Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Manajemen Bisnis Nabi Muhammad SAW

S
Penulis: Safitri❯
Photo
Photo
Nabi Muhammad SAW adalah pengusaha yang sukses sejak usia muda. Puncaknya ketika berumur 25 tahun, ketika beliau pergi bisnis ke Syria membawa dagangan Siti Khodijah.

Kalau kita bertanya, apa rahasia Nabi Muhammad SAW sukses dalam berbisnis? Jawabannya adalah karena Nabi Muhammad SAW berpegang teguh pada empat sifat di dalam menjalankan bisnisnya, yaitu Shidq (jujur), amanah (bertanggung jawab), Tabligh (komunikasi yang efektif), dan Fathanah (profesional, kreatif dan inovatif). Jika seorang muslim ingin menjadi entrepreneur yang sukses, maka harus meniru sifat-sifat nabi yang empat, yaitu:

Pertama, seorang pengusaha muslim harus shidq, yaitu jujur dalam perkataan dan tindakan. Jujur dalam berbisnis, apa yang diucapkan selalu benar dan sesuai dengan kenyataan. Memenuhi semua janjinya dan mempromosikan barang-barang dagangannya sesuai dengan fakta, dan memenuhi timbangan dengan sempurna, melunasi pembayaran kepada pemasok dan mitra bisnis sesuai dengan waktu yang ditetapkan.

Kedua, amanah, yaitu menjalankan bisnis sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan bertanggung jawab. Seorang pengusaha yang amanah yang melaksanakan tata cara bisnis sesuai dengan ketentuan Allah SAW, yang secara terperinci dibahas di dalam fiqih muamalah dan melaksanakan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah, selalu memberikan pelayanan prima kepada pemasok, konsumen dan karyawan. Sehingga mitra kerja, baik pemasok karyawan maupun konsumen, merasa senang dan merasa puas, serta loyal terhadap perusahaan yang dia kembangkan.

Ketiga, tabligh, artinya menyampaikan amanah kepada orang lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan tidak menambah dan tidak mengurangi. Seorang pengusaha muslim mampu mengomunikasikan bisnisnya dan mempromosikan bisnisnya kepada konsumen dan pada khalayak umum dengan cara yang benar dan jujur, sehingga bisnis yang dikembangkan diketahui oleh masyarakat dan disukai sehingga mereka senang membelinya. Karena apa yang dipromosikan sesuai dengan kenyataan dan cara menyampaikan dan mempromosikannya kreatif dan inovatif, sehingga menarik konsumen.

Di samping itu, pengusaha muslim mempunyai tindakan komunikasi yang efektif dan efisien sehingga dia bisa komunikasi dengan semua kalangan, baik itu dengan pemasok, karyawan maupun konsumen. Dengan komunikasi bisnis yang dikembangkannya dapat diterima dan disukai oleh semua kalangan.

Keempat, Fathonah, artinya cerdas dan kreatif. Seorang pengusaha muslim harus punya kreativitas yang baik dalam mengembangkan bisnisnya, baik itu kemasannya, mereknya maupun produknya, agar bisnis yang dikembangkannya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan dapat memenuhi keinginan konsumen. Lebih menarik lagi, bila mempunyai keunikan-keunikan dan mempunyai ciri khas yang berbeda dengan produk lain. Misalnya pengusaha pakaian mempunyai model-model yang bagus, menarik dan unik, sehingga konsumen menjadi loyal dan menginformasikan kepada yang lain

Ketika seorang pengusaha mencontoh sifat-sifat Nabi Muhammad SAW, yaitu jujur dalam berbisnis, bertanggung jawab dalam mengembangkan bisnis, memiliki komunikasi yang efektif, dan kreatif dan inovatif dalam mengembangkan bisnisnya, maka akan sukses mengembangkan bisnis dan menjadi orang yang kaya dan mulia serta dihormati orang lain. Karena di dalam melaksanakan bisnisnya berpegang teguh kepada etika sosial dan bisnis, terutama pada etika bisnis Islam. Wallahu A'lam Bishawab!

*) Dr. Abdul Wadud Nafis, Lc, MEI, Dosen Pascasarjana IAIN Jember.

 

Advertisement
Advertisement
Editor : Safitri

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer