Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gaya Hedon Mahasiswa Penerima KIP

R
Penulis: Radar Digital❯
Photo
Photo

Gaya Hedon Mahasiswa Penerima KIP

Oleh :
Nadia Yasmin Dini


Advertisement

PROGRAM Kartu Indonesia Pintar Kuliah atau yang selama ini kita kenal dengan singkatan KIP-K atau KIP Kuliah, kembali menjadi sorotan di tengah masyarakat.

Pasalnya, masyarakat khususnya para calon mahasiswa baru merasa jika program ini kurang tepat sasaran. Bukannya diberikan kepada para calon mahasiswa baru (maba) yang tidak mampu, justru diberikan kepada para calon mahasiswa yang mampu atau bahkan kehidupan perekonomiannya masih jauh dari kata tidak mampu.

Tentunya hal ini dapat merugikan para calon maba yang benar-benar dalam kondisi tidak mampu atau para pendaftar KIP Kuliah lainnya yang tertolak. Sebab, diketahui bahwa kuota Program KIP kuliah ini hanya terbatas. Tetapi, justru diberikan kepada yang kurang layak menerimanya.

Advertisement

Hal itu terurai dari kabar yang beredar belum lama ini di platform media sosial (X dan Tiktok) yang sedang ramai memperbincangkan sederet selebgram yang menjadi penerima Program KIP Kuliah. Sedikitnya empat selebgram yang saat ini paling disorot dan menjadi bulan-bulanan warganet karena gaya hedon yang dipertontonkan.

Selebgram pertama berinisial C yang memiliki followers mencapai 139 ribu. Dikabarkan banyaknya jumlah followers C membuat dirinya bisa membuka jasa endorse sejak sebelum menjadi maba.

C sempat diketahui sering melakukan flexing barang-barangnya yang mewah dan mahal, yang kemudian diunggah di X.

Advertisement

Bahkan, salah satu lipstik yang gunakan berasal dari salah satu brand ternama dunia. Hingga pada akhirnya, C melakukan klarifikasi bahwa dulunya ia berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Tetapi pertanyaannya, mengapa ia tidak melakukan pengunduran diri setelah kehidupan perekonomiannya mulai membaik?
Selebgram berikutnya merupakan trio kembar dengan inisial DDD.

Ketiganya diketahui memiliki satu akun Tiktok dengan jumlah followers sebanyak 9,7 juta yang mereka kelola secara bersama.

Sama halnya dengan selebgram C, trio kembar ini juga diketahui telah membuka jasa endorse dari sejak sebelum mereka menjadi maba.

Dengan jumlah followers yang fantastis, mustahil biaya endorse mereka murah.

Terhitung sejak penulisan artikel ini, ketiganya belum juga melakukan klarifikasi secara langsung.
Hal ini yang kemudian memicu kekesalan warganet, terutama para pendaftar KIP Kuliah lainnya yang ditolak.

KIP Kuliah yang seharusnya diberikan untuk menunjang pendidikan para calon mahasiswa yang tidak mampu justru justru mempermudah jalan hidup seorang selebgram dan menuntun mereka pada gaya hidup yang hedonis.
Situasi ini sangat tidak adil.

Di mana para calon mahasiswa baru yang benar-benar tidak mampu untuk membayar biaya kuliah mereka harus mengubur dalam-dalam mimpi mereka untuk melanjutkan pendidikan dan terpaksa putus sekolah karena tertolak Program KIP Kuliah.

Sementara mereka yang masih jauh dari kata tidak mampu dan masih sanggup untuk membayar biaya kuliah, dapat mengambil keuntungan dari Program KIP kuliah ini.

Bahkan, kemungkinan besar mereka dapat menyalahgunakan uang KIP Kuliah untuk hal-hal yang ada di luar kebutuhan pendidikan. Seperti membeli baju, handphone, alat-alat make-up, dan lainnya. Yang pada intinya membawa mereka pada gaya hidup hedonis.

Hedonisme sendiri merupakan sebuah istilah berasal dari bahasa Yunani "hedone" berarti kesenangan.

Sehingga jika diartikan secara lengkap, hedonisme adalah gaya hidup yang berfokus mencari kesenangan dan kepuasan tanpa batas.
Program KIP Kuliah merupakan sebuah program pemerintah berupa bantuan dana yang diberikan kepada calon mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Program ini sebagai pengganti dari bantuan Bidikmisi yang telah diterbitkan pada sejak tahun 2020.

Ada perbedaan antara Program KIP Kuliah dan beasiswa pada umumnya.

Meski keduanya memiliki tujuan yang sama yakni, untuk menunjang pendidikan mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik bagus. Tetapi, sasaran yang ditujukan berbeda.
Jika beasiswa pada umumnya itu sasarannya tidak terbatas.

Dalam artian lain, beasiswa umum terbuka bagi seluruh mahasiswa yang mampu maupun tidak mampu.

Intinya, yang terpenting mahasiswa tersebut dinilai mampu secara akademik dan nonakademik. Tetapi, jika Program KIP Kuliah sasarannya adalah calon mahasiswa yang tidak mampu.

Bahkan, hal ini sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

UU tersebut menegaskan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan akses dan kesempatan pendidikan di perguruan tinggi serta menyiapkan warga negara menjadi cerdas dan kompetitif.

Oleh karena itu, pemerintah harus terus memastikan bahwa anak-anak dari keluarga miskin/rentan miskin, terutama yang berprestasi, dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang kuliah.

Salah satu caranya untuk mewujudkan hal tersebut adalah melalui Program KIP Kuliah ini.

Jika ada oknum yang masih dikategorikan mampu mengambil kesempatan atas Program KIP Kuliah ini, maka itu sama saja mereka telah mengambil hak orang lain yang lebih membutuhkan.
Sebenarnya siapa pun bisa dan boleh mendaftar Program KIP Kuliah, tetapi dengan syarat bahwa mereka memang benar-benar dalam keadaan yang tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan.

Jika dirasa masih mampu dan bahkan memiliki penghasilan sendiri, akan lebih baik jika memberikan kesempatan tersebut pada orang yang lebih membutuhkan di luar sana atau melakukan pengunduran diri jika dirasa kehidupan perekonomian sudah jauh lebih baik dan sudah merasa mampu.

Sebenarnya kasus ini merupakan kesalahan dari dua pihak yakni, mahasiswa yang bersangkutan dan pihak penyelenggara atau pemerintah.

Kita tidak bisa membenarkan mahasiswa yang telah seenaknya mengambil keuntungan dari program KIP kuliah ini. Tetapi pertanyaannya, mengapa pihak penyelenggara atau pemerintah justru meloloskan mereka? Itu artinya pihak penyelenggara atau pemerintah kurang teliti dalam memeriksa berkas-berkas yang bisa saja dipalsukan.

Dalam menyikapi masalah ini, pemerintah diharapkan dapat lebih teliti dalam memverifikasi dan validasi.

*) Penulis merupakan mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Universitas Airlangga.

 

Advertisement
Editor : Radar Digital

Artikel Terkait

Angka-Angka yang Belum Disampaikan Catatan atas Rencana Utang Rp786,57 Miliar Pemkab Jember

Angka-Angka yang Belum Disampaikan Catatan atas Rencana Utang Rp786,57 Miliar Pemkab Jember

Analisis kritis atas rencana utang Pemkab Jember Rp786,57 miliar. Penulis menyoroti risiko fiskal APBD, perhitungan nilai DSCR, dan aturan UU HKPD.

Beyond Regulation: Peran Transformasional DPRD Dalam Pengendalian Leptospirosis Di Era Kesehatan Modern

Beyond Regulation: Peran Transformasional DPRD Dalam Pengendalian Leptospirosis Di Era Kesehatan Modern

Di tengah kompleksitas persoalan kesehatan masyarakat saat ini, ukuran keberhasilan DPRD tidak lagi cukup dihitung dari jumlah Peraturan Daerah yang dihasilkan. Yang lebih penting adalah sejauh mana kebijakan yang diperj

Dosa Turunan Birokrasi: Sengkarut DAK dan Hilangnya Momentum Ijen Geopark Bondowoso

Dosa Turunan Birokrasi: Sengkarut DAK dan Hilangnya Momentum Ijen Geopark Bondowoso

Belum lama ini publik Bondowoso menerima kabar yang seharusnya menjadi bahan refleksi bersama. Pemerintah Kabupaten Bondowoso harus menerima sanksi dari pemerintah pusat akibat tidak terlaksananya program infrastruktur p

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer