Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mengenal Samuel Eko, Pencetak Gol Pertama ke Gawang Jepang

M. Ainul Budi • Jumat, 6 Februari 2026 | 16:06 WIB
Mengenal Samuel Eko, Pencetak Gol Pertama ke Gawang Jepang - Foto Ai hanya ilustrasi
Mengenal Samuel Eko, Pencetak Gol Pertama ke Gawang Jepang - Foto Ai hanya ilustrasi

RADAR JEMBER - Saya baru tahu, salah satu pemain Timnas Futsal Indonesia dari daerah sendiri, Kalbar. Tepatnya Desa Toho Kabupaten Mempawah. Desa di pedalaman Borneo. Bangga dong, ada anak kampung bisa ikut membuat Samurai Biru menangis. Simak narasinya sambil seruput kopi sedikit gula aren, wak!

Namanya Samuel Eko Putra, lahir 16 Mei 1998, anak Desa Toho. Sekitar dua jam dari Pontianak. Ia bukan anak kota berlampu neon, bukan produk akademi mahal. Ia lahir dari tanah yang lebih akrab dengan kebun karet, lumpur sawah, hutan, dan sandal jepit putus di tengah lapangan. Tapi dari sanalah legenda iseng ini tumbuh.

Media nasional kadang sok rapi menulis “lahir di Pontianak”, seolah Toho itu typo yang harus dikoreksi. Padahal akarnya jelas, Toho. Kampung yang kalau hujan becek, kalau panas berdebu, tapi nyalinya keras.

Kariernya dimulai dari Kancil BBK Pontianak, klub yang namanya saja sudah mengingatkan kita pada hewan yang lincah, licik, dan suka bikin lawan terpeleset. Dari situ ia merantau. Tentu dimulai dari Pontianak. Di sinilah bakat alaminya diasah. Lalu, menyeberang pulau, menantang nasib, Black Steel Manokwari, SKN FC Kebumen, hingga akhirnya meledak di Bintang Timur Surabaya.

Di sana, Samuel Eko bukan cuma main bola, tapi menulis takdir. Bersama tim, ia juara Pro Futsal League 2021, juara AFF Futsal Cup 2022. Lengkap. Padat. Menyakitkan bagi lawan.

Di timnas, ceritanya makin tak sopan. Gol penentu di AFC U-20 Futsal Championship 2017, membawa Indonesia juara ASEAN Futsal Championship 2024, lalu yang paling bikin netizen terlonjak, gol pertama Indonesia ke gawang Jepang di semifinal Piala Asia Futsal 2026. Jepang, wak. Negeri disiplin, teknologi, dan anime. Tapi di hadapan Samuel Eko, semua itu cuma latar belakang foto gol.

Julukan “Spesialis Perobek Gawang Jepang” bukan karangan admin medsos kurang kerjaan. Itu hasil kerja berulang. Setiap ketemu Samurai Biru, Samuel Eko berubah jadi cerita horor. Ia muncul di kotak penalti tanpa aba-aba. Sepatu futsalnya lebih tajam dari katana, dan gawang Jepang terasa seperti pintu rumah tetangga, diketuk sedikit, jebol.

Kisah Samuel Eko ini sebenarnya satire sosial. Anak kampung yang dulu main bola plastik, lapangan tak rata, garis gawang pakai sandal, sekarang jadi headline nasional. Ia menampar mitos lama, sukses harus lahir dari kota besar.

Dari Toho bisa tembus Asia. Dari jalan tanah bisa melangkah ke panggung internasional. Kalau futsal punya kitab suci, namanya layak ditulis di bab pivot yang bikin Jepang termenung sambil nanya, “Ini anak dari mana, sih?”

Desa Toho bukan cuma titik koordinat di peta (0°24′53″ LU, 109°13′20″ BT), bukan sekadar wilayah seluas 186,11 km² dengan penduduk lebih dari 22 ribu jiwa, berbatasan dengan Bengkayang di utara, Landak di selatan dan timur, serta Anjungan di barat. Toho sekarang punya identitas tambahan, kampung yang melahirkan mimpi dan satu pivot yang bikin Asia menoleh.

Kalau suatu hari Toho mau bangun patung, jangan patung perang, wak. Bikin patung Samuel Eko sedang menendang bola. Biar anak-anak kampung yang main bola sore hari tahu satu hal penting, legenda tak selalu lahir dari stadion megah. Kadang ia muncul dari tanah becek, dengan tekad keras, dan sedikit keberanian untuk menertawakan Jepang setiap kali bola bersarang di gawang mereka.

"Mestinya nanti memuji beliau, Bang. Kan baru final, belum juara."

"Tembus final itu sudah sejarah besar. Apalagi nanti juara. Gimana pun Samuel, budak kite, wak" Ups

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Editor : M. Ainul Budi
#Kancil BBK #Samuel Eko #black steel #bintang timur surabaya #pontianak #timnas futsal #pemain #kebumen