alexametrics
22.6 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Antisipasi Tumpang Tindih Administrasi

Dewan Ingatkan Kesiapan RS Rujukan

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Pemkab Jember akhirnya resmi merilis J-Pasti Kueren di Alun-Alun Jember, kemarin. Peluncuran fasilitas layanan dasar berupa kelas tiga gratis itu peruntukannya menyasar seluruh warga Jember, untuk layanan kesehatan kelas 3. Atas peluncuran itu, dewan mengingatkan agar pemerintah, dinas, serta rumah sakit siap menghadapi kemungkinan gelombang antusiasme warga akan kesehatan gratis.

BACA JUGA : 600 Nelayan Dipastikan Terima Sertifikat Tanah

Sejauh ini, layanan berobat gratis yang diluncurkan sebagai alternatif di tengah layanan kesehatan gratis lainnya. Seperti BPJS Kesehatan yang sudah lebih dulu berjalan. Namun, layanannya kelas tiga gratis. Syaratnya cukup bermodalkan KTP Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Beberapa hari sebelum diluncurkan, layanan kelas tiga gratis itu dirilis Plt Kepala Dinkes Jember dr Lilik Lailiya. Lilik sempat mengutarakan salah satu dasar diluncurkannya program tersebut untuk menaikkan tingkat keterjangkauan pelayanan kesehatan atau universal health coverage (UHC) hingga 90 persen pada tahun mendatang. “Karena UHC kita masih 62 persen. Dan, masih ada masyarakat yang tergolong tidak mampu, belum masuk ke DTKS maupun tidak terkaver BPJS Kesehatan,” terang Lilik.

Dia juga menyebut, layanan kelas tiga gratis itu sebenarnya merupakan pergantian dari program layanan Pemkab Jember sebelumnya yang sudah berjalan, berupa layanan khusus pasien (SPM) surat pernyataan miskin, yang juga sama-sama gratis. “Sejak tahun kemarin sudah ada SPM, dan sekarang berganti namanya menjadi kelas tiga gratis. Kebijakannya sama-sama gratis. Dan persyaratannya lebih ringkas. Hanya KTP. Asal mau di kelas tiga, ya gratis,” beber Lilik.

Peluncuran layanan kelas tiga gratis itu layak disambut positif oleh warga Jember. Terlebih, persyaratan yang ditawarkan juga terbilang mudah. Langkah pemerintah itu juga mendapat respons positif dari DPRD Jember. Dewan menilai, semangat pemerintah daerah menyediakan layanan dasar kesehatan sudah sejalan dengan amanah undang-undang.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Pemkab Jember akhirnya resmi merilis J-Pasti Kueren di Alun-Alun Jember, kemarin. Peluncuran fasilitas layanan dasar berupa kelas tiga gratis itu peruntukannya menyasar seluruh warga Jember, untuk layanan kesehatan kelas 3. Atas peluncuran itu, dewan mengingatkan agar pemerintah, dinas, serta rumah sakit siap menghadapi kemungkinan gelombang antusiasme warga akan kesehatan gratis.

BACA JUGA : 600 Nelayan Dipastikan Terima Sertifikat Tanah

Sejauh ini, layanan berobat gratis yang diluncurkan sebagai alternatif di tengah layanan kesehatan gratis lainnya. Seperti BPJS Kesehatan yang sudah lebih dulu berjalan. Namun, layanannya kelas tiga gratis. Syaratnya cukup bermodalkan KTP Jember.

Beberapa hari sebelum diluncurkan, layanan kelas tiga gratis itu dirilis Plt Kepala Dinkes Jember dr Lilik Lailiya. Lilik sempat mengutarakan salah satu dasar diluncurkannya program tersebut untuk menaikkan tingkat keterjangkauan pelayanan kesehatan atau universal health coverage (UHC) hingga 90 persen pada tahun mendatang. “Karena UHC kita masih 62 persen. Dan, masih ada masyarakat yang tergolong tidak mampu, belum masuk ke DTKS maupun tidak terkaver BPJS Kesehatan,” terang Lilik.

Dia juga menyebut, layanan kelas tiga gratis itu sebenarnya merupakan pergantian dari program layanan Pemkab Jember sebelumnya yang sudah berjalan, berupa layanan khusus pasien (SPM) surat pernyataan miskin, yang juga sama-sama gratis. “Sejak tahun kemarin sudah ada SPM, dan sekarang berganti namanya menjadi kelas tiga gratis. Kebijakannya sama-sama gratis. Dan persyaratannya lebih ringkas. Hanya KTP. Asal mau di kelas tiga, ya gratis,” beber Lilik.

Peluncuran layanan kelas tiga gratis itu layak disambut positif oleh warga Jember. Terlebih, persyaratan yang ditawarkan juga terbilang mudah. Langkah pemerintah itu juga mendapat respons positif dari DPRD Jember. Dewan menilai, semangat pemerintah daerah menyediakan layanan dasar kesehatan sudah sejalan dengan amanah undang-undang.

SUMBERSARI, Radar Jember – Pemkab Jember akhirnya resmi merilis J-Pasti Kueren di Alun-Alun Jember, kemarin. Peluncuran fasilitas layanan dasar berupa kelas tiga gratis itu peruntukannya menyasar seluruh warga Jember, untuk layanan kesehatan kelas 3. Atas peluncuran itu, dewan mengingatkan agar pemerintah, dinas, serta rumah sakit siap menghadapi kemungkinan gelombang antusiasme warga akan kesehatan gratis.

BACA JUGA : 600 Nelayan Dipastikan Terima Sertifikat Tanah

Sejauh ini, layanan berobat gratis yang diluncurkan sebagai alternatif di tengah layanan kesehatan gratis lainnya. Seperti BPJS Kesehatan yang sudah lebih dulu berjalan. Namun, layanannya kelas tiga gratis. Syaratnya cukup bermodalkan KTP Jember.

Beberapa hari sebelum diluncurkan, layanan kelas tiga gratis itu dirilis Plt Kepala Dinkes Jember dr Lilik Lailiya. Lilik sempat mengutarakan salah satu dasar diluncurkannya program tersebut untuk menaikkan tingkat keterjangkauan pelayanan kesehatan atau universal health coverage (UHC) hingga 90 persen pada tahun mendatang. “Karena UHC kita masih 62 persen. Dan, masih ada masyarakat yang tergolong tidak mampu, belum masuk ke DTKS maupun tidak terkaver BPJS Kesehatan,” terang Lilik.

Dia juga menyebut, layanan kelas tiga gratis itu sebenarnya merupakan pergantian dari program layanan Pemkab Jember sebelumnya yang sudah berjalan, berupa layanan khusus pasien (SPM) surat pernyataan miskin, yang juga sama-sama gratis. “Sejak tahun kemarin sudah ada SPM, dan sekarang berganti namanya menjadi kelas tiga gratis. Kebijakannya sama-sama gratis. Dan persyaratannya lebih ringkas. Hanya KTP. Asal mau di kelas tiga, ya gratis,” beber Lilik.

Peluncuran layanan kelas tiga gratis itu layak disambut positif oleh warga Jember. Terlebih, persyaratan yang ditawarkan juga terbilang mudah. Langkah pemerintah itu juga mendapat respons positif dari DPRD Jember. Dewan menilai, semangat pemerintah daerah menyediakan layanan dasar kesehatan sudah sejalan dengan amanah undang-undang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/