alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Tagih Janji Perbaikan Jalan Seribu Kilometer

Masih Banyak Jalur Berlubang yang Berbahaya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Satu per satu pengendara yang melintas di sebagian jalan di Jember perlu berhati-hati. Baik di sebagian jalan kota maupun di desa. Sebab, banyak jalan yang belum diperbaiki.

Namun, di antara seluruh jalan yang rusak itu, jalan Kota Blater, Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Ambulu, yang paling parah. Tepatnya, di depan Taman Makam Pahlawan Kecamatan Ambulu. Jika cuaca terik, jalanan tersebut penuh debu. Sementara itu, bakal penuh lumpur dan banjir saat musim hujan. Bahkan, jalan tersebut pernah menjadi sorotan lantaran kerusakan tersebut. Banyak yang menamainya menjadi wisata jeglongan sewu alias seribu lubang.

Lalu, bagaimana nasib jalan rusak itu? Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa kerusakan itu disebabkan tidak adanya drainase. “Nantinya akan ditinggikan sedikit. Kalau ditinggikan sempurna, uangnya nggak cukup,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Peningkatan dilakukan secara bertahap dengan memangkas sisi kiri kanan jalan itu sedikit demi sedikit, supaya bisa digunakan sebagai alternatif jalan air. “Kalau bikin saluran lengkap akan menghabiskan banyak biaya. Jadi, sementara itu dulu,” lanjutnya.

Untuk saat ini, Hendy menjelaskan bahwa pihaknya masih menyelesaikan tahap pelelangan. Sambil lalu, beberapa titik sudah dilakukan penambalan jalan.

Ditanya tentang evaluasi janji kerja seribu kilometer jalan, Hendy menerangkan bahwa pihaknya sudah mulai melakukan perbaikan. Jika sebelumnya hanya penambalan sejumlah ruas jalan, kini pihaknya sudah melakukan trial alias uji coba penambalan jalan dengan menggunakan metode asphalt mixing plant (AMP).

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPU BMSDA) Kabupaten Jember Rahman Anda menjelaskan bahwa trial tersebut merupakan bagian dari syarat rekanan untuk bisa mengikuti lelang pengaspalan jalan di Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Satu per satu pengendara yang melintas di sebagian jalan di Jember perlu berhati-hati. Baik di sebagian jalan kota maupun di desa. Sebab, banyak jalan yang belum diperbaiki.

Namun, di antara seluruh jalan yang rusak itu, jalan Kota Blater, Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Ambulu, yang paling parah. Tepatnya, di depan Taman Makam Pahlawan Kecamatan Ambulu. Jika cuaca terik, jalanan tersebut penuh debu. Sementara itu, bakal penuh lumpur dan banjir saat musim hujan. Bahkan, jalan tersebut pernah menjadi sorotan lantaran kerusakan tersebut. Banyak yang menamainya menjadi wisata jeglongan sewu alias seribu lubang.

Lalu, bagaimana nasib jalan rusak itu? Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa kerusakan itu disebabkan tidak adanya drainase. “Nantinya akan ditinggikan sedikit. Kalau ditinggikan sempurna, uangnya nggak cukup,” ungkapnya.

Peningkatan dilakukan secara bertahap dengan memangkas sisi kiri kanan jalan itu sedikit demi sedikit, supaya bisa digunakan sebagai alternatif jalan air. “Kalau bikin saluran lengkap akan menghabiskan banyak biaya. Jadi, sementara itu dulu,” lanjutnya.

Untuk saat ini, Hendy menjelaskan bahwa pihaknya masih menyelesaikan tahap pelelangan. Sambil lalu, beberapa titik sudah dilakukan penambalan jalan.

Ditanya tentang evaluasi janji kerja seribu kilometer jalan, Hendy menerangkan bahwa pihaknya sudah mulai melakukan perbaikan. Jika sebelumnya hanya penambalan sejumlah ruas jalan, kini pihaknya sudah melakukan trial alias uji coba penambalan jalan dengan menggunakan metode asphalt mixing plant (AMP).

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPU BMSDA) Kabupaten Jember Rahman Anda menjelaskan bahwa trial tersebut merupakan bagian dari syarat rekanan untuk bisa mengikuti lelang pengaspalan jalan di Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Satu per satu pengendara yang melintas di sebagian jalan di Jember perlu berhati-hati. Baik di sebagian jalan kota maupun di desa. Sebab, banyak jalan yang belum diperbaiki.

Namun, di antara seluruh jalan yang rusak itu, jalan Kota Blater, Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Ambulu, yang paling parah. Tepatnya, di depan Taman Makam Pahlawan Kecamatan Ambulu. Jika cuaca terik, jalanan tersebut penuh debu. Sementara itu, bakal penuh lumpur dan banjir saat musim hujan. Bahkan, jalan tersebut pernah menjadi sorotan lantaran kerusakan tersebut. Banyak yang menamainya menjadi wisata jeglongan sewu alias seribu lubang.

Lalu, bagaimana nasib jalan rusak itu? Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa kerusakan itu disebabkan tidak adanya drainase. “Nantinya akan ditinggikan sedikit. Kalau ditinggikan sempurna, uangnya nggak cukup,” ungkapnya.

Peningkatan dilakukan secara bertahap dengan memangkas sisi kiri kanan jalan itu sedikit demi sedikit, supaya bisa digunakan sebagai alternatif jalan air. “Kalau bikin saluran lengkap akan menghabiskan banyak biaya. Jadi, sementara itu dulu,” lanjutnya.

Untuk saat ini, Hendy menjelaskan bahwa pihaknya masih menyelesaikan tahap pelelangan. Sambil lalu, beberapa titik sudah dilakukan penambalan jalan.

Ditanya tentang evaluasi janji kerja seribu kilometer jalan, Hendy menerangkan bahwa pihaknya sudah mulai melakukan perbaikan. Jika sebelumnya hanya penambalan sejumlah ruas jalan, kini pihaknya sudah melakukan trial alias uji coba penambalan jalan dengan menggunakan metode asphalt mixing plant (AMP).

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPU BMSDA) Kabupaten Jember Rahman Anda menjelaskan bahwa trial tersebut merupakan bagian dari syarat rekanan untuk bisa mengikuti lelang pengaspalan jalan di Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/