Gelaran Jember Fashion Carnaval (JFC) tidak lama lagi akan ditampilkan. Parade JFC tahun ini mengusung tema “Timelapse, Journey of The Earth” diperkuat lagi dengan adanya konsep tambahan “JFC for Democration”. Konsep tambahan ini merupakan sebuah semangat untuk menyambut pesta demokrasi yang tidak lama lagi akan digelar. Perpaduan dengan tema yang menampilkan peragaan kejadian awal mula peradaban, hingga penciptaan bumi dipastikan sangat estetik dan menarik. Nantinya peserta akan berjalan sepanjang 3,8 kilometer diikuti oleh peserta perwakilan 12 negara. Tidak terasa pula perayaan JFC tahun ini merupakan acara yang ke-21 tahun.
Banyak kesan yang menarik di tengah gelaran JFC pasca-dibuka. Selain antusiasme dari peserta maupun penonton, apresiasi juga datang dari berbagai negara. Seolah menjadi karakter kuat bagi Jember untuk terus menerus menggelar perayaan JFC setiap tahunnya. Tujuan diadakannya JFC sendiri sebagai upaya membangun peradaban bangsa, khususnya dibidang fashion dan karnaval. Apresiasi setinggi-tingginya kepada Almarhum Dynand Fariz yang telah mencurahkan buah pemikirannya serta kontribusinya terhadap Jember. Melalui karya beliau, Jember dikenal luas hingga ke luar negeri dan hingga saat ini karyanya masih bisa kita nikmati.
Pengunjung yang ingin menikmati gelaran fashion karnaval terbesar ini datang dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Berasal dari Jember maupun luar kota, bahkan wisatawan mancanegara sering kali berkunjung untuk menikmati parade JFC ini. Semenjak dicabutnya status pandemi Covid-19 di Indonesia, bisa dipastikan wisatawan yang berkunjung ke Jember akan meningkat. Dalam hal ini Pemkab Jember mengambil langkah strategis untuk mendukung gelaran acara JFC. Salah satunya yaitu renovasi trotoar yang berada di jantung Kota Jember. Jika sebelumnya menggunakan material paving, untuk selanjutnya akan diganti dengan material batu granit. Selain memperindah tampilan, diharapkan nantinya membuat pengunjung menjadi nyaman menikmati gelaran JFC ini. Daya tarik wisatawan ini bisa dipastikan akan meningkatkan jumlah tingkat penghunian kamar (TPK) hotel. Karena para wisatawan tentunya selain menginap di Jember, tentu saja akan menikmati destinasi wisata yang ada di Jember. Perlu diingat, bahwa angka TPK menurun sejak awal tahun. TPK pada Mei 2023 hanya mencapai 35,49 persen. Gelaran fashion terbesar bulan Agustus ini, diharapkan bisa mendongkrak angka TPK hotel yang ada di Jember.
Selain perhotelan, harapannya JFC bisa mendongkrak bidang ekonomi kreatif yang ada di Jember. Ajang Jember Fashion Carnaval merupakan sarana promosi yang masif, untuk mengenalkan bidang ekonomi kreatif yang ada di Jember kepada para wisatawan. Terdiri atas 31 kecamatan dengan karakter topografi yang berbeda-beda membuat pengalaman tersendiri untuk dikunjungi. Entah ingin menikmati keindahan alam maupun ingin berinvestasi. Tentunya wisatawan akan dibuat terpukau dengan ciri khas keunikan yang ada di Jember. Ekonomi kreatif sendiri merupakan sebuah konsep ekonomi yang mengintensifkan informasi dan kreativitas melalui sarana ide dan knowledge dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama. Konsep ini menjadi tolak ukur kekuatan dari perkembangan industri kreatif. Jika dahulunya informasi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk penyebarannya, berbanding terbalik dengan keadaan saat ini. Karena informasi disebarkan dengan begitu cepat. Beberapa di antaranya yang menunjang ekonomi kreatif yaitu diperlukannya kolaborasi antara berbagai aktor yang berperan dalam industri kreatif, di antaranya kaum intelektual, dunia usaha, dan pemerintah. Tidak cukup di itu saja, pola perkembangan ekonomi kreatif saat ini didukung pula oleh kecanggihan digital marketing. Kemampuan digital marketing melalui sosial media perlu diakui begitu cepatnya dalam merangkul pasar dari berbagai segmen.
Aktor kesuksesan dari digital marketing sendiri berasal dari kreativitas influencer dalam menyajikan sebuah informasi. Jika berbagai hal fundamental ini berkolaborasi dan bersinergi, bisa dipastikan kemajuan ekonomi kreatif menjadi suatu bukti yang nyata. Dukungan yang nyata salah satunya datang dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT KAI memberikan diskon tarif hingga 10 persen untuk beberapa kereta api dari dan menuju stasiun Jember. Tarif diskon tersebut berlaku untuk keberangkatan tanggal 1-3 Agustus dan 7-9 Agustus 2023. Tentu saja apresiasi PT KAI untuk JFC dapat menarik minat wisatawan lokal maupun asing. Kembali pada tujuan dilakukannya pengembangan ekonomi kreatif yakni untuk mengurangi angka pengangguran. Konsep ini bagian dari konsep yang ramah lingkungan dan sangat menjanjikan untuk jangka panjang. Dengan catatan pelaku industri kreatif ini terus berkarya dan terus berinovasi menciptakan produk unggulan. Penyebaran potensi usaha kecil dan menengah (UKM) bidang ekonomi kreatif di Kabupaten Jember perlu ditata ulang. Beragam karya maupun corak menjadikan daya tarik sendiri bagi Kabupaten Jember. Karena kita tahu sejarah Jember memiliki beragam sosial budaya, tentunya keberagaman ini menjadi nilai tambah yang bisa memberi daya saing di tingkat internasional.
Berdasarkan data yang mengacu roadmap dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Jember memiliki tiga sektor unggulan UKM bidang ekonomi kreatif yang memiliki potensi kuat untuk dikembangkan, yaitu fashion, kerajinan, dan kuliner. Salah satu yang terkenal yakni event JFC. Dengan digelarnya event sekelas JFC seolah memberikan angin segar bagi pertumbuhan dan kebangkitan ekonomi kreatif yang ada di Jember. Kegiatan ini dirasa efektif untuk melibatkan berbagai aspek maupun komponen untuk berpartisipasi dalam menunjang ekonomi kreatif. Belum lagi dengan dukungan digital marketing seolah tidak akan habis untuk dibicarakan, ketika event ini digelar. Sejauh ini JFC memberi banyak kontribusi bagi perekonomian di Jember. Selaras dengan pagelaran yang diadakan tentunya dapat memberikan peningkatan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jember. Semoga event Jember Fashion Carnaval (JFC) tahun ini memberikan angin segar bagi pelaku ekonomi kreatif, di sisi lain menciptakan karakter kuat Jember di kancah internasional.
*) Penulis adalah Tenaga Promosi Kesehatan Puskesmas Sukowono.
Editor : Safitri