alexametrics
25 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Polisi Sita Setumpuk Dokumen dari Kantor BPBD Jember

Kepolisian Tingkat Provinsi Back Up Penyelidikan Honor Pemakaman

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALGEDE, RADARJEMBER.ID – Kepolisian terus mengusut dugaan penyelewengan honor pemakaman dan anggaran penanganan Covid-19 di Jember. Setelah memeriksa beberapa pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, beberapa hari belakangan, kemarin (1/9) aparat penyelidik mendatangi kantor BPBD di Jalan Danau Toba nomor 16, Lingkungan Panji, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari. Aparat menggeledah beberapa ruangan, juga menyita sejumlah dokumen.

Tim penyelidik yang dipimpin Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna tiba di Kantor BPBD sejak pukul 10.40. Mereka kemudian masuk ke sejumlah ruangan. Setidaknya ada tiga ruangan yang diobok-obok polisi. Di antaranya adalah ruangan Kepala BPBD, ruang logistik, dan kesekretariatan. Aparat pun diminta membongkar dugaan penyelewengan itu sampai ke akar.

Namun, sebelum polisi melakukan penggeledahan, upaya itu sempat terhalang. Sebab, aparat tak bisa masuk lantaran pintu ruangan Kepala BPBD M Djamil tertutup dari dalam. Sementara, di dalam ruangan ada sejumlah orang yang ditengarai sedang melakukan rapat. Tim satreskrim sempat menunggu beberapa saat sebelum masuk ke ruangan tersebut. Sementara itu, personel BPBD tak kunjung membukakan pintu. Terlihat polisi sempat adu argumen dengan salah seorang pegawai BPBD hingga kemudian aparat bisa masuk dan menggeledah ruangan tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, proses penggeledahan dan pemeriksaan dokumen itu berlangsung cukup lama. Setidaknya memakan waktu hampir enam jam. Entah apa yang terjadi di dalam ruangan itu. Sebab, sekitar pukul 14.50, ketika penggeledahan dokumen sedang berlangsung, beberapa pegawai BPBD tampak mondar-mandir dari satu ruangan ke ruangan lain. Sebagian di antara mereka ada yang mengambil berkas.

Dari ruangan Kepala BPBD, pemeriksaan dan penggeledahan selanjutnya bergeser ke ruang bidang kedaruratan dan logistik, disusul ke ruang Sekretariat BPBD. Pengamatan Jawa Pos Radar Jember, setidaknya Tim Satreskrim dan Inafis Polres Jember keluar masuk dari ruangan satu ke ruangan yang lain lebih dari 17 kali. Beberapa penyelidik tampak membawa lembaran dokumen yang menumpuk.

Pemeriksaan pun berakhir selepas azan Ashar. Tim Satreskrim bersama Tim Inafis Polres Jember membawa tumpukan dokumen. Namun, tim yang melakukan pemeriksaan itu enggan berkomentar mengenai agenda pemeriksaannya di BPBD, apakah dalam rangka pengumpulan bukti dugaan korupsi dana pemakaman atau yang lain. Yang jelas, sepanjang pemeriksaan itu berlangsung, Kepala BPBD M Djamil tidak terlihat di lokasi. Dia juga tak tampak mengikuti proses pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengungkapkan, dalam pemeriksaan ini pihaknya masih fokus pada pengecekan dan penggeledahan. Menurutnya, selain telah menyita beberapa dokumen yang diperlukan, penyelidik juga telah memeriksa tujuh orang saksi. Mulai dari Kepala BPBD M Djamil, Kepala Bidang 2 Penta Satria, Bendahara BPDB Siti Fatimah, dan beberapa relawan. Ia menegaskan, pihaknya masih melakukan pengembangan adanya potensi korupsi mark up data. “Masih kami dalami hal tersebut,” ungkapnya.

Di lokasi, polisi juga membawa beberapa dokumen. Dokumen itu berkaitan dengan honor kegiatan pemakaman Covid-19. Termasuk data pengeluaran anggaran yang nantinya dianalisis untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Jawa Pos Radar Jember berupaya mengonfirmasi Kepala BPBD M Djamil. Sebab, ada kabar, sejak mendatangi panggilan polisi untuk pemeriksaan (31/8), mantan Kepala Dinas Koperasi itu tidak kunjung keluar dari markas kepolisian. Apalagi, selama proses penggeledahan, Djamil tidak tampak sama sekali di lokasi. Namun, upaya konfirmasi itu buntu. Panggilan telepon maupun pesan WhatsApp yang dilayangkan kepada Djamil tidak mendapat respons sama sekali. Meski aplikasi WhastApp-nya ada tanda sedang aktif.

- Advertisement -

TEGALGEDE, RADARJEMBER.ID – Kepolisian terus mengusut dugaan penyelewengan honor pemakaman dan anggaran penanganan Covid-19 di Jember. Setelah memeriksa beberapa pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, beberapa hari belakangan, kemarin (1/9) aparat penyelidik mendatangi kantor BPBD di Jalan Danau Toba nomor 16, Lingkungan Panji, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari. Aparat menggeledah beberapa ruangan, juga menyita sejumlah dokumen.

Tim penyelidik yang dipimpin Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna tiba di Kantor BPBD sejak pukul 10.40. Mereka kemudian masuk ke sejumlah ruangan. Setidaknya ada tiga ruangan yang diobok-obok polisi. Di antaranya adalah ruangan Kepala BPBD, ruang logistik, dan kesekretariatan. Aparat pun diminta membongkar dugaan penyelewengan itu sampai ke akar.

Namun, sebelum polisi melakukan penggeledahan, upaya itu sempat terhalang. Sebab, aparat tak bisa masuk lantaran pintu ruangan Kepala BPBD M Djamil tertutup dari dalam. Sementara, di dalam ruangan ada sejumlah orang yang ditengarai sedang melakukan rapat. Tim satreskrim sempat menunggu beberapa saat sebelum masuk ke ruangan tersebut. Sementara itu, personel BPBD tak kunjung membukakan pintu. Terlihat polisi sempat adu argumen dengan salah seorang pegawai BPBD hingga kemudian aparat bisa masuk dan menggeledah ruangan tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, proses penggeledahan dan pemeriksaan dokumen itu berlangsung cukup lama. Setidaknya memakan waktu hampir enam jam. Entah apa yang terjadi di dalam ruangan itu. Sebab, sekitar pukul 14.50, ketika penggeledahan dokumen sedang berlangsung, beberapa pegawai BPBD tampak mondar-mandir dari satu ruangan ke ruangan lain. Sebagian di antara mereka ada yang mengambil berkas.

Dari ruangan Kepala BPBD, pemeriksaan dan penggeledahan selanjutnya bergeser ke ruang bidang kedaruratan dan logistik, disusul ke ruang Sekretariat BPBD. Pengamatan Jawa Pos Radar Jember, setidaknya Tim Satreskrim dan Inafis Polres Jember keluar masuk dari ruangan satu ke ruangan yang lain lebih dari 17 kali. Beberapa penyelidik tampak membawa lembaran dokumen yang menumpuk.

Pemeriksaan pun berakhir selepas azan Ashar. Tim Satreskrim bersama Tim Inafis Polres Jember membawa tumpukan dokumen. Namun, tim yang melakukan pemeriksaan itu enggan berkomentar mengenai agenda pemeriksaannya di BPBD, apakah dalam rangka pengumpulan bukti dugaan korupsi dana pemakaman atau yang lain. Yang jelas, sepanjang pemeriksaan itu berlangsung, Kepala BPBD M Djamil tidak terlihat di lokasi. Dia juga tak tampak mengikuti proses pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengungkapkan, dalam pemeriksaan ini pihaknya masih fokus pada pengecekan dan penggeledahan. Menurutnya, selain telah menyita beberapa dokumen yang diperlukan, penyelidik juga telah memeriksa tujuh orang saksi. Mulai dari Kepala BPBD M Djamil, Kepala Bidang 2 Penta Satria, Bendahara BPDB Siti Fatimah, dan beberapa relawan. Ia menegaskan, pihaknya masih melakukan pengembangan adanya potensi korupsi mark up data. “Masih kami dalami hal tersebut,” ungkapnya.

Di lokasi, polisi juga membawa beberapa dokumen. Dokumen itu berkaitan dengan honor kegiatan pemakaman Covid-19. Termasuk data pengeluaran anggaran yang nantinya dianalisis untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Jawa Pos Radar Jember berupaya mengonfirmasi Kepala BPBD M Djamil. Sebab, ada kabar, sejak mendatangi panggilan polisi untuk pemeriksaan (31/8), mantan Kepala Dinas Koperasi itu tidak kunjung keluar dari markas kepolisian. Apalagi, selama proses penggeledahan, Djamil tidak tampak sama sekali di lokasi. Namun, upaya konfirmasi itu buntu. Panggilan telepon maupun pesan WhatsApp yang dilayangkan kepada Djamil tidak mendapat respons sama sekali. Meski aplikasi WhastApp-nya ada tanda sedang aktif.

TEGALGEDE, RADARJEMBER.ID – Kepolisian terus mengusut dugaan penyelewengan honor pemakaman dan anggaran penanganan Covid-19 di Jember. Setelah memeriksa beberapa pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, beberapa hari belakangan, kemarin (1/9) aparat penyelidik mendatangi kantor BPBD di Jalan Danau Toba nomor 16, Lingkungan Panji, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari. Aparat menggeledah beberapa ruangan, juga menyita sejumlah dokumen.

Tim penyelidik yang dipimpin Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna tiba di Kantor BPBD sejak pukul 10.40. Mereka kemudian masuk ke sejumlah ruangan. Setidaknya ada tiga ruangan yang diobok-obok polisi. Di antaranya adalah ruangan Kepala BPBD, ruang logistik, dan kesekretariatan. Aparat pun diminta membongkar dugaan penyelewengan itu sampai ke akar.

Namun, sebelum polisi melakukan penggeledahan, upaya itu sempat terhalang. Sebab, aparat tak bisa masuk lantaran pintu ruangan Kepala BPBD M Djamil tertutup dari dalam. Sementara, di dalam ruangan ada sejumlah orang yang ditengarai sedang melakukan rapat. Tim satreskrim sempat menunggu beberapa saat sebelum masuk ke ruangan tersebut. Sementara itu, personel BPBD tak kunjung membukakan pintu. Terlihat polisi sempat adu argumen dengan salah seorang pegawai BPBD hingga kemudian aparat bisa masuk dan menggeledah ruangan tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, proses penggeledahan dan pemeriksaan dokumen itu berlangsung cukup lama. Setidaknya memakan waktu hampir enam jam. Entah apa yang terjadi di dalam ruangan itu. Sebab, sekitar pukul 14.50, ketika penggeledahan dokumen sedang berlangsung, beberapa pegawai BPBD tampak mondar-mandir dari satu ruangan ke ruangan lain. Sebagian di antara mereka ada yang mengambil berkas.

Dari ruangan Kepala BPBD, pemeriksaan dan penggeledahan selanjutnya bergeser ke ruang bidang kedaruratan dan logistik, disusul ke ruang Sekretariat BPBD. Pengamatan Jawa Pos Radar Jember, setidaknya Tim Satreskrim dan Inafis Polres Jember keluar masuk dari ruangan satu ke ruangan yang lain lebih dari 17 kali. Beberapa penyelidik tampak membawa lembaran dokumen yang menumpuk.

Pemeriksaan pun berakhir selepas azan Ashar. Tim Satreskrim bersama Tim Inafis Polres Jember membawa tumpukan dokumen. Namun, tim yang melakukan pemeriksaan itu enggan berkomentar mengenai agenda pemeriksaannya di BPBD, apakah dalam rangka pengumpulan bukti dugaan korupsi dana pemakaman atau yang lain. Yang jelas, sepanjang pemeriksaan itu berlangsung, Kepala BPBD M Djamil tidak terlihat di lokasi. Dia juga tak tampak mengikuti proses pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengungkapkan, dalam pemeriksaan ini pihaknya masih fokus pada pengecekan dan penggeledahan. Menurutnya, selain telah menyita beberapa dokumen yang diperlukan, penyelidik juga telah memeriksa tujuh orang saksi. Mulai dari Kepala BPBD M Djamil, Kepala Bidang 2 Penta Satria, Bendahara BPDB Siti Fatimah, dan beberapa relawan. Ia menegaskan, pihaknya masih melakukan pengembangan adanya potensi korupsi mark up data. “Masih kami dalami hal tersebut,” ungkapnya.

Di lokasi, polisi juga membawa beberapa dokumen. Dokumen itu berkaitan dengan honor kegiatan pemakaman Covid-19. Termasuk data pengeluaran anggaran yang nantinya dianalisis untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Jawa Pos Radar Jember berupaya mengonfirmasi Kepala BPBD M Djamil. Sebab, ada kabar, sejak mendatangi panggilan polisi untuk pemeriksaan (31/8), mantan Kepala Dinas Koperasi itu tidak kunjung keluar dari markas kepolisian. Apalagi, selama proses penggeledahan, Djamil tidak tampak sama sekali di lokasi. Namun, upaya konfirmasi itu buntu. Panggilan telepon maupun pesan WhatsApp yang dilayangkan kepada Djamil tidak mendapat respons sama sekali. Meski aplikasi WhastApp-nya ada tanda sedang aktif.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/