alexametrics
24.4C
Jember
Tuesday, 19 January 2021
Mobile_AP_Top Banner

Media Sosial, Kekuatan Dahsyat Menggaet Hati Masyarakat

Oleh: Sholikhul Huda

Desktop_AP_Leaderboard
Mobile_AP_Rectangle 1

Rentang waktu 2020-2035, diprediksi Indonesia akan mendapat bonus demografi. Puncaknya sekitar 2030. Bonus demografi ini didasarkan prediksi penduduk usia produktif di Indonesia jauh lebih banyak dibanding usia non-produktif. Tidak salah kiranya jika generasi muda bisa menjadi penentu bangsa. Menentukan arah kebijakan sampai menentukan pilihan ditingkat bawah. Di tataran terbawah, mereka bisa menentukan para pemimpin bangsa.

Dalam konteks menentukan pemimpin, partai politik harus menangkap peluang ini dengan maksimal. Termasuk Partai Hanura. Partai yang saat ini dipimpin Oesman Sapta Odang (OSO) ini, baru saja merayakan ulang tahun ke-14. Tepatnya 21 Desember 2020. Usia ini jika dipadankan dengan tumbuh kembang manusia, sudah mulai masuk remaja. Sesuai tabiat remaja, saatnya menuangkan ide-ide kreatifnya. Minimal bisa mengisi pembangunan dengan berbagai inovasi. Aplikasinya setidaknya dalam seluruh nafas gerakannya mengikuti keinginan positif generasi muda.

Selain bonus demografi, saat ini penetrasi dunia digital sangat tinggi. Awal 2020, diketahui penetrasi internet di Indonesia mencapai 64 persen. Artinya ada sekitar 175,4 juta orang menggunakan internet. Angka tersebut diambil dari jumlah populasi di Indonesia 272,1 juta jiwa. Ini adalah hasil riset layanan manajemen konten Hootsuite dan agen pemasaran media sosial We Are Social dalam laporan bertajuk ‘Digital 2020’

Mobile_AP_Rectangle 2

Melihat penetrasi pengguna internet yang telah lebih dari setengah jumlah rakyat, maka menjadi hal yang wajib bagi partai politik untuk menggunakan pendekatan digital. Strategi partai politik tidak boleh hanya pendekatan dengan berbagai pertemuan. Namun harus juga melakukan pendekatan dengan inovasi digital. Paling efektif saat ini adalah media sosial.

DPD Hanura Jawa Timur sudah melakukannya. Ketua DPD Partai Hanura Jatim Yunianto Wahyudi telah memulai dengan instagram hanurajatim13 dan akun youtube Official Hanura Jatim. Minimal media ini menjadi salah satu kanal masyarakat untuk berinteraksi dengan partai. Tinggal bagaimana partai memaksimalkannya.

Melalui media sosial, minimal masyarakat luas bisa melihat berbagai kegiatan yang dilakukan partai. Terpenting lagi masyarakat bisa menyalurkan aspirasinya. Mulai menanggapi sampai menyampaikan uneg-unegnya.

Tinggal bagaimana partai menanggapinya. Jika tanggapannya responsif, maka akan menjadi nilai tambah. Namun jika slow respon, otomatis masyarakat pengguna internet akan memberi nilai negatif. Tanggapan yang cepat juga belum cukup. Perlu tanggapan cepat yang solutif.

Tentu ketika sebuah partai bisa mengaplikasikan strategi ini, maka keyakinan masyarakat akan meningkat. Efeknya minimal pada pemilihan umum legislatif 2024, Partai Hanura akan menjadi partai yang dipercaya masyarakat. Cita-cita ‘Hanura Jaya, Jawa Timur Maju’ bisa tercapai.

*Penulis adalah wartawan Jawa Pos Radar Jember

- Advertisement -

Rentang waktu 2020-2035, diprediksi Indonesia akan mendapat bonus demografi. Puncaknya sekitar 2030. Bonus demografi ini didasarkan prediksi penduduk usia produktif di Indonesia jauh lebih banyak dibanding usia non-produktif. Tidak salah kiranya jika generasi muda bisa menjadi penentu bangsa. Menentukan arah kebijakan sampai menentukan pilihan ditingkat bawah. Di tataran terbawah, mereka bisa menentukan para pemimpin bangsa.

Dalam konteks menentukan pemimpin, partai politik harus menangkap peluang ini dengan maksimal. Termasuk Partai Hanura. Partai yang saat ini dipimpin Oesman Sapta Odang (OSO) ini, baru saja merayakan ulang tahun ke-14. Tepatnya 21 Desember 2020. Usia ini jika dipadankan dengan tumbuh kembang manusia, sudah mulai masuk remaja. Sesuai tabiat remaja, saatnya menuangkan ide-ide kreatifnya. Minimal bisa mengisi pembangunan dengan berbagai inovasi. Aplikasinya setidaknya dalam seluruh nafas gerakannya mengikuti keinginan positif generasi muda.

Selain bonus demografi, saat ini penetrasi dunia digital sangat tinggi. Awal 2020, diketahui penetrasi internet di Indonesia mencapai 64 persen. Artinya ada sekitar 175,4 juta orang menggunakan internet. Angka tersebut diambil dari jumlah populasi di Indonesia 272,1 juta jiwa. Ini adalah hasil riset layanan manajemen konten Hootsuite dan agen pemasaran media sosial We Are Social dalam laporan bertajuk ‘Digital 2020’

Melihat penetrasi pengguna internet yang telah lebih dari setengah jumlah rakyat, maka menjadi hal yang wajib bagi partai politik untuk menggunakan pendekatan digital. Strategi partai politik tidak boleh hanya pendekatan dengan berbagai pertemuan. Namun harus juga melakukan pendekatan dengan inovasi digital. Paling efektif saat ini adalah media sosial.

DPD Hanura Jawa Timur sudah melakukannya. Ketua DPD Partai Hanura Jatim Yunianto Wahyudi telah memulai dengan instagram hanurajatim13 dan akun youtube Official Hanura Jatim. Minimal media ini menjadi salah satu kanal masyarakat untuk berinteraksi dengan partai. Tinggal bagaimana partai memaksimalkannya.

Melalui media sosial, minimal masyarakat luas bisa melihat berbagai kegiatan yang dilakukan partai. Terpenting lagi masyarakat bisa menyalurkan aspirasinya. Mulai menanggapi sampai menyampaikan uneg-unegnya.

Tinggal bagaimana partai menanggapinya. Jika tanggapannya responsif, maka akan menjadi nilai tambah. Namun jika slow respon, otomatis masyarakat pengguna internet akan memberi nilai negatif. Tanggapan yang cepat juga belum cukup. Perlu tanggapan cepat yang solutif.

Tentu ketika sebuah partai bisa mengaplikasikan strategi ini, maka keyakinan masyarakat akan meningkat. Efeknya minimal pada pemilihan umum legislatif 2024, Partai Hanura akan menjadi partai yang dipercaya masyarakat. Cita-cita ‘Hanura Jaya, Jawa Timur Maju’ bisa tercapai.

*Penulis adalah wartawan Jawa Pos Radar Jember

Mobile_AP_Half Page
Desktop_AP_Half Page

Berita Terbaru

Desktop_AP_Rectangle 1

Wajib Dibaca