Bangun Karakter Anak melalui Permainan Tradisional

Oleh: Dr. Hj. St. Mislikhah, M.Ag.

Fenomena yang terjadi dewasa ini yaitu adanya perubahan aktivitas bermain anak yang merupakan dampak kemajuan teknologi yang semakin pesat. Anak-anak pada masa kini lebih suka bermain dengan permainan digital seperti video game, playstation, dan game daring (online) daripada permainan tradisional.

IKLAN

Akibatnya, permainan tradisional yang pada zaman dulu sering dimainkan oleh anak-anak, sekarang mulai terlupakan bahkan menjadi asing di kalangan anak-anak. Padahal, permainan tradisional di samping menyenangkan juga mengandung nilai-nilai karakter yang positif yang perlu ditanamkan pada anak-anak.

Memang permainan digital terkesan lebih canggih karena menggunakan teknologi yang mutakhir. Permainan digital bisa dimainkan di mana saja dan kapan saja asalkan ada jaringan internet. Kenyamanan dan kemudahan yang ditawarkan oleh  permainan digital inilah yang membuat anak-anak lebih memilih permainan digital dibandingkan dengan permainan tradisional yang pada umumnya cara bermainnya membutuhkan energi yang cukup banyak serta berada di luar ruangan.

Kecanduan terhadap permainan digital seperti game daring (online) sangat memengaruhi perilaku anak. Kecanduan game daring menyebabkan sikap anak acuh tak acuh dan tidak peduli terhadap lingkungan di sekelilingnya.  Game daring juga menyebabkan menurunnya sikap sopan santun. Hal ini dapat dilihat pada saat anak sedang asyik bermain game, anak cenderung mengabaikan orang yang berada di sekitarnya.

Tingkat kecanduan anak terhadap game daring di Indonesia dewasa ini berada pada level yang sangat tinggi. Dampak yang ditimbulkan pun sangat memprihatinkan. Misalnya anak berperilaku agresif dan bertindak kriminal seperti melakukan pencurian dan pemerkosaan. Dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa kasus kriminalitas yang dilakukan oleh anak pun semakin meningkat, sebagaimana banyak diberitakan di berbagai media baik media cetak maupun  media elektronik.

Melihat begitu banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari permainan digital atau game daring, sudah saatnya kita mulai kembali pada permainan tradisional yang sebenarnya memiliki banyak kelebihan dibandingkan permainan digital. Dengan permainan tradisional anak dapat belajar bersosialisasi dengan lingkungannya, belajar kekompakan, belajar bertanggung jawab, tertib terhadap peraturan, serta belajar menghargai orang lain. Ini menunjukkan bahwa permainan tradisional memiliki dampak yang positif dalam membentuk karakter anak.

Secara tidak langsung permainan tradisional banyak mengandung nilai-nilai karakter yang perlu ditanamkan kepada anak. Ada beberapa karakter yang terkandung dalam permainan tradisional antara lain:

(1)  Permainan tradisional cenderung menggunakan alat yang ada di sekitar kita tanpa harus membelinya. Untuk menciptakan alat permainan tradisional perlu kreativitas yang tinggi. Banyak alat permainan tradisional yang menggunakan tumbuh-tumbuhan, tanah, batu, dan pasir.

(2) Permainan tradisional melibatkan pemain yang relatif cukup banyak. Dengan banyaknya pemain, maka diperlukan sikap toleransi, menghargai orang lain, dan kemampuan untuk berinteraksi antarpemain.

(3) Permainan tradisional memiliki nilai-nilai luhur dan pesan-pesan moral tertentu, seperti: nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, sikap lapang dada, dorongan berprestasi, dan taat pada aturan.

Permainan tradisional juga mengandung aspek-aspek, di antaranya: (1) Aspek jasmani yang terdiri dari kekuatan dan daya tahan tubuh serta kelenturan. (2) Aspek psikis, yang meliputi unsur berpikir, kemampuan membuat siasat, kemampuan mengatasi hambatan, daya ingat, dan kreativitas. (3) Aspek sosial, meliputi unsur kerja sama, taat aturan, saling menghormati dan menghargai.

Di sisi lain, tidak hanya kesenangan  yang diperoleh dari permainan tradisional, tetapi ada beberapa manfaat yang diperoleh dari permainan tradisional.  Hasil penelitian Kurniati (2011) menyimpulkan bahwa permainan tradisional dapat menstimulasi anak dalam mengembangkan kerja sama, membantu anak menyesuaikan diri, saling berinteraksi secara positif, mengondisikan anak untuk mengontrol diri, mengembangkan sikap empati terhadap teman, menaati aturan, serta menghargai orang lain. Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa permainan tradisional dapat memberikan dampak yang positif dalam membantu mengembangkan keterampilan, emosi, dan sosial anak.

Mengingat begitu banyaknya manfaat yang diperoleh dari permainan tradisional dalam membangun karakter anak, maka pelestarian permainan tradisional penting untuk dilakukan. Pelestarian permainan tradisional dapat dilakukan dengan cara memperkenalkan dan memainkan permainan tradisional bersama anak. Di sisi lain, juga diperlukan adanya upaya penyadaran kepada pihak-pihak terkait, khususnya orang tua.

Orang tua memiliki peran yang penting dalam memperkenalkan dan memainkan permainan tradisional. Orang tua adalah yang paling dekat dengan anak dan paling bertanggung jawab terhadap anak. Selain peran serta orang tua, peran guru dan masyarakat sekitar untuk menggiatkan kembali permainan tradisional juga sangat diperlukan.

Oleh karena itu, kita harus melestarikan permainan-permainan tradisional, mengingat banyak sekali nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya yang perlu ditanamkan kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang hebat dan disegani oleh bangsa lain, jika generasi penerusnya sudah memiliki karakter yang luhur. (*)

(*) Penulis adalah Dosen Institut Agama Islam Negeri  Jember

Reporter :

Fotografer :

Editor :