Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cinta Terlarang

Alvioniza • Kamis, 27 Juli 2023 - 05:09 WIB
Oleh: Siti Johar Insiyah
Oleh: Siti Johar Insiyah

Cinta terlarang bisa terjadi bukan hanya dengan teman dekat, teman pasangan, tetangga dekat dan tetangga jauh, tetapi juga dengan seseorang yang berada dalam satu keluarga, ipar, atau bahkan mertua. Beberapa waktu yang lalu pernah viral tentang perselingkuhan menantu dan mertua. Sebuah fenomena cinta terlarang yang menghebohkan di dunia maya pasca terbongkarnya salah satu kasus perselingkuhan yang melibatkan menantu dan mertua. Pasalnya menantu sama dengan anak. Cinta keduanya pun seharusnya hanya sebatas cinta anak dengan mertua atau sebaliknya. Namun bagaimanakah jika yang seharusnya hanya sebatas pada mertua menjadi cinta yang disertai nafsu birahi?

Cinta menantu dan mertua hanya sebagian kecil tema dari kasus perselingkuhan di Indonesia. Perselingkuhan juga bisa terjadi dengan teman pasangan, saudara dekat/ipar, saudara jauh, tetangga, teman kerja, anak kos di rumah, dan lain lain. Bahkan dengan orang yang baru kenal sekalipun juga bisa menjadi target teman selingkuh. Ada keinginan pasti ada jalan. Jalan selingkuh. Astagfirullah….

Perselingkuhan yang semakin marak, menjadikan Indonesia menduduki peringkat kedua terbanyak di Asia Tenggara. Fakta tersebut dilandasi oleh hasil survey yang dilakukan oleh justdating, sebuah aplikasi pencari teman kencan. Berdasarkan hasil survey tersebut dapat disimpulkan bahwa perselingkuhan di Indonesia harus diwaspadai dan dianalisis tentang sebab dan solusi permasalahannya.

Ada beberapa faktor yang mendorong seseorang melakukan perselingkuhan. Diantaranya adalah karena beberapa hal berikut ini. (a) kurangnya kepuasan seksual dengan pasangan resmi sehingga menimbulkan hasrat untuk mendapatkan seksual tambahan. Celakanya seksual tambahan tersebut dengan orang lain atau dengan selingkuhan. (b) Seseorang yang berpasangan adakalanya nafsu seksualnya naik turun bahkan bisa jadi malah mati yang mengakibatkan tidak lagi bergairah dengan pasangan resminya. Keadaan yang seperti ini akan mengakibatkan seseorang mencari kepuasan seksual di luar untuk mendapatkan kepuasan yang sudah mulai hilang dari rumah tangganya. Jika sebuah pernikahan hanya dilandasi nafsu birahi saja maka perselingkuhan akan mudah terjadi. (c) Kurangnya kepuasan emosional juga bisa menjadi pemicu adanya perselingkuhan. Keintiman emosial tidak mereka dapatkan dengan pasangan sahnya sehingga mencari kepuasan tersebut dengan orang lain. Nyamannya hubungan emosional dengan orang lain akan mengakibatkan pasangan yang sah tidak diperlukan lagi keberadaanya dan akhirnya terjadilah perselingkuhan. (d) Hasrat untuk mendapatkan rasa penghargaan dari orang lain. Dalam hidup berumah tangga harus bisa menjaga perasaan pasangan. Menerima semua kekurangan dan kelebihan pasangan harus diterima dengan lapang dada demi terjalinnya hubungan yang harmonis. Jika dalam rumah tangga tidak lagi menghargai pasangan maka akan mudah terjadi pertengkaran. (e) Tidak lagi cinta pada pasangan dan menemukan cinta yang baru. Bertemu dengan pasangan setiap hari di rumah ada kalanya akan membuat jenuh dan bosan. Bahkan kadang enggan bertemu apalagi jika sedang terjadi pertengkaran. Hal ini akan mengakibatkan rasa cinta pada pasangan berangsur-angsur akan hilang. Sementara di luar sana banyak yang menawarkan cinta baru yang lebih hebat meskipun itu hanya fatamorgana. Adanya cinta baru yang akan membuat perselingkuhan sangat mudah terjadi. (f) Balas dendam. Seseorang yang selingkuh bisa saja terjadi karena pasangannya selingkuh. Hal ini dilakukan sebagai upaya balas dendam agar pasangan merasakan sakit hati yang sama seperti yang dia rasakan.

Lantas bagaimanakah jika perselingkuhan terjadi antara menantu dan mertua? Perlu diketahui bahwa dalam Islam ada beberapa perempuan yang haram dinikahi salah satunya ibu mertua (Q. Surat An-Nisa: 23). Kedudukan ibu mertua dalam Islam sebagai mahram muabbad  yaitu mahram karena sebab perkawinan. Ketika seorang laki-laki menikah, maka secara otomatis dirinya juga akan memiliki orang tua/ibu dari istri atau yang dalam kultur Indonesia disebut dengan mertua. Perempuan ini haram dinikahi bagaimanapun situasi dan kondisinya.

Ibu mertua merupakan seorang perempuan yang melahirkan, menyusui, merawat, dan membesarkan pasangan. Setiap kewajiban yang dillakukan oleh seorang anak kepada ibu akan berlaku juga kewajiban kepada ibu mertua. Kewajiban berbakti juga akan sama dengan kewajiban kepada mertua. Larangan kepada ibu berlaku juga larangan kepada ibu mertua, termasuk larangan menikahinya. Larangan tersebut lebih tepatnya disebut Haram. Hal ini juga berlaku antara menantu perempuan dengan mertua laki-lakinya. Hubungan menantu dan mertua akan tetap langgeng sepanjang masa meskipun hubungan antara suami istri tersebut sudah bercerai sekalipun.

Bukan hanya hukum Islam yang melarang perkawinan antara menantu dan mertua. Hukum negara pun berlaku sama. Menurut pasal 8 huruf c UU No. 1 Tahun 1974 menyatakan tentang larangan perkawinan, yang salah satunya antara dua orang yang berhubungan semenda, yaitu: mertua, anak tiri, memantu, dan ibu/bapak tiri. Dari penjelasan di atas sudah bisa dipastikan bahwa perkawinan antara menantu dan mertua dengan hukum manapun tidak dibenarkan. Belum lagi dalam budaya Jawa. Perkawinan antara menantu dan mertua merupakan hal yang saru/tidak pantas dilakukan.

Berikut ini beberapa trik agar rumah tangga terhindar dari perselingkuhan. a) Apresiasi. Mengapresiasi setiap yang dimiliki atau yang dilakukan oleh pasangan akan membuat kita lebih bersyukur dan jauh dari selingkuh. b) Memiliki empati. Rasa empati akan membuat seseorang selalu ingin membahagiakan pasangannya dan menjaganya hingga kapanpun. c). Tumbuh bersama. Saat seseorang menikah bukanlah berarti dia berhenti bertumbuh. Namun akan tetap tumbuh dan berkembang dengan cara bersama dan mencapai tujuan hidup bersama-sama. d) Bicara itu baik, tetapi tindakan nyata lebih baik. Komunikasi sangat penting dalam sebuah hubungan. Namun tindakan nyata akan lebih sangat dibutuhkan. Untuk apa banyak janji tapi tingkah laku menyakiti. e) Jangan takut sisi gelapmu. Biarkan pasangan mengetahui sisi gelap kita. Pasangan dihadirkan sebagai pelengkap kekurangan kita. Bukan malah membuka aib kita atau kita yang membuka aibnya.  

Penulis adalah Guru Bahasa Indonesia di MAN Lumajang.

Editor : Alvioniza
#cinta terlarang #opini