Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengganggu kehidupan kita sehari-hari. Aktivitas kehidupan masyarakat tidak berjalan sebagaimana biasanya. Pelbagai sendi kehidupan mengalami perubahan, baik dalam dunia pendidikan, perkantoran, dunia usaha, bisnis, kegiatan keagamaan, maupun kegiatan-kegiatan lainnya. Dampak sosial yang paling terasa dari penyebaran Covid-19 ini adalah persoalan perekonomian masyarakat. Hal itu bisa kita lihat dari kondisi kehidupan masyarakat yang erat kaitannya dengan permasalahan ekonomi.

IKLAN

Beberapa problem tersebut menjadi deretan permasalahan yang harus kita hadapi dan kita carikan solusi. Kita bisa melihat fenomena yang terjadi saat ini, misalnya dalam hal penyiapan kebutuhan pokok atau bahan-bahan sembako. Masyarakat sigap dan menyerbu pertokoan untuk menyiapkan kebutuhan di rumah masing-masing. Kondisi demikian wajar terjadi di tengah kondisi perekonomian yang tak menentu. Masyarakat takut kehabisan bahan makanan dan stok pangan selama pandemi Covid-19 ini masih terus berlangsung tanpa diketahui secara jelas kapan berakhirnya.

Dalam situasi seperti sekarang ini, wajar jika kemudian masyarakat merasa waswas dan ketakutan akan kehabisan ketersediaan bahan pokok. Apalagi, kita akan memasuki bulan Ramadan, di mana masyarakat dituntut untuk menyiapkan kebutuhan bahan pokok, setidaknya dalam jangka waktu sebulan ke depan.

Permasalahan ini akan semakin kompleks jika stok kebutuhan bahan pokok masyarakat tidak ada jaminan dari pemerintah. Pertanyaannya kemudian, jika pemerintah yang bergerak di sektor pangan, tidak meyakinkan publik bahwa mereka dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama bahan pokok seperti beras, maka apa yang bisa kita lakukan bersama?

Gerakan Menanam Pohon

Dalam situasi seperti sekarang ini, kita harus memutar otak dengan cerdas. Untuk menanggulangi ketersediaan bahan pokok, maka kita bisa kembali menggalakkan gerakan menanam pohon. Selain berfungsi sebagai penjaga lingkungan agar tetap segar dari polusi yang dapat menimbulkan sumber penyakit, pohon yang kita tanam juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pokok kehidupan kita sehari-hari.

Dengan menanam pohon, kita akan memetik dua manfaat. Pertama, sebagai bentuk kesadaran dan kepedulian terhadap upaya pemulihan kerusakan lingkungan, sumber daya hutan dan lahan. Selain itu, menurut para ahli, penanaman pohon/tanaman itu akan dapat menjaga populasi makhluk hidup, cadangan air tanah, mencegah polusi air, merawat udara tetap segar, dan mencegah erosi tanah.

Kedua, sebagai upaya penyediaan bahan pokok makanan yang terancam habis. Misalnya, menanam ketela pohon/singkong, ubi jalar/ketela rambat, atau yang sejenisnya dapat bermanfaat sebagai makanan pokok pengganti bagi masyarakat. Dalam jangka panjang, gerakan menanam pohon ini akan menjadi kekuatan dalam menciptakan ketahanan pangan bagi masyarakat Indonesia.

Alam nusantara kaya akan segala jenis makanan yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan ketahanan pangan. Di antaranya, kita bisa menanam pisang, gandum, jagung, kentang, kacang tanah, atau semacam polo pendem, seperti talas/mbote, dan bentul. Belum lagi, banyak tanaman nusantara yang dapat digunakan sebagai penguat imunitas tubuh kita, seperti jahe, serai, kayu manis, temulawak, dan sebagainya yang memiliki manfaat sangat besar.

Sebagaimana kita ketahui, pohon dapat menghasilkan oksigen yang kita butuhkan dalam proses pernapasan dan keberlangsungan hidup. Di saat yang bersamaan pohon juga menghirup karbondioksida yang dihasilkan dari manusia dan hewan. Di sinilah terjadi simbiosis mutualisme yang dapat menyeimbangkan kehidupan manusia, alam, dan hewan.

Selain itu, tanaman (pohon) juga mempunyai andil besar bagi terjaminnya sirkulasi udara yang sehat. Pohon dapat berfungsi sebagai penyaring udara yang kotor, yang saat ini banyak disebabkan oleh proses industrialisasi dan transportasi. Karena itu, menanam pohon memiliki banyak fungsi yang dapat kita manfaatkan bersama.

Peningkatan Imun

Selain fungsi-fungsi yang telah disebutkan di atas, aktivitas menanam pohon juga dapat menjadi sarana olahraga dalam rangka meningkatkan imunitas tubuh kita. Kita dapat berjemur dan juga merenggangkan otot. Hal ini semua menjadi wasilah dalam upaya peningkatan imunitas tubuh kita agar selalu dalam keadaan sehat. Dan kita ketahui bersama, kekuatan imunitas tubuh kita akan dapat mencegah berbagai serangan virus, termasuk Covid-19.

Dilihat dari berbagai dimensi, gerakan menanam pohon akan menyelamatkan kehidupan manusia itu sendiri. Untuk itu, menjadi penting gerakan menanam pohon itu sebagai kesadaran bersama. Tidak hanya yang mempunyai lahan, tetapi bagi yang tidak memiliki tanah yang cukup juga ikut serta melakukan gerakan tanam pohon ini. Berbagai terobosan untuk menanam pohon kini berkembang pesat, seperti tanaman hidroponik untuk tumbuhan hortikultura, seperti sawi, lombok, terong, dan jenis tanaman lainnya yang dapat dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari.

Kita bisa mengelola lahan yang kita miliki dengan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk konsumsi, seperti mangga, rambutan, durian, dan sebagainya. Dengan membangun kesadaran diri masing-masing keluarga untuk terus menanam, maka ketahanan pangan dapat dimulai dari kekuatan keluarga. Meski berskala kecil, tapi kalau semangat menanam untuk penyelamatan lingkungan dan ketahanan ini dimulai dari setiap keluarga Indonesia, maka akan menjadi kesadaran kolektif masyarakat hingga dapat mengokohkan kemandirian pangan nusantara. Mari kita bersama-sama menanam pohon untuk masa depan kita yang lebih baik. Semoga.

*Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E., M.M., Rektor IAIN Jember, Dosen Pascasarjana IAIN Jember.