alexametrics
27.1 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Perlu Konsolidasi dengan Penyedia Layanan Kesehatan

Dinkes Merasa Tak Ada Keluhan dari Program Layanan Kesehatan Kelas III Gratis

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Diluncurkannya program layanan kesehatan kelas III gratis, beberapa pekan lalu, diharapkan bisa dimanfaatkan warga Jember untuk mendapatkan layanan kesehatan secara gratis. Cukup dengan bermodalkan KTP. Namun, masih ada sejumlah hal yang perlu dilakukan evaluasi.

BACA JUGA : Hindari Terik Matahari, Umrah Malam Hari

Sekretaris Komisi D DPRD Jember Edy Cahyo Purnomo mengatakan, sejak awal pemerintah daerah memprogramkan layanan kelas III gratis itu, dinilainya harus matang. Kematangan program itu diukur salah satunya dengan kesiapan penyedia layanan rujukan kelas III gratis. Yaitu rumah sakit daerah milik Pemkab Jember dan puluhan puskesmas lainnya. “Ruh dari kelas III gratis ini memangkas birokrasi pelayanan. Karena hanya pakai KTP. Kalau masih berbelit-belit, maka tandanya program ini kurang terkonsolidasi, dari pemerintah ke penyedia layanan,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Edy Cahyo membeberkan, dalam beberapa hari terakhir pihaknya sempat mendapati keluhan masyarakat yang mempertanyakan alur untuk mendapatkan layanan baru tersebut. “Kami mendapati keluhan masyarakat. Ketika ke puskesmas, masih dimintai berbagai persyaratan. Padahal sebenarnya hanya KTP saja sudah cukup untuk menegaskan sebagai warga Jember,” urai politisi dari PDIP Jember itu.

Edy melanjutkan, Komisi D DPRD Jember, selaku mitra kerja dari Dinas Kesehatan Jember, berharap agar Pemkab Jember serius menyediakan di salah satu layanan dasar tersebut, salah satunya puskesmas. Menurutnya, DPRD Jember sudah mendukung penuh layanan tersebut. Sejak awal rapat pembahasan anggaran, program layanan itu sempat teralokasi sekitar Rp 27 miliar. “Kami sempat mengusulkan tambahan, dan disetujui ditambah Rp 10 miliar. Sehingga totalnya sekitar Rp 37 miliar. Jadi, mari support penuh layanan ini,” harapnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Diluncurkannya program layanan kesehatan kelas III gratis, beberapa pekan lalu, diharapkan bisa dimanfaatkan warga Jember untuk mendapatkan layanan kesehatan secara gratis. Cukup dengan bermodalkan KTP. Namun, masih ada sejumlah hal yang perlu dilakukan evaluasi.

BACA JUGA : Hindari Terik Matahari, Umrah Malam Hari

Sekretaris Komisi D DPRD Jember Edy Cahyo Purnomo mengatakan, sejak awal pemerintah daerah memprogramkan layanan kelas III gratis itu, dinilainya harus matang. Kematangan program itu diukur salah satunya dengan kesiapan penyedia layanan rujukan kelas III gratis. Yaitu rumah sakit daerah milik Pemkab Jember dan puluhan puskesmas lainnya. “Ruh dari kelas III gratis ini memangkas birokrasi pelayanan. Karena hanya pakai KTP. Kalau masih berbelit-belit, maka tandanya program ini kurang terkonsolidasi, dari pemerintah ke penyedia layanan,” paparnya.

Edy Cahyo membeberkan, dalam beberapa hari terakhir pihaknya sempat mendapati keluhan masyarakat yang mempertanyakan alur untuk mendapatkan layanan baru tersebut. “Kami mendapati keluhan masyarakat. Ketika ke puskesmas, masih dimintai berbagai persyaratan. Padahal sebenarnya hanya KTP saja sudah cukup untuk menegaskan sebagai warga Jember,” urai politisi dari PDIP Jember itu.

Edy melanjutkan, Komisi D DPRD Jember, selaku mitra kerja dari Dinas Kesehatan Jember, berharap agar Pemkab Jember serius menyediakan di salah satu layanan dasar tersebut, salah satunya puskesmas. Menurutnya, DPRD Jember sudah mendukung penuh layanan tersebut. Sejak awal rapat pembahasan anggaran, program layanan itu sempat teralokasi sekitar Rp 27 miliar. “Kami sempat mengusulkan tambahan, dan disetujui ditambah Rp 10 miliar. Sehingga totalnya sekitar Rp 37 miliar. Jadi, mari support penuh layanan ini,” harapnya.

SUMBERSARI, Radar Jember – Diluncurkannya program layanan kesehatan kelas III gratis, beberapa pekan lalu, diharapkan bisa dimanfaatkan warga Jember untuk mendapatkan layanan kesehatan secara gratis. Cukup dengan bermodalkan KTP. Namun, masih ada sejumlah hal yang perlu dilakukan evaluasi.

BACA JUGA : Hindari Terik Matahari, Umrah Malam Hari

Sekretaris Komisi D DPRD Jember Edy Cahyo Purnomo mengatakan, sejak awal pemerintah daerah memprogramkan layanan kelas III gratis itu, dinilainya harus matang. Kematangan program itu diukur salah satunya dengan kesiapan penyedia layanan rujukan kelas III gratis. Yaitu rumah sakit daerah milik Pemkab Jember dan puluhan puskesmas lainnya. “Ruh dari kelas III gratis ini memangkas birokrasi pelayanan. Karena hanya pakai KTP. Kalau masih berbelit-belit, maka tandanya program ini kurang terkonsolidasi, dari pemerintah ke penyedia layanan,” paparnya.

Edy Cahyo membeberkan, dalam beberapa hari terakhir pihaknya sempat mendapati keluhan masyarakat yang mempertanyakan alur untuk mendapatkan layanan baru tersebut. “Kami mendapati keluhan masyarakat. Ketika ke puskesmas, masih dimintai berbagai persyaratan. Padahal sebenarnya hanya KTP saja sudah cukup untuk menegaskan sebagai warga Jember,” urai politisi dari PDIP Jember itu.

Edy melanjutkan, Komisi D DPRD Jember, selaku mitra kerja dari Dinas Kesehatan Jember, berharap agar Pemkab Jember serius menyediakan di salah satu layanan dasar tersebut, salah satunya puskesmas. Menurutnya, DPRD Jember sudah mendukung penuh layanan tersebut. Sejak awal rapat pembahasan anggaran, program layanan itu sempat teralokasi sekitar Rp 27 miliar. “Kami sempat mengusulkan tambahan, dan disetujui ditambah Rp 10 miliar. Sehingga totalnya sekitar Rp 37 miliar. Jadi, mari support penuh layanan ini,” harapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/