengirimkan tim medis,  Faida menjelaskan, sejauh ini pemerintah daerah juga telah menelusuri sejumlah nama yang disebut sebagai warga Jember yang menjadi korban tsunami. “Kami sudah mendapat laporannya. Dan laporan itu sedang ditelusuri kebenarannya. Beberapa dibantu media dan relawan. Ada yang sudah terkonfirmasi meninggal, dan keluarganya sudah mengikhlaskan,” ujarnya.

Untuk menelusuri lebih jauh, Faida menambahkan, pihaknya juga tengah berkomunikasi dengan posko SAR di lokasi bencana. Bahkan, komunikasi intensif juga dibangun dengan posko TNI, Polri, maupun posko medis. Selain itu, pemerintah daerah mengontak sejumlah fasilitas kesehatan dan rumah sakit di lapangan untuk memastikan keadaan warga Jember yang berada di lokasi bencana. (rus/ad)

Reporter : Mahrus Sholih
Editor : Adi Faizin
Fotografer: Dwi Siswanto

Reporter :

Fotografer :

Editor :