Demikian respon Bu Dwi Irianti Hadiningdyah, Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, atas draf naskah artikel yang akan kami tulis bersama untuk buletin INSIGHT milik Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) edisi Kuartal I 2020. Saya dan Bu Dwi berencana menulis buku Serial Sukuk pada 2020. Mengawalinya, ketika diminta menulis artikel untuk KNKS, saya menawarkan Bu Dwi untuk menulis bersama sebagai pemanasan. Gayung bersambut. Bahkan, Pak Fahrurozi, Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI), ikut bergabung dalam artikel bersama kami untuk KNKS tersebut.

IKLAN

Ya, sebagai pengambil kebijakan atas penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) di Indonesia, Kementerian Keuangan pada 2020 akan menerbitkan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS). CWLS telah diluncurkan pada Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF) – World Bank di Nusa Dua, Bali, pada 12-14 Oktober 2018. Kemudian, pada 1 November 2018 dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Keuangan, Kementerian Agama, Bank Indonesia, dan BWI untuk pengembangan CWLS. Berkenaan dengan hal itulah, pada 2020, CWLS akan menjadi motor wakaf produktif. Bu Dwi Irianti meyakini CWLS bukan hanya merevolusi, tetapi akan menjadi gerakan radikal dalam pengembangan ekosistem wakaf di Indonesia dan dunia.