alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Bersama Atasi Stunting

Camat Diminta Beri Pemahaman Semua Kades

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, Jember – Sinergi dan kolaborasi diperlukan dalam mengatasi stunting di Jember. Oleh karena itu, Pemkab Jember bersama berbagai pemangku kepentingan melaksanakan audit angka stunting.

BACA JUGA : Harga Kedelai Melonjak, Sule Makin Susut

Pelaksanaan audit stunting tersebut digelar di Ballroom Hotel Bandung Permai, Senin (30/5), tersebut turut dihadiri Bupati Jember Hendy Siswanto, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, juga Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim. Dengan adanya audit kasus stunting ini, pemerintah mengetahui angka pasti dan sebaran stunting di Kabupaten Jember, sehingga memudahkan langkah yang akan dilaksanakan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bupati Hendy mengapresiasi seluruh pihak terkait dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) serta tim yang turun bergerak dalam langkah percepatan penurunan stunting. “Pemkab Jember dan BKKBN Provinsi Jatim sebagai leading sector. Namun, kasus stunting menjadi tanggung jawab bersama, maka juga dilakukan bersama-sama,” ucapnya.

Dia menjelaskan, audit stunting ini merupakan kegiatan akhir dari serangkaian pemutakhiran data. Bupati Hendy menegaskan, yang paling penting dalam pengentasan stunting adalah data serta keseriusan pendampingan di lapangan. Sementara, untuk target penurunan stunting di Kabupaten Jember, Hendy menargetkan penurunan mencapai 14 persen pada 2024.

Dalam penyelesaian stunting, kata Hendy, butuh kerja nurani dan sosial. Kolaborasi berbagai lembaga, termasuk kantor urusan agama (KUA), juga penting. “Ayo selesaikan bersama-sama kasus stunting di Jember yang agak tinggi. Semua memiliki peran, karena kasus stunting adalah kasus kita semua,” ucapnya.

- Advertisement -

KALIWATES, Jember – Sinergi dan kolaborasi diperlukan dalam mengatasi stunting di Jember. Oleh karena itu, Pemkab Jember bersama berbagai pemangku kepentingan melaksanakan audit angka stunting.

BACA JUGA : Harga Kedelai Melonjak, Sule Makin Susut

Pelaksanaan audit stunting tersebut digelar di Ballroom Hotel Bandung Permai, Senin (30/5), tersebut turut dihadiri Bupati Jember Hendy Siswanto, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, juga Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim. Dengan adanya audit kasus stunting ini, pemerintah mengetahui angka pasti dan sebaran stunting di Kabupaten Jember, sehingga memudahkan langkah yang akan dilaksanakan.

Bupati Hendy mengapresiasi seluruh pihak terkait dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) serta tim yang turun bergerak dalam langkah percepatan penurunan stunting. “Pemkab Jember dan BKKBN Provinsi Jatim sebagai leading sector. Namun, kasus stunting menjadi tanggung jawab bersama, maka juga dilakukan bersama-sama,” ucapnya.

Dia menjelaskan, audit stunting ini merupakan kegiatan akhir dari serangkaian pemutakhiran data. Bupati Hendy menegaskan, yang paling penting dalam pengentasan stunting adalah data serta keseriusan pendampingan di lapangan. Sementara, untuk target penurunan stunting di Kabupaten Jember, Hendy menargetkan penurunan mencapai 14 persen pada 2024.

Dalam penyelesaian stunting, kata Hendy, butuh kerja nurani dan sosial. Kolaborasi berbagai lembaga, termasuk kantor urusan agama (KUA), juga penting. “Ayo selesaikan bersama-sama kasus stunting di Jember yang agak tinggi. Semua memiliki peran, karena kasus stunting adalah kasus kita semua,” ucapnya.

KALIWATES, Jember – Sinergi dan kolaborasi diperlukan dalam mengatasi stunting di Jember. Oleh karena itu, Pemkab Jember bersama berbagai pemangku kepentingan melaksanakan audit angka stunting.

BACA JUGA : Harga Kedelai Melonjak, Sule Makin Susut

Pelaksanaan audit stunting tersebut digelar di Ballroom Hotel Bandung Permai, Senin (30/5), tersebut turut dihadiri Bupati Jember Hendy Siswanto, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, juga Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim. Dengan adanya audit kasus stunting ini, pemerintah mengetahui angka pasti dan sebaran stunting di Kabupaten Jember, sehingga memudahkan langkah yang akan dilaksanakan.

Bupati Hendy mengapresiasi seluruh pihak terkait dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) serta tim yang turun bergerak dalam langkah percepatan penurunan stunting. “Pemkab Jember dan BKKBN Provinsi Jatim sebagai leading sector. Namun, kasus stunting menjadi tanggung jawab bersama, maka juga dilakukan bersama-sama,” ucapnya.

Dia menjelaskan, audit stunting ini merupakan kegiatan akhir dari serangkaian pemutakhiran data. Bupati Hendy menegaskan, yang paling penting dalam pengentasan stunting adalah data serta keseriusan pendampingan di lapangan. Sementara, untuk target penurunan stunting di Kabupaten Jember, Hendy menargetkan penurunan mencapai 14 persen pada 2024.

Dalam penyelesaian stunting, kata Hendy, butuh kerja nurani dan sosial. Kolaborasi berbagai lembaga, termasuk kantor urusan agama (KUA), juga penting. “Ayo selesaikan bersama-sama kasus stunting di Jember yang agak tinggi. Semua memiliki peran, karena kasus stunting adalah kasus kita semua,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/