alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Kantor Kurang Rapi, Siasati Pakai Aplikasi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Awal pekan pertama menjabat sebagai Bupati Jember, Hendy Siswanto meninjau sejumlah ruang kerja di lingkungan Pemkab Jember, kemarin (1/3). Dengan didampingi Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, keduanya mendapati sejumlah ruang kerja yang kurang rapi. Untuk itu, dibutuhkan terobosan agar tidak terkesan acak-acakan.

Adanya kondisi itu terungkap saat Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjaun mendatangi beberapa ruang organisasi perangkat daerah (OPD). Saat itulah ditemukan ruangan kerja yang kurang tertata rapi dan ada yang kondisinya cukup sempit. “Gedungnya masih layak dan bagus, hanya penataan yang perlu dibenahi,” kata Hendy.

Di hari pertama masuk kerja, lanjut dia, agenda ini bukan merupakan sidak, melainkan perkenalan. Pada momen tersebut, Hendy-Firjaun juga didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Mirfano serta sejumlah pejabat lain.

Mobile_AP_Rectangle 2

Melihat banyaknya dokumen yang menumpuk serta sempitnya beberapa ruang kerja, menurut Hendy, bisa berdampak pada kondisi kenyamanan ruangan. Baik yang dirasakan oleh pegawai sebagai pelayan masyarakat, maupun oleh warga yang membutuhkan layanan di kantor-kantor OPD tersebut. Demi mengatasi hal itu, perlu perhatian tersendiri guna merapikannya.

Hendy menyebut, salah satu terobosan yang akan ditempuh yakni akan menyiapkan aplikasi khusus dokumen. Sehingga, dokumen-dokumen penting tidak sekadar tersimpan dalam bentuk file. Tidak hanya ada di dalam komputer yang berpotensi rusak, tetapi harus tersimpan di dalam aplikasi. Teknis penyimpanannya bisa di-scan atau dengan cara yang lain. “Nanti kami buatkan aplikasi untuk penyimpanan dokumen,” bebernya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Awal pekan pertama menjabat sebagai Bupati Jember, Hendy Siswanto meninjau sejumlah ruang kerja di lingkungan Pemkab Jember, kemarin (1/3). Dengan didampingi Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, keduanya mendapati sejumlah ruang kerja yang kurang rapi. Untuk itu, dibutuhkan terobosan agar tidak terkesan acak-acakan.

Adanya kondisi itu terungkap saat Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjaun mendatangi beberapa ruang organisasi perangkat daerah (OPD). Saat itulah ditemukan ruangan kerja yang kurang tertata rapi dan ada yang kondisinya cukup sempit. “Gedungnya masih layak dan bagus, hanya penataan yang perlu dibenahi,” kata Hendy.

Di hari pertama masuk kerja, lanjut dia, agenda ini bukan merupakan sidak, melainkan perkenalan. Pada momen tersebut, Hendy-Firjaun juga didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Mirfano serta sejumlah pejabat lain.

Melihat banyaknya dokumen yang menumpuk serta sempitnya beberapa ruang kerja, menurut Hendy, bisa berdampak pada kondisi kenyamanan ruangan. Baik yang dirasakan oleh pegawai sebagai pelayan masyarakat, maupun oleh warga yang membutuhkan layanan di kantor-kantor OPD tersebut. Demi mengatasi hal itu, perlu perhatian tersendiri guna merapikannya.

Hendy menyebut, salah satu terobosan yang akan ditempuh yakni akan menyiapkan aplikasi khusus dokumen. Sehingga, dokumen-dokumen penting tidak sekadar tersimpan dalam bentuk file. Tidak hanya ada di dalam komputer yang berpotensi rusak, tetapi harus tersimpan di dalam aplikasi. Teknis penyimpanannya bisa di-scan atau dengan cara yang lain. “Nanti kami buatkan aplikasi untuk penyimpanan dokumen,” bebernya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Awal pekan pertama menjabat sebagai Bupati Jember, Hendy Siswanto meninjau sejumlah ruang kerja di lingkungan Pemkab Jember, kemarin (1/3). Dengan didampingi Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, keduanya mendapati sejumlah ruang kerja yang kurang rapi. Untuk itu, dibutuhkan terobosan agar tidak terkesan acak-acakan.

Adanya kondisi itu terungkap saat Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjaun mendatangi beberapa ruang organisasi perangkat daerah (OPD). Saat itulah ditemukan ruangan kerja yang kurang tertata rapi dan ada yang kondisinya cukup sempit. “Gedungnya masih layak dan bagus, hanya penataan yang perlu dibenahi,” kata Hendy.

Di hari pertama masuk kerja, lanjut dia, agenda ini bukan merupakan sidak, melainkan perkenalan. Pada momen tersebut, Hendy-Firjaun juga didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Mirfano serta sejumlah pejabat lain.

Melihat banyaknya dokumen yang menumpuk serta sempitnya beberapa ruang kerja, menurut Hendy, bisa berdampak pada kondisi kenyamanan ruangan. Baik yang dirasakan oleh pegawai sebagai pelayan masyarakat, maupun oleh warga yang membutuhkan layanan di kantor-kantor OPD tersebut. Demi mengatasi hal itu, perlu perhatian tersendiri guna merapikannya.

Hendy menyebut, salah satu terobosan yang akan ditempuh yakni akan menyiapkan aplikasi khusus dokumen. Sehingga, dokumen-dokumen penting tidak sekadar tersimpan dalam bentuk file. Tidak hanya ada di dalam komputer yang berpotensi rusak, tetapi harus tersimpan di dalam aplikasi. Teknis penyimpanannya bisa di-scan atau dengan cara yang lain. “Nanti kami buatkan aplikasi untuk penyimpanan dokumen,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/