Belajar pada dasarnya merupakan kebutuhan setiap manusia. Dengan belajar manusia dapat meningkatkan daya saing sehingga tetap eksis  dalam menghadapi segala bentuk perubahan. Di era pandemi saat ini, belajar mendapatkan tantangan baru. Pemanfaatan teknologi informatika dan telekomunikasi menjadi solusi agar setiap orang dapat terus belajar meskipun secara online. Karena sejatinya belajar tidak terbatas ruang dan waktu serta berlangsung sepanjang hayat (life long learning).

IKLAN

Webinar menjadi salah satu cara yang dianggap tepat untuk berbagi pengetahuan saat social distancing yang mengharuskan setiap orang melakukan semua kegiatan dari rumah.  Webinar atau kependekan  dari web based seminar merupakan suatu bentuk pengajaran dari pakar atau ahli yang diikuti oleh banyak peserta berbasis web. Singkatnya, seminar yang pelaksanaannya dilakukan secara daring. Webinar sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru tetapi menjadi bersinar setelah pandemi.

Berbeda dengan seminar lazimnya yang diselenggarakan secara luring. Webinar memanfaatkan aplikasi video conference seperti Zoom, Google Meet, Teamlink, Cisco Webex Meeting, dan masih banyak platform lainnya.  Banyak fasilitas yang disiapkan platform untuk mendukung acara webinar seperti video, screen-sharing, whiteboard, chat, recording, bahkan dapat terintegrasi secara live streaming melalui Youtube dan Facebook.

Webinar semakin diminati karena memiliki banyak kelebihan. Peserta dapat mengikuti webinar di mana saja bahkan di tempat tidurnya. Melalui webinar peserta dapat berinteraksi dengan banyak orang tanpa perlu bertatap muka secara langsung. Tidak kalah pentingnya, peserta bisa belajar secara langsung dari para ahli baik level regional, nasional bahkan internasional. Webinar sangat praktis karena hanya mensyaratkan memiliki aplikasi video conference pada HP atau laptop dan terhubung internet.

Dari sisi penyelenggaraannya webinar lebih praktis dan efisien. Untuk menyelenggarakan webinar tidak memerlukan birokrasi yang rumit, kepanitiaan cukup beberapa orang saja. Dari segi biaya, webinar tentu relatif lebih murah karena tanpa biaya sewa gedung, transportasi, akomodasi pemateri, dan konsumsi peserta. Materi dan sertifikat bukti keikutsertaan berbasis paperless sehingga dapat menghemat biaya. Tak jarang pula penyelenggara memanfaatkan webinar sebagai ajang promosi. Maka, tak heran kalau banyak webinar yang diselenggarakan secara free alias gratis sehingga menambah daya tarik untuk mengikutinya.

Banyak flyer acara webinar bertebaran di media sosial. Penyelenggaranya pun berasal dari berbagai kalangan dengan beragam tema yang ditawarkan. Di antara tema yang populer sejauh pengamatan penulis di antaranya tema keilmuan (sciences), kependidikan, bisnis, dan parenting. Tema sains banyak diselenggarakan oleh perguruan tinggi dengan peserta para dosen dan mahasiswa. Tema kependidikan banyak diikuti oleh para guru, tema bisnis untuk pelaku usaha, dan tema parenting bagi orang tua.

Mengingat membludaknya peminat webinar ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh peserta agar event webinar tidak terlewatkan. Pertama, mengikuti komunitas atau group medsos sesuai jenis profesi untuk mendapat lebih banyak informasi webinar lebih cepat. Kedua, memilih satu webinar yang hendak diikuti jika waktunya bersamaan, keikutsertaan lebih dari satu webinar dalam satu waktu menyebabkan peserta tidak dapat fokus. Ketiga, segera melakukan registrasi mengingat kuota webinar terbatas. Keempat, mencatat link dan jadwalnya agar tidak terlewat.

Meskipun dilakukan secara online, kondusifitas dalam mengikuti webinar perlu dijaga. Hal ini penting agar keikutsertaan dalam webinar memperoleh hasil yang optimal.  Untuk itu, perlu adanya protokol webinar. Secara umum protokol webinar di antaranya: berpakaian sopan, mematikan microphone (mute) agar tidak menimbulkan suara riuh yang dapat mengganggu, mematikan video untuk sementara jika terpaksa melakukan aktivitas lain dan segara kembali mengaktifkan video setelahnya sebagai bentuk keseriusan dalam mengikuti webinar, menulis pada chat hanya jika ada pertanyaan atau komentar yang perlu disampaikan, serta menaati peraturan lainnya yang telah dibuat penyelenggara. Dan yang paling penting adalah berkomitmen mengikuti webinar dari awal sampai akhir.

Layaknya belajar, agar aktivitas belajar webinar berjalan efektif dan dapat mengambil ilmu serta manfaat dari webinar, maka peserta webinar memilih tempat yang paling nyaman dan mendukung serta jauh dari keramaian. Peserta juga disarankan menyiapkan buku catatan untuk mencatat materi atau informasi penting. Selain itu, peserta juga dapat men-screenshot materi yang tidak memungkinkan untuk dicatat. Untuk menjaga konsentrasi belajar, peserta sebaiknya tidak membuka media sosial atau aplikasi lainnya yang dapat mengganggu.

Selain webinar banyak pertemuan-pertemuan yang dapat kita ikuti secara online dengan format lain seperti sharing session, diskusi, talkshow, workshop, conference, dialog interaktif atau sejenisnya yang masing-masing memiliki karakter berbeda. Sharing session lebih pada berbagi pengalaman. Diskusi biasanya menghadirkan banyak pembicara dengan seorang moderator yang bertujuan untuk mencari solusi dari suatu permasalahan. Talkshow semacam perbincangan untuk menggali informasi dari narasumber. Workshop merupakan bentuk pelatihan yang berorientasi pada praktik atau produk. Conference merupakan pertemuan ilmiah yang dihadiri oleh banyak narasumber. Sedangkan dialog interaktif merupakan tanya jawab mengenai topik yang sedang hangat di tengah masyarakat.

Akhirnya, penulis meyakini bahwa webinar tidak hanya besinar saat pandemi saja. Webinar akan menjadi sebuah kebiasaan baru pada masa new normal pascapandemi. Kehadirannya selalu ditunggu, utamanya bagi orang-orang yang punya semangat belajar dan haus ilmu.

*) Dr. Nino Indrianto, M.Pd, Dosen Pascasarjana IAIN Jember dan Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Jember