alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Repatriasi PMI, Jalani Karantina Khusus

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Indonesia melalui Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan repatriasi atau pemulangan kembali pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jember. Tercatat 44 PMI sudah tiba di Juanda selama dua hari kemarin (29-30/4).

Kepala BP2MI Wilayah Jember Muhammad Iqbal menuturkan, kepulangan 44 PMI tersebut masih belum diklasifikasikan antara golongan ilegal dan legal. “Kebanyakan dari Singapura dan Malaysia,” jelas Iqbal ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (30/4).

Seluruh PMI yang tiba, lanjut dia, menjalani rangkaian proses karantina khusus. Yaitu selama dua hari karantina di Surabaya setelah kedatangan. Lalu, dilanjutkan di tempat yang disediakan oleh pemerintah daerah selama tiga hari. “Pemerintah Kabupaten Jember menyediakan rumah isolasi di Hotel Kebun Agung Jember,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jika domisili PMI berada di kecamatan, pemulangan ini menjadi tanggung jawab camat untuk melakukan penjemputan di kecamatan yang ditetapkan menjadi titik pemulangan. “Setelah itu, baru kembali ke rumah masing-masing untuk isolasi mandiri selama 14 hari,” tambah mantan Kepala BP2MI Kota Malang itu.

Menurut Iqbal, repatriasi PMI bakal mengalami kenaikan yang cukup tajam dibandingkan bulan Ramadan sebelumnya. Hal ini terkait tradisi di kalangan PMI untuk pulang menjelang Lebaran. “Juga tak lepas dari dampak pandemi yang belum usai. Sehingga ada potensi PHK yang dialami oleh para PMI di negara tempatnya bekerja,” paparnya.

BP2MI memprediksi hingga Lebaran tiba, ada setidaknya 12 ribu PMI asal Jawa Timur yang akan kembali ke Tanah Air. Prediksi ini dilihat berdasarkan parameter kontrak yang berakhir selama kurun waktu tiga tahun terakhir.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Indonesia melalui Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan repatriasi atau pemulangan kembali pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jember. Tercatat 44 PMI sudah tiba di Juanda selama dua hari kemarin (29-30/4).

Kepala BP2MI Wilayah Jember Muhammad Iqbal menuturkan, kepulangan 44 PMI tersebut masih belum diklasifikasikan antara golongan ilegal dan legal. “Kebanyakan dari Singapura dan Malaysia,” jelas Iqbal ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (30/4).

Seluruh PMI yang tiba, lanjut dia, menjalani rangkaian proses karantina khusus. Yaitu selama dua hari karantina di Surabaya setelah kedatangan. Lalu, dilanjutkan di tempat yang disediakan oleh pemerintah daerah selama tiga hari. “Pemerintah Kabupaten Jember menyediakan rumah isolasi di Hotel Kebun Agung Jember,” imbuhnya.

Jika domisili PMI berada di kecamatan, pemulangan ini menjadi tanggung jawab camat untuk melakukan penjemputan di kecamatan yang ditetapkan menjadi titik pemulangan. “Setelah itu, baru kembali ke rumah masing-masing untuk isolasi mandiri selama 14 hari,” tambah mantan Kepala BP2MI Kota Malang itu.

Menurut Iqbal, repatriasi PMI bakal mengalami kenaikan yang cukup tajam dibandingkan bulan Ramadan sebelumnya. Hal ini terkait tradisi di kalangan PMI untuk pulang menjelang Lebaran. “Juga tak lepas dari dampak pandemi yang belum usai. Sehingga ada potensi PHK yang dialami oleh para PMI di negara tempatnya bekerja,” paparnya.

BP2MI memprediksi hingga Lebaran tiba, ada setidaknya 12 ribu PMI asal Jawa Timur yang akan kembali ke Tanah Air. Prediksi ini dilihat berdasarkan parameter kontrak yang berakhir selama kurun waktu tiga tahun terakhir.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Indonesia melalui Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan repatriasi atau pemulangan kembali pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jember. Tercatat 44 PMI sudah tiba di Juanda selama dua hari kemarin (29-30/4).

Kepala BP2MI Wilayah Jember Muhammad Iqbal menuturkan, kepulangan 44 PMI tersebut masih belum diklasifikasikan antara golongan ilegal dan legal. “Kebanyakan dari Singapura dan Malaysia,” jelas Iqbal ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (30/4).

Seluruh PMI yang tiba, lanjut dia, menjalani rangkaian proses karantina khusus. Yaitu selama dua hari karantina di Surabaya setelah kedatangan. Lalu, dilanjutkan di tempat yang disediakan oleh pemerintah daerah selama tiga hari. “Pemerintah Kabupaten Jember menyediakan rumah isolasi di Hotel Kebun Agung Jember,” imbuhnya.

Jika domisili PMI berada di kecamatan, pemulangan ini menjadi tanggung jawab camat untuk melakukan penjemputan di kecamatan yang ditetapkan menjadi titik pemulangan. “Setelah itu, baru kembali ke rumah masing-masing untuk isolasi mandiri selama 14 hari,” tambah mantan Kepala BP2MI Kota Malang itu.

Menurut Iqbal, repatriasi PMI bakal mengalami kenaikan yang cukup tajam dibandingkan bulan Ramadan sebelumnya. Hal ini terkait tradisi di kalangan PMI untuk pulang menjelang Lebaran. “Juga tak lepas dari dampak pandemi yang belum usai. Sehingga ada potensi PHK yang dialami oleh para PMI di negara tempatnya bekerja,” paparnya.

BP2MI memprediksi hingga Lebaran tiba, ada setidaknya 12 ribu PMI asal Jawa Timur yang akan kembali ke Tanah Air. Prediksi ini dilihat berdasarkan parameter kontrak yang berakhir selama kurun waktu tiga tahun terakhir.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/