Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Uji Kredibilitas Doktor di Forum Internasional

S
Penulis: Safitri❯
BERSINERGI: Tim Pascasarjana IAIN Jember saat bersilaturahmi di Ma’had Solihiyah Songkhla, Thailand, pekan lalu.
BERSINERGI: Tim Pascasarjana IAIN Jember saat bersilaturahmi di Ma’had Solihiyah Songkhla, Thailand, pekan lalu.
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dalam dunia akademisi, memiliki kapasitas keilmuan yang mumpuni saat ini menjadi tuntutan. Lebih-lebih bagi mahasiswa yang tengah menempuh program strata III. Gelar doktor yang akan mereka dapatkan harus bisa dibuktikan, salah satunya adalah dengan unjuk kemampuan di forum-forum internasional.

Seperti yang dilakukan oleh 32 mahasiswa Pascasarjana IAIN Jember itu. Mereka mengikuti kegiatan joint seminar program doktoral di dua negara sekaligus, yakni Malaysia dan Thailand. Dalam forum tersebut, mahasiswa harus melaksanakan presentasi dalam Forum Ilmiah Internasional, sebagaimana diatur dalam Pedoman Pendidikan Program Doktor IAIN Jember. Presentasi mereka dibagi dalam berbagai forum. Sebanyak 14 orang di Universiti Putra Malaysia, 11 orang di Fatoni Universiti, dan 7 orang di Kolej Islam Teknologi Antarbangsa. “Kegiatan ini merupakan bagian dari bentuk kerja sama internasional,” kata Direktur Pascasarjana IAIN Jember Prof KH Abdul Halim Soebahar.

Menurutnya, dalam kerja sama tersebut, para mahasiswa program doktor mengikuti berbagai agenda berstandar internasional seperti joint seminar, penelitian kolaboratif, pertukaran dosen, program double degree, dan lainnya. Sebagai calon doktor, mahasiswa S-3 dianggap perlu memiliki kredibilitas yang mumpuni. Baik secara kualifikasi keilmuan maupun secara pengalaman tampil di forum-forum ilmiah tingkat nasional hingga internasional. Hal itu dianggap sebagai bagian dari kebutuhan mendasar. Terlebih, dalam rangka meningkatkan performa akademik untuk alih status ke Universitas Islam Negeri KH Ahmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember.

Sebelumnya, mereka mengirimkan artikel ilmiah internasional yang sesuai dengan bidang fokus kajian risetnya. “Dengan mempresentasikan di forum itu, mereka mendapatkan kritik dan masukan. Tentu untuk meningkatkan kualitas penelitian dan kapasitas mereka sebagai calon doktor,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Jember Prof Babun Suharto menambahkan, kerja sama internasional saat ini menjadi penting dilakukan sebagai upaya meningkatkan daya saing kampus di level internasional. Secara kelembagaan, kata dia, IAIN Jember berkepentingan agar kerja sama ini memiliki output yang kredibel. Di antaranya, meningkatkan publikasi jurnal internasional bereputasi melalui kegiatan seminar di luar negeri.

Selain itu, tuntutan globalisasi pada dunia pendidikan menuntut adanya pengembangan akademik pada tingkat nasional, namun memiliki semangat berkompetisi di kancah internasional. “Berdasar pada visi misi IAIN Jember sebagai pusat kajian dan pengembangan Islam Nusantara ini, kajian-kajian Islam yang rahmatan lil alamin dapat menjadi perspektif dalam menyajikan kajian ilmiah yang berstandar Internasional,” harapnya.

Advertisement
Advertisement
Editor : Safitri

Artikel Terkait

Rangkul Guru Ngaji dan Tokoh Lintas Agama, Gus Fawait Ajak Doakan Kepemimpinan Presiden Prabowo

Rangkul Guru Ngaji dan Tokoh Lintas Agama, Gus Fawait Ajak Doakan Kepemimpinan Presiden Prabowo

Selain membahas pembangunan sumber daya manusia di tingkat lokal, ia juga mengajak masyarakat untuk senantiasa mendoakan para pemimpin bangsa.

Bupati Jember Ajak Kader Posyandu Sosialisasikan Berobat Gratis UHC dan 11 Ribu Beasiswa Kuliah

Bupati Jember Ajak Kader Posyandu Sosialisasikan Berobat Gratis UHC dan 11 Ribu Beasiswa Kuliah

Menurut dia, posisi kader Posyandu sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan harian warga. Kedekatan itu modal kuat untuk menyampaikan berbagai program prioritas sekaligus menyerap aspirasi

Aturan Baru Kendaraan Plat Jember: Bayar Pajak Sekaligus Beli Stiker Parkir Berlangganan

Aturan Baru Kendaraan Plat Jember: Bayar Pajak Sekaligus Beli Stiker Parkir Berlangganan

Kebijakan ini disebut-sebut menjadi pemungkas anjloknya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir yang sempat terjun bebas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer