Pengunjung Air Terjun Tumpak Sewu Keluhkan Harus Bayar Tiket Dua Kali

ROGOTRUNAN, Radar Semeru - Keluhan wisatawan yang merasa keberatan atas penarikan uang tiket masuk Air Terjun Tumpak Sewu sebanyak dua kali akhirnya terjawab. Kondisi yang memunculkan kebingungan beberapa pengunjung itu pun rupanya memang benar terjadi.
Informasi awal atas konflik tersebut terjadi dari kalangan pengelola destinasi wisata populer itu sendiri. Permasalahan baru diketahui setelah ada keluhan dari wisatawan dan pemandunya yang merasa keberatan karena harus membayar tiket masuk dua kali.
Penarikan pertama dilakukan di pintu masuk kawasan air terjun yang merupakan wilayah kelola warga Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Kemudian, setelah turun hingga aliran sungai di bawah ada penarikan uang masuk kembali yang dilakukan oleh pihak berbeda.
Koordinasi panjang dilakukan oleh kedua daerah, yakni Lumajang dan Malang, dalam langkah mediasi untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan tersebut. Tentunya munculnya keluhan dari pengunjung terbilang miris. Apalagi Tumpak Sewu sudah menjadi salah satu dari enam destinasi terfavorit di Pulau Jawa.
Urgensi penyelesaian cepat pun diambil dalam mengatasi permasalahan tersebut. Apalagi aktivitas penarikan tiket tidak diperkenankan terjadi di sekitaran sungai, dan harus dilakukan di pintu masuk masing-masing wilayah, yaitu Sidomulyo untuk Lumajang dan Sidorenggo untuk Malang.
Kepala Dinas Pariwisata Lumajang Yuli Harismawati menjelaskan, solusi akhir yang diambil atas permasalahan itu, kedua belah pihak sepakat untuk tidak saling memungut tiket di wilayah yang bukan menjadi kewenangannya. "Selanjutnya, pengelolaan wisata akan dilakukan di batas masing-masing wilayah oleh pemangkunya," terangnya, Minggu (14/1).
Hal yang jadi pembahasan adalah permasalahan dobel tiket. Di mana, wisatawan yang sudah membayar tiket di Desa Sidomulyo, Pronojiwo, di sekitar sungai (wilayah Lumajang) ditarik tiket lagi oleh masyarakat Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading, Malang. “Hal inilah sebenarnya yang mengganggu kenyamanan wisatawan, dan solusinya disepakati akhirnya,” tambahnya. (has/c2/fid)



