Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Orthodonti vs Estetika: Memahami Batas Aman Perawatan Gigi

Linda Harsanti • Senin, 30 Juni 2025 | 17:11 WIB

Orthodonti vs Estetika: Memahami Batas Aman Perawatan Gigi

Photo
Photo

 

Siapa yang tidak pernah melihat selebriti atau influencer dengan senyuman sempurna berkat behel? Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan behel tidak lagi dianggap sebagai "momok" remaja, melainkan menjadi tren fashion dan investasi jangka panjang untuk kesehatan mulut. Namun, di balik popularitas ini, penting untuk memahami perbedaan mendasar antara perawatan ortodontik medis dan kosmetik.

 

Perbedaan behel medis dan behel estetik 

Behel medis adalah perawatan yang dirancang untuk mengatasi masalah fungsional dan kesehatan mulut yang serius. Kondisi yang memerlukan perawatan medis meliputi gigitan yang tidak sejajar yang dapat menyebabkan masalah pencernaan (maloklusi parah), gigi yang terlalu berdesakan hingga sulit dibersihkan (overcrowding extrem), gigitan terbalik dan gigitan dalam yang dapat menyebabkan keausan gigi yang tidak normal (crossbite dan underbite), gangguan sendi rahang yang memerlukan koreksi posisi gigi (temporomandibular jointn disorder) serta gangguan bicara akibat posisi gigi yang tidak tepat (speech impediment). Oleh karena itu, behel medis memiliki karakteristik yang spesifik. Berfokus pada fungsi dan kesehatan jangka Panjang merupakan karakteristik yang paling penting dalam behel medis. Behel medis dibuat denga menggunakan teknologi canggih untuk koreksi kompleks, durasi perawatan biasanya 18-36 bulan serta melibatkan berbagai tahapan perawatan terstruktur.

Behel kosmetik lebih fokus pada perbaikan estetika dengan masalah yang relatif ringan dan tujuan utamanya adalah memperbaiki penampilan senyuman. Indikasi behel kosmetik antara lain pada kasusu dengan sedikit ketidakrataan gigi depan, gap kecil antar gigi, rotasi ringan pada gigi tertentu serta perbaikan senyuman untuk kepercayaan diri. Oleh karena itu behel kosmetik memiliki karakteristik menggunakan bahan yang lebih estetis (clear aligners, ceramic brackets), berdurasi perawatan relatif lebih singkat (6-18 bulan), berfokus pada zona senyuman (gigi depan) serta biaya yang bervariasi tergantung bahan dan teknologi yang digunakan. 

 

Standar Keamanan Penggunaan Behel

Standar keamanan antara behel medis dan behel fashion memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Behel medis mengikuti protokol ketat dengan pengawasan profesional, sementara behel fashion hampir tidak memiliki standar keamanan yang memadai. Yang perlu diingat jangan hanya tergiur biaya pasang behel yang murah! - investasi pada kesehatan gigi dengan standar medis yang proper akan memberikan hasil yang aman dan efektif dalam jangka panjang. 

Behel medis memiliki standar keamanan media yang sangat ketat dan profesional, meliputi penggunaan bahan-bahan yang telah teruji secara klinis dan memenuhi standar ISO untuk peralatan medis, material ini tidak menyebabkan reaksi alergi dan aman untuk kontak jangka panjang dengan jaringan mulut. Sebelum pemasangan, dilakukan pemeriksaan menyeluruh termasuk rontgen panoramik, analisis sefalometri, dan evaluasi kondisi periodontal untuk memastikan perawatan yang aman dan efektif. Semua instrumen dan komponen behel yang akan digunakan disterilisasi menggunakan autoclave sesuai standar WHO untuk mencegah infeksi silang. Selain itu, pasien wajib menjalani kontrol rutin setiap 3-4 minggu untuk memantau progres dan mendeteksi dini kemungkinan komplikasi. Pada behel dengan tujuan estetik seharusnya juga memiliki standar keamanan yang sama dengan behel medis. Akan tetapi pada umumnya yang sering kita temui pada behel estetik adalah penggunaan bahan yang kurang berkualitas yang menyebabkan iritasi, terutama jika karet yang dipakai bukan material yang aman atau material yang mengandung logam berat atau bahan kimia berbahaya.

Selain itu, behel fashion sering dipasang oleh individu yang tidak memiliki kualifikasi medis, yang dapat mengakibatkan pemasangan yang salah dan komplikasi kesehatan gigi. 

 

 

 

Risiko Spesifik Behel yang Tidak Memenuhi Standar Keamanan

Penggunaan jangka panjang pada behel yang tidak memenuhi standar keamanan justru dapat memperparah maloklusi dan meningkatkan risiko kerusakan gigi, seperti gigi berlubang, radang gusi, dan alergi. Pemasangan behel yang inadekuat dapat menimbulkan berbagai risiko masalah kesehatan pada rongga mulut seperti infeksi, sariawan, pergerakan gigi yang tidak sesuai hingga kerusakan jaringan periodontal. Lecet, sariawan, dan iritasi akibat gesekan antara behel dan bibir atau behel dan lidah adalah komplikasi umum yang terjadi pada behel yang tidak memenuhi standar.

Regulasi, Pengawasan dan Rekomendasi Keamanan

Penggunaan behel medis diatur oleh Kementerian Kesehatan RI dan harus memiliki izin edar BPOM untuk material medis. Selain itu, praktisi yang melakukannya harus memiliki STR (Surat Tanda Registrasi) dan SIP (Surat Izin Praktik) dan fasilitas kesehatan penyelenggaranya juga harus berizin dan terakreditasi. 

Penggunaan behel baik yang bertujuan untuk perawatan gigi secara medis atau untuk estetik sebaiknya memenuhi syarat keamanan dan prosedur yang benar. Beberapa tips yang wajib dilakukan untuk mendapatkan hasil yang optimal dari penggunaan behel adalah sebagai berikut.

Behel bukan cuma soal estetika, tapi investasi kesehatan jangka panjang. Dengan komitmen dan perawatan yang tepat, kamu bakal dapet senyuman impian yang bikin hidup makin percaya diri. Ingat, gigi adalah aset seumur hidup. Jangan korbankan kesehatan gigi untuk tren sesaat yang justru bisa membahayakan!

Penulis : Dr. drg. Dwi Merry Chistmarini Robin, M.Kes 

(Dosen FKG Universitas Jember)

Editor : Linda Harsanti
#behel gigi #Kesehatan mulut dan gigi