
SUMBERSARI, Radar Jember - Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel rata-rata per bulannya menurun. Ini perbandingan antara tahun 2023 dengan tahun 2022 dan 2021. Meski di Jember sudah diadakan berbagai event lokal, nasional, maupun internasional, hal itu tidak bisa meningkatkan TPK hotel di Kota Suwar-Suwir.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Jember Tegoeh Soeprajitno mengatakan, tahun 2023 lalu banyak kegiatan yang dirasa belum maksimal dan kurang. Berdasarkan pantauannya banyak kegiatan yang tertunda karena berkaitan dengan pemilu.
Beberapa event besar seperti Asian Music Games (AMG) yang mendatangkan wisatawan nasional dan asing tidak bisa membuat tingkat hunian hotel meningkat. Bukan hanya hotel yang menjadi tempat penginapan mereka. Tetapi, menyebar ke homestay dan beberapa tempat penginapan lainnya. “Hanya sebagian kecil peserta AMG yang masuk ke hotel. Jadi, kami tidak bisa pantau itu, karena homestay dan penginapan lainnya itu bukan anggota kami,” jelasnya, kemarin (9/1).
Selain itu, pada tahun 2023 waktu liburan seharusnya menjadi puncak keramaian hotel. Tetapi, pada tahun 2023 kemarin tidak begitu ramai. Hal itu karena Jember tak menjadi tempat tujuan utama orang-orang berwisata. Jember hanya dijadikan tempat lintasan saja. “Ini yang harus segera dibicarakan bersama dengan pelaku wisata,” ujarnya.
Kalahnya hotel dengan tempat penginapan seperti homestay, menurutnya, kemungkinan karena orang-orang melihat harga hotel cukup tinggi. Oleh karena itu, ke depan yang bisa dilakukan yakni dinas terkait harus memperketat terkait penginapan-penginapan yang ada di Jember. Harus benar-benar diselidiki apakah homestay tersebut telah membayar pajak atau belum, telah menaati aturan dan perizinan atau belum. “Ini seharusnya sama-sama dipantau dan terbuka agar seluruh hunian di Jember bisa terpantau,” tambahnya.
Beberapa solusi sudah sempat dilakukan oleh masing-masing pengelola hotel di Jember untuk meningkatkan TPK. Seperti mengadakan berbagai event yang diselenggarakan di hotel. “Memang di akhir tahun hotel-hotel di Jember ramai, tapi tidak mencukupi hunian di waktu tidak ada event,” ucapnya lagi.
Dirinya optimistis tahun 2024 TPK hotel di Jember akan meningkat, apabila seluruh stakeholder terkait seperti dinas terkait, hotel, pelaku wisata, dan travel agent berkolaborasi untuk meningkatkan TPK di Jember. “Travel agent ini yang menjadi tombak utama. Wisata kita harus dibenahi, mumpung ini masih awal, harus segera dibicarakan,” pungkasnya. (cad/c2/nur)
