Peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November memberikan pesan yang bermakna bagi perubahan sosial masyarakat. Sebab, setiap perubahan selalu melibatkan “komunikator” anak muda. Diantaranya, para pemuda santri adalah pahlawan yang gigih berjuang berjuang melawan Inggris hingga hengkang dari kota Pahlawan Surabaya. Untuk itu, pemuda harus diberikan ruang untuk terus berjuang melakukan perubahan terbaik untuk bangsanya. Dalam konteks era Revolusi Industri 4.0, pemuda akan banyak berperan dalam perubahan sosial melalui bonus demografi Indonesia yang didominasi generasi muda millenial.

IKLAN

Dan, saat ini, bangsa Indonesia memiliki semangat kaum pemuda yang diperingati  setiap 22 Oktober (Hari Santri Nasional), 28  Oktober (Hari Sumpah Pemuda), dan 10 November (Hari Pahlawan). Tiga peringatan penting ini semestinya mengokohkan aura tekad “kaum muda” dari segenap lapisan masyarakat nusantara untuk berbuat yang terbaik (positif) untuk Indonesia dan dunia. Sebab, perubahan dunia selalu dinyalakan oleh kaum muda yang dapat diamati fenomenanya dari berbagai negara di era globalisasi digital saat ini.

Pertama, munculnya fenomena pemimpin negara di berbagai belahan dunia memberikan pesan bahwa harapan akan perubahan suatu bangsa saat diberikan kepada yang muda. Dunia mencatat, pemilihan presiden Perancis (Eropa) telah menghantarkan pemuda Emmanuel Macron yang berusia 39 tahun. Kawasan Timur Tengah juga tak kalah dengan gebrakan “anak muda”, seperti tampilnya Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al Thani (37 tahun) dan Mohammed bin Salman  (32 tahun) sebagai pilar perubahan di negaranya masing-masing. Sosok Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern (37 tahun) mampu mengerakkan anak-anak muda melalui partai Buruh yang ikut berkontribusi mengantarkannya pada posisi paling penting di Selandia Baru.

Indonesia juga pernah melahirkan pemuda Habibie sebagai salah satu  salah satu potret anak bangsa yang sudah terbukti mengguncang dunia melalui berbagai temuan teknologinya diakui oleh dunia internasional. Generasi sebelumnya, masih banyak pemuda Indonesia yang visinya membumi dan menjadi pilar perubahan di dunia. Sebut saja, pemuda Syekh Mahfuzh Tarmasi, adalah ulama Indonesia yang menorehkan reputasi di Tanah Suci. Syekh Mahfuzh merupakan guru mayoritas kiai yang berpengaruh pada paruh abad ke-20. Ada lebih 20 kitab karya Syekh Mahfuzh yang mayoritas menjadi referensi wajib di kalangan pesantren nusantara dan lembaga pendidikan Islam di dunia.

Kedua, munculnya pemuda sebagai sosok yang mengguncang dunia adalah sunnatullah. Sejarah memberikan pesan yang jelas bahwa deretan pemuda mampu mengguncangkan dunia dalam sepanjang perjalanan hidup manusia. Dalam Islam, kisah pemuda Al Kahfi yang diabadikan Al Quran adalah sekelompok pemuda yang mampu mengguncangkan kekuasaan dzalim pada saat itu, sebagaimana pemuda Ibrahim menggoyahkan kekuasaan Raja Namrud dan pemuda Musa yang menenggelamkan kelaliman penguasa Fir’aun. Pemuda Ahmad yang dengan gerakan dakwahnya mendobrak kejahiliyahan masyarakat Makkah dan membangun masyarakat Islam di Madinah, sebagaimana pemuda Ali bin Abi Thalib yang dipercaya sebagai kepala negara (khalifah) karena komitmennya yang besar dalam melakukan perubahan masyarakat dengan Islam.

Fakta sejarah lain yang tidak bisa dipungkiri adalah penaklukan negara adi kuasa dunia Konstantinopel oleh pemuda Muhammad Al Fatih yang usianya 22 tahun. Sunnatullah perubahan besar dunia yang dilakukan oleh kaum muda terjadi karena mereka memiliki karakteristik keberanian (syaja’ah), rasa ingin tahu yang tinggi (curiosity), menjaga akhlaq dan kepribadian. Sejarah kemerdekaan Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dari perjuangan kepahlawanan pemuda santri yang tersebar di berbagai pesantren di Indonesia yang berjihad melawan penjajah hingga titik darah penghabisan.

Komunikasi Kaum Tua untuk Perubahan Dunia

Tantangan yang dihadapi dalam menyiapkan kaum muda sebagai pilar perubahan bangsa dan mampu mengguncang dunia membutuhkan kerja keras. Setidaknya, keberhasilan kaum tua dalam perubahan bangsa terletak pada kemampuannya menyiapkan sumber daya muda yang berani, cerdas, berakhlak dan berkepribadian baik.

Pertama, generasi tua seharusnya mendorong dan memupuk semangat keberanian kaum muda menjadi pemimpin yang memiliki keberanian melakukan perubahan. Kaum tua berani menyiapkan sosok pemimpin muda dan lagawa menerima estafet kepemimpinan. Berani melawan pragmatisme politik, berani meruntuhkan politik transaksional KKN (korupsi, kolusi, nepostisme), berani menolak intervensi absolut dan dominasi asing, berani mengusung visi-misi amar ma’ruf nahi munkar, berani berkoban untuk kepentingan melayani umat (maslahatul ummah), berani menindak tegas setiap pelaku kejahatan tanpa pandang bulu, dan keberanian positif lainnya yang harus terus menerus ditanamkan oleh kaum tua kepada generasi muda.

Kedua, generasi tua perlu menyiapkan generasi muda yang cerdas melalui penyiapan ilmu pengetahuan di segala bidang. Ditengah fenomena mahalnya dunia pendidikan, tidak boleh generasi muda sampai tergerus keilmuannya. Berbagai strategi pendidikan untuk mencerdaskan generasi muda, mulai biaya pendidikan gratis, beasiswa, akses pendidikan yang mudah, hingga kualitas layanan pendidikan yang berorientasi global (global oriented education) selayaknya diberikan kepada kaum muda agar mereka memiliki bekal ilmu pengetahuan yang cukup dalam memimpin negara.

Ketiga, generasi tua selayaknya menyiapkan generasi muda yang berakhlak mulia dan kepribadian yang kuat sebagai modal utama memimpin dunia yang berkarakter, yang taat kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Modal berani dan cerdas saja tidak cukup, karena tanpa akhlaq banyak orang yang hanya mengandalkan keberanian melakukan terobosan, tetapi tidak memperhatikan etika sosial, sehingga kepemimpinannya otoriter (menindas). Maka modalitas akhlaq dan kepribadian ini harus ditanamkan sejak sekarang sehingga perubahan yang dilakukan oleh kaum muda adalah perubahan yang baik (akhlaqul karimah) yang “mengguncang dunia”. Semoga!

*) Dr. Kun Wazis, M.I.Kom, Dosen Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Pascasarjana IAIN Jember, Anggota Ombudsman Jawa Pos Radar Jember.