alexametrics
20.3C
Jember
Wednesday, 21 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

“COVID” Strategy di Era New Normal

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suka tidak suka masyarakat dihadapkan pada kondisi yang sangat tidak menguntungkan dalam bisnis saat ini. Perekonomian Nasional mulai terpuruk dengan pandemi Covid-19 yang seolah tidak berujung selesai. Semakin hari bahkan semakin banyak korban manusia yang berjatuhan. Data dari Tim gugus Covid-19 menunjukkan bahwa grafik trend kenaikan jumlah pasien yang positif terus meningkat di Indonesia, meskipun tingkat kesembuhan pasien sampai bulan Maret 2021 ini sudah sekitar 88,2% atau sekitar 1,2 juta orang, Pemberian vaksin kepada masyarakat pun juga sudah dilakukan secara berkala sampai akhir tahun 2021, yang mana menurut Pandu Riano, pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia bahwa pandemi bisa diatasi pada September 2021 apabila pemberian vaksin bisa dilakukan secara komprehensif, cerdas dan inovatif. Pemerintah tidak henti-hentinya mencari solusi, dalam rangka mendorong semua sektor usaha yang telah terdampak pandemi terutama sektor ekonomi.
Satu tahun setelah pandemi melanda di Indonesia kondisi ekonomi Indonesia mulai menampakkan dampak yang sangat signifikan terutama sektor UMKM. Menurut penelitian dari Bachtiar,R.,& P.S, J (2020) pada sektor non kuliner saja telah mengalami penurunan sebesar 35% sejak munculnya wabah pandemi Covid-19. Menghadapi kenyataan saat ini pelaku usaha diharapkan mempunyai strategi yang tepat untuk bisa bertahan hidup. Strategi yang bisa diterapkan saat ini khususnya bagi usaha kecil menengah adalah “COVID” Strategy. Pertama adalah “Creativity”. UMKM harus secara kreatif melakukan terobosan-terobosan baru dalam usaha bisnisnya. Kreativitas yang dilakukan harus bisa menjamin kelangsungan hidup usahanya minimal satu sampai dua tahun mendatang. Kreativitas dapat dilakukan dengan menggunakan sarana teknologi digital yang sudah ada. Penawaran produk dan promosi dapat dilakukan melalui online. Pelaku bisnis hendaknya bisa melakukan komunikasi dengan pelanggan dengan menggunakan berbagai media online yang ada. Layanan pelanggan pun dilakukan dengan cara delivery order. Saat pandemi seperti ini diperlukan kreativitas untuk bisa menentukan target pasar yang akan dituju. Target pasar dapat dilakukan dengan tetap memelihara hubungan dengan pelanggan setia.
Kedua adalah “Obedience”. Kepatuhan pada protokoler kesehatan mutlak harus dilakukan. Menjaga Jarak, Memakai Masker dan Mencuci Tangan merupakan protokoler kesehatan yang sudah ditetapkan oleh WHO di masa pandemi ini. Adapun saat ini 3M lebih disempurnakan menjadi 5M http://www.covid19.go.id yaitu menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas. Setiap pelaku usaha wajib mematuhi protokoler kesehatan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Hal tersebut demi kenyamanan konsumen dan pelaku usaha. Kepatuhan yang dilakukan dengan kedisiplinan yang tinggi akan menumbuhkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang akan dikonsumsi. Konsumen saat ini dibayang-bayangi kekuatiran yang tinggi apabila mengkonsumsi produk UMKM. Stigma pelaku usaha kecil menengah khususnya kuliner terkadang tidak higienis dan kurang nyaman. Membangun kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM adalah dengan menjalankan protokoler kesehatan secara ketat dan konsisten sehingga kedisiplinan tersebut akan menjadi suatu budaya untuk selalu hidup bersih. Penyediaan sarana cuci tangan dan hand sanitizer harus ada di setiap tempat usaha. Makanan dan minuman selalu tertutup dalam kemasan plastik, transaksi terutama di tempat-tempat yang terdapat kerumunan seperti pasar tradisional dilakukan dengan menggunakan media nampan untuk menghindari sentuhan serta pengaturan jarak antarkonsumen dalam bertransaksi. Semua harus dilakukan dengan ketat demi kenyamanan dan kesehatan konsumen.
Strategi ketiga adalah Valuable Product. Pelaku usaha dituntut untuk fokus pada value produk. Pada situasi new normal mereka harus bergerak agresif untuk melakukan inovasi produk dan berpikir out of the box keluar dari zona nyaman. Produk yang bernilai harus mampu beradaptasi dengan masa new normal dan mampu menciptakan terobosan serta peluang baru yang mampu memberikan keuntungan bisnis. Meskipun produk tersebut bukan merupakan produk yang benar-benar baru tetapi inovasi dan pengembangan produk harus dilakukan untuk tetap menarik pelanggan di masa pandemi. UMKM tidak hanya dituntut untuk memperbaiki tampilan fisik produk saja seperti kemasan, bentuk, dan isi suatu produk saja tetapi juga mampu untuk mengubah persepsi konsumen akan suatu produk. Produk-produk yang berhubungan dengan health care saat ini bisa dicoba untuk dieksplorasi lebih dalam, dirubah ataupun ditambah variasi formulanya disesuaikan dengan kebutuhan konsumen akan nutrisi untuk meningkatkan imun dan kesehatan.
Integrity adalah strategi keempat yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha mikro, kecil, menengah. Kolaborasi sesama pelaku usaha maupun pemerintah untuk bergerak bersama saling membantu dan gotong royong dalam situasi pandemi harus ditingkatkan secara konsisten. Kolaborasi dilakukan dengan melakukan perdagangan bersama-sama membentuk suatu komunitas dan masuk bersama pada pangsa pasar yang sudah ada. Situasi persaingan dalam perekonomian normal sebaiknya dihindari. Saat ini yang perlu dikembangkan adalah menumbuhkan perasaan emphaty sesama pelaku usaha untuk saling membantu. Misalnya pelaku usaha kuliner dapat menggandeng pelaku usaha di pasar tradisional dalam penyediaan bahan baku. Sebaliknya pedagang pasar tradisional dapat ikut membantu mempromosikan produk pelaku usaha kuliner. Pemerintah sementara ini sebagai penyedia sarana prasarana dan memberikan akses ke pasar maupun membantu dalam pembiayaan.
Dedication adalah strategi terakhir yang dilakukan saat ini. Pandemi ini memang telah memukul semua sektor ekonomi baik besar, menengah, kecil, maupun mikro. Namun demikian memiliki dedikasi yang tinggi terhadap apa yang telah kita usahakan tidak akan menipu hasilnya. Ikhtiar tanpa henti disertai kesungguhan dalam berusaha dan bersabar dengan semua masalah yang ada, setidaknya akan membantu kita untuk tetap semangat menjalani masa sulit. Semoga pandemi ini segera berakhir dan UMKM kembali pada masa keberuntungannya. Salam Sehat.
*) penulis adalah alumnus program pascasarjana Doktor Manajemen Universitas Jember.

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suka tidak suka masyarakat dihadapkan pada kondisi yang sangat tidak menguntungkan dalam bisnis saat ini. Perekonomian Nasional mulai terpuruk dengan pandemi Covid-19 yang seolah tidak berujung selesai. Semakin hari bahkan semakin banyak korban manusia yang berjatuhan. Data dari Tim gugus Covid-19 menunjukkan bahwa grafik trend kenaikan jumlah pasien yang positif terus meningkat di Indonesia, meskipun tingkat kesembuhan pasien sampai bulan Maret 2021 ini sudah sekitar 88,2% atau sekitar 1,2 juta orang, Pemberian vaksin kepada masyarakat pun juga sudah dilakukan secara berkala sampai akhir tahun 2021, yang mana menurut Pandu Riano, pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia bahwa pandemi bisa diatasi pada September 2021 apabila pemberian vaksin bisa dilakukan secara komprehensif, cerdas dan inovatif. Pemerintah tidak henti-hentinya mencari solusi, dalam rangka mendorong semua sektor usaha yang telah terdampak pandemi terutama sektor ekonomi.
Satu tahun setelah pandemi melanda di Indonesia kondisi ekonomi Indonesia mulai menampakkan dampak yang sangat signifikan terutama sektor UMKM. Menurut penelitian dari Bachtiar,R.,& P.S, J (2020) pada sektor non kuliner saja telah mengalami penurunan sebesar 35% sejak munculnya wabah pandemi Covid-19. Menghadapi kenyataan saat ini pelaku usaha diharapkan mempunyai strategi yang tepat untuk bisa bertahan hidup. Strategi yang bisa diterapkan saat ini khususnya bagi usaha kecil menengah adalah “COVID” Strategy. Pertama adalah “Creativity”. UMKM harus secara kreatif melakukan terobosan-terobosan baru dalam usaha bisnisnya. Kreativitas yang dilakukan harus bisa menjamin kelangsungan hidup usahanya minimal satu sampai dua tahun mendatang. Kreativitas dapat dilakukan dengan menggunakan sarana teknologi digital yang sudah ada. Penawaran produk dan promosi dapat dilakukan melalui online. Pelaku bisnis hendaknya bisa melakukan komunikasi dengan pelanggan dengan menggunakan berbagai media online yang ada. Layanan pelanggan pun dilakukan dengan cara delivery order. Saat pandemi seperti ini diperlukan kreativitas untuk bisa menentukan target pasar yang akan dituju. Target pasar dapat dilakukan dengan tetap memelihara hubungan dengan pelanggan setia.
Kedua adalah “Obedience”. Kepatuhan pada protokoler kesehatan mutlak harus dilakukan. Menjaga Jarak, Memakai Masker dan Mencuci Tangan merupakan protokoler kesehatan yang sudah ditetapkan oleh WHO di masa pandemi ini. Adapun saat ini 3M lebih disempurnakan menjadi 5M http://www.covid19.go.id yaitu menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas. Setiap pelaku usaha wajib mematuhi protokoler kesehatan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Hal tersebut demi kenyamanan konsumen dan pelaku usaha. Kepatuhan yang dilakukan dengan kedisiplinan yang tinggi akan menumbuhkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang akan dikonsumsi. Konsumen saat ini dibayang-bayangi kekuatiran yang tinggi apabila mengkonsumsi produk UMKM. Stigma pelaku usaha kecil menengah khususnya kuliner terkadang tidak higienis dan kurang nyaman. Membangun kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM adalah dengan menjalankan protokoler kesehatan secara ketat dan konsisten sehingga kedisiplinan tersebut akan menjadi suatu budaya untuk selalu hidup bersih. Penyediaan sarana cuci tangan dan hand sanitizer harus ada di setiap tempat usaha. Makanan dan minuman selalu tertutup dalam kemasan plastik, transaksi terutama di tempat-tempat yang terdapat kerumunan seperti pasar tradisional dilakukan dengan menggunakan media nampan untuk menghindari sentuhan serta pengaturan jarak antarkonsumen dalam bertransaksi. Semua harus dilakukan dengan ketat demi kenyamanan dan kesehatan konsumen.
Strategi ketiga adalah Valuable Product. Pelaku usaha dituntut untuk fokus pada value produk. Pada situasi new normal mereka harus bergerak agresif untuk melakukan inovasi produk dan berpikir out of the box keluar dari zona nyaman. Produk yang bernilai harus mampu beradaptasi dengan masa new normal dan mampu menciptakan terobosan serta peluang baru yang mampu memberikan keuntungan bisnis. Meskipun produk tersebut bukan merupakan produk yang benar-benar baru tetapi inovasi dan pengembangan produk harus dilakukan untuk tetap menarik pelanggan di masa pandemi. UMKM tidak hanya dituntut untuk memperbaiki tampilan fisik produk saja seperti kemasan, bentuk, dan isi suatu produk saja tetapi juga mampu untuk mengubah persepsi konsumen akan suatu produk. Produk-produk yang berhubungan dengan health care saat ini bisa dicoba untuk dieksplorasi lebih dalam, dirubah ataupun ditambah variasi formulanya disesuaikan dengan kebutuhan konsumen akan nutrisi untuk meningkatkan imun dan kesehatan.
Integrity adalah strategi keempat yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha mikro, kecil, menengah. Kolaborasi sesama pelaku usaha maupun pemerintah untuk bergerak bersama saling membantu dan gotong royong dalam situasi pandemi harus ditingkatkan secara konsisten. Kolaborasi dilakukan dengan melakukan perdagangan bersama-sama membentuk suatu komunitas dan masuk bersama pada pangsa pasar yang sudah ada. Situasi persaingan dalam perekonomian normal sebaiknya dihindari. Saat ini yang perlu dikembangkan adalah menumbuhkan perasaan emphaty sesama pelaku usaha untuk saling membantu. Misalnya pelaku usaha kuliner dapat menggandeng pelaku usaha di pasar tradisional dalam penyediaan bahan baku. Sebaliknya pedagang pasar tradisional dapat ikut membantu mempromosikan produk pelaku usaha kuliner. Pemerintah sementara ini sebagai penyedia sarana prasarana dan memberikan akses ke pasar maupun membantu dalam pembiayaan.
Dedication adalah strategi terakhir yang dilakukan saat ini. Pandemi ini memang telah memukul semua sektor ekonomi baik besar, menengah, kecil, maupun mikro. Namun demikian memiliki dedikasi yang tinggi terhadap apa yang telah kita usahakan tidak akan menipu hasilnya. Ikhtiar tanpa henti disertai kesungguhan dalam berusaha dan bersabar dengan semua masalah yang ada, setidaknya akan membantu kita untuk tetap semangat menjalani masa sulit. Semoga pandemi ini segera berakhir dan UMKM kembali pada masa keberuntungannya. Salam Sehat.
*) penulis adalah alumnus program pascasarjana Doktor Manajemen Universitas Jember.

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suka tidak suka masyarakat dihadapkan pada kondisi yang sangat tidak menguntungkan dalam bisnis saat ini. Perekonomian Nasional mulai terpuruk dengan pandemi Covid-19 yang seolah tidak berujung selesai. Semakin hari bahkan semakin banyak korban manusia yang berjatuhan. Data dari Tim gugus Covid-19 menunjukkan bahwa grafik trend kenaikan jumlah pasien yang positif terus meningkat di Indonesia, meskipun tingkat kesembuhan pasien sampai bulan Maret 2021 ini sudah sekitar 88,2% atau sekitar 1,2 juta orang, Pemberian vaksin kepada masyarakat pun juga sudah dilakukan secara berkala sampai akhir tahun 2021, yang mana menurut Pandu Riano, pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia bahwa pandemi bisa diatasi pada September 2021 apabila pemberian vaksin bisa dilakukan secara komprehensif, cerdas dan inovatif. Pemerintah tidak henti-hentinya mencari solusi, dalam rangka mendorong semua sektor usaha yang telah terdampak pandemi terutama sektor ekonomi.
Satu tahun setelah pandemi melanda di Indonesia kondisi ekonomi Indonesia mulai menampakkan dampak yang sangat signifikan terutama sektor UMKM. Menurut penelitian dari Bachtiar,R.,& P.S, J (2020) pada sektor non kuliner saja telah mengalami penurunan sebesar 35% sejak munculnya wabah pandemi Covid-19. Menghadapi kenyataan saat ini pelaku usaha diharapkan mempunyai strategi yang tepat untuk bisa bertahan hidup. Strategi yang bisa diterapkan saat ini khususnya bagi usaha kecil menengah adalah “COVID” Strategy. Pertama adalah “Creativity”. UMKM harus secara kreatif melakukan terobosan-terobosan baru dalam usaha bisnisnya. Kreativitas yang dilakukan harus bisa menjamin kelangsungan hidup usahanya minimal satu sampai dua tahun mendatang. Kreativitas dapat dilakukan dengan menggunakan sarana teknologi digital yang sudah ada. Penawaran produk dan promosi dapat dilakukan melalui online. Pelaku bisnis hendaknya bisa melakukan komunikasi dengan pelanggan dengan menggunakan berbagai media online yang ada. Layanan pelanggan pun dilakukan dengan cara delivery order. Saat pandemi seperti ini diperlukan kreativitas untuk bisa menentukan target pasar yang akan dituju. Target pasar dapat dilakukan dengan tetap memelihara hubungan dengan pelanggan setia.
Kedua adalah “Obedience”. Kepatuhan pada protokoler kesehatan mutlak harus dilakukan. Menjaga Jarak, Memakai Masker dan Mencuci Tangan merupakan protokoler kesehatan yang sudah ditetapkan oleh WHO di masa pandemi ini. Adapun saat ini 3M lebih disempurnakan menjadi 5M http://www.covid19.go.id yaitu menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas. Setiap pelaku usaha wajib mematuhi protokoler kesehatan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Hal tersebut demi kenyamanan konsumen dan pelaku usaha. Kepatuhan yang dilakukan dengan kedisiplinan yang tinggi akan menumbuhkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang akan dikonsumsi. Konsumen saat ini dibayang-bayangi kekuatiran yang tinggi apabila mengkonsumsi produk UMKM. Stigma pelaku usaha kecil menengah khususnya kuliner terkadang tidak higienis dan kurang nyaman. Membangun kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM adalah dengan menjalankan protokoler kesehatan secara ketat dan konsisten sehingga kedisiplinan tersebut akan menjadi suatu budaya untuk selalu hidup bersih. Penyediaan sarana cuci tangan dan hand sanitizer harus ada di setiap tempat usaha. Makanan dan minuman selalu tertutup dalam kemasan plastik, transaksi terutama di tempat-tempat yang terdapat kerumunan seperti pasar tradisional dilakukan dengan menggunakan media nampan untuk menghindari sentuhan serta pengaturan jarak antarkonsumen dalam bertransaksi. Semua harus dilakukan dengan ketat demi kenyamanan dan kesehatan konsumen.
Strategi ketiga adalah Valuable Product. Pelaku usaha dituntut untuk fokus pada value produk. Pada situasi new normal mereka harus bergerak agresif untuk melakukan inovasi produk dan berpikir out of the box keluar dari zona nyaman. Produk yang bernilai harus mampu beradaptasi dengan masa new normal dan mampu menciptakan terobosan serta peluang baru yang mampu memberikan keuntungan bisnis. Meskipun produk tersebut bukan merupakan produk yang benar-benar baru tetapi inovasi dan pengembangan produk harus dilakukan untuk tetap menarik pelanggan di masa pandemi. UMKM tidak hanya dituntut untuk memperbaiki tampilan fisik produk saja seperti kemasan, bentuk, dan isi suatu produk saja tetapi juga mampu untuk mengubah persepsi konsumen akan suatu produk. Produk-produk yang berhubungan dengan health care saat ini bisa dicoba untuk dieksplorasi lebih dalam, dirubah ataupun ditambah variasi formulanya disesuaikan dengan kebutuhan konsumen akan nutrisi untuk meningkatkan imun dan kesehatan.
Integrity adalah strategi keempat yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha mikro, kecil, menengah. Kolaborasi sesama pelaku usaha maupun pemerintah untuk bergerak bersama saling membantu dan gotong royong dalam situasi pandemi harus ditingkatkan secara konsisten. Kolaborasi dilakukan dengan melakukan perdagangan bersama-sama membentuk suatu komunitas dan masuk bersama pada pangsa pasar yang sudah ada. Situasi persaingan dalam perekonomian normal sebaiknya dihindari. Saat ini yang perlu dikembangkan adalah menumbuhkan perasaan emphaty sesama pelaku usaha untuk saling membantu. Misalnya pelaku usaha kuliner dapat menggandeng pelaku usaha di pasar tradisional dalam penyediaan bahan baku. Sebaliknya pedagang pasar tradisional dapat ikut membantu mempromosikan produk pelaku usaha kuliner. Pemerintah sementara ini sebagai penyedia sarana prasarana dan memberikan akses ke pasar maupun membantu dalam pembiayaan.
Dedication adalah strategi terakhir yang dilakukan saat ini. Pandemi ini memang telah memukul semua sektor ekonomi baik besar, menengah, kecil, maupun mikro. Namun demikian memiliki dedikasi yang tinggi terhadap apa yang telah kita usahakan tidak akan menipu hasilnya. Ikhtiar tanpa henti disertai kesungguhan dalam berusaha dan bersabar dengan semua masalah yang ada, setidaknya akan membantu kita untuk tetap semangat menjalani masa sulit. Semoga pandemi ini segera berakhir dan UMKM kembali pada masa keberuntungannya. Salam Sehat.
*) penulis adalah alumnus program pascasarjana Doktor Manajemen Universitas Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

×Info Langganan Koran