alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Gejolak Harga Jelang Nataru

Mobile_AP_Rectangle 1

KENAIKAN harga bahan pokok, seperti cabai rawit, telur ayam ras, dan minyak goreng mulai dirasakan di pasar-pasar tradisional. Jelang Natal dan tahun baru (Nataru) rawan terjadi gejolak harga, terutama harga bahan pokok. Sudah menjadi tren tiap tahunnya bahwa setiap menjelang perayaan hari besar keagamaan terjadi peningkatan permintaan kebutuhan pokok hingga menyebabkan terjadinya kenaikan harga. Pada perayaan hari besar keagamaan masyarakat cenderung membelanjakan sejumlah uang untuk kebutuhan pokok lebih besar dari biasanya, sehingga menyebabkan kenaikan permintaan. Kenaikan permintaan yang tidak diikuti oleh kenaikan supply barang, dapat menyebabkan terjadinya kenaikan harga.

Kenaikan harga bukan hanya disebabkan oleh kenaikan permintaan, tetapi juga dapat disebabkan oleh hal-hal lain. Kenaikan harga bisa saja disebabkan oleh panjangnya jalur distribusi. Jalur distribusi yang terlalu panjang dan berjenjang menyebabkan harga-harga di tingkat konsumen akan semakin mahal. Selain itu, lancar atau tidaknya distribusi barang juga cukup berpengaruh pada kondisi harga di tingkat konsumen. Apalagi, di masa pandemi Covid-19 saat ini, pemberlakukan PPKM turut mempengaruhi kelancaran distribusi barang dan jasa.

Pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur turut serta memantau harga bahan pokok, baik makanan maupun non makanan. Pantauan harga tersebut dapat dilihat pada Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (SISKABERBAPO). Berdasarkan SISKABERBAPO Jawa Timur jelang Nataru, beberapa harga bahan pokok di Kabupaten Bondowoso yang terpantau melalui empat lokasi pasar tradisional, yaitu Pasar Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Prajekan, dan Pasar Wonosari, mengalami kenaikan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Harga cabai rawit mencapai kisaran harga Rp 65 ribu per kilogram. Jika dibandingkan dengan kondisi awal bulan Desember 2021, harga cabai rawit berada pada kisaran harga Rp 23 ribu per kilogram. Kenaikan permintaan yang tidak didukung oleh stok barang yang melimpah membuat harga tersebut naik. Stok barang yang ada bisa saja dipengaruhi oleh menurunnya produksi petani akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat akhir-akhir ini, sehingga hasil panen kurang optimal.

Sama halnya dengan harga telur ayam ras yang merangkak naik jelang Nataru. Harga telur ayam ras yang terapantau di empat lokasi pasar tradisional di Bondowoso naik dari kisaran harga Rp 21 ribu di awal bulan Desember 2021 menjadi kisaran harga Rp 24 ribu di minggu keempat jelang Natal dan tahun baru. Bahkan, telur ayam ras memberikan sumbangan/andil terbesar bagi inflasi Kabupaten Jember bulan November 2021, yaitu sebesar 0,1210 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,29 persen. Sedangkan secara keseluruhan inflasi bulan November 2021 di Kabupaten Jember sebesar 0,31 persen.

Di sisi lain, gejolak harga juga terjadi pada komoditas minyak goreng. Minyak goreng di Kabupaten Bondowoso mencapai kisaran harga Rp 34 ribu untuk kemasan 2 liter dan kisaran harga Rp 18 ribu per kilogram untuk minyak curah. Kondisi ini berlangsung mulai awal bulan November 2021 dan diprediksi akan terus meningkat hingga tahun depan. Sumbangan minyak goreng terhadap inflasi Jember bulan November 2021 terbesar kedua, yaitu sebesar 0,0864 persen. Tidak hanya di Kabupaten Bondowoso, kenaikan harga minyak goreng juga terjadi di seluruh pelosok negeri. Hal ini dikarenakan terjadi kenaikan harga bahan baku minyak Crude Palm Oil (CPO) secara global.

Saat ini, Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan penghitungan inflasi di 90 kabupaten/kota, di mana delapan di antaranya berada di Provinsi Jawa Timur. Kabupaten/kota tersebut antara lain, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Sumenep, Kota Kediri, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Madiun, dan Kota Surabaya. Sehingga, untuk penghitungan inflasi di Kabupaten Bondowoso menggunakan konsep sister city dengan Kabupaten Jember.

Inflasi itu sendiri merupakan persentase kenaikan harga sejumlah barang dan jasa yang secara umum dikonsumsi rumah tangga. Sedangkan penurunannya dikenal dengan sebuat deflasi. Perubahan harga tersebut tercakup dalam suatu indeks harga yang dikenal dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Index (CPI).

- Advertisement -

KENAIKAN harga bahan pokok, seperti cabai rawit, telur ayam ras, dan minyak goreng mulai dirasakan di pasar-pasar tradisional. Jelang Natal dan tahun baru (Nataru) rawan terjadi gejolak harga, terutama harga bahan pokok. Sudah menjadi tren tiap tahunnya bahwa setiap menjelang perayaan hari besar keagamaan terjadi peningkatan permintaan kebutuhan pokok hingga menyebabkan terjadinya kenaikan harga. Pada perayaan hari besar keagamaan masyarakat cenderung membelanjakan sejumlah uang untuk kebutuhan pokok lebih besar dari biasanya, sehingga menyebabkan kenaikan permintaan. Kenaikan permintaan yang tidak diikuti oleh kenaikan supply barang, dapat menyebabkan terjadinya kenaikan harga.

Kenaikan harga bukan hanya disebabkan oleh kenaikan permintaan, tetapi juga dapat disebabkan oleh hal-hal lain. Kenaikan harga bisa saja disebabkan oleh panjangnya jalur distribusi. Jalur distribusi yang terlalu panjang dan berjenjang menyebabkan harga-harga di tingkat konsumen akan semakin mahal. Selain itu, lancar atau tidaknya distribusi barang juga cukup berpengaruh pada kondisi harga di tingkat konsumen. Apalagi, di masa pandemi Covid-19 saat ini, pemberlakukan PPKM turut mempengaruhi kelancaran distribusi barang dan jasa.

Pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur turut serta memantau harga bahan pokok, baik makanan maupun non makanan. Pantauan harga tersebut dapat dilihat pada Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (SISKABERBAPO). Berdasarkan SISKABERBAPO Jawa Timur jelang Nataru, beberapa harga bahan pokok di Kabupaten Bondowoso yang terpantau melalui empat lokasi pasar tradisional, yaitu Pasar Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Prajekan, dan Pasar Wonosari, mengalami kenaikan.

Harga cabai rawit mencapai kisaran harga Rp 65 ribu per kilogram. Jika dibandingkan dengan kondisi awal bulan Desember 2021, harga cabai rawit berada pada kisaran harga Rp 23 ribu per kilogram. Kenaikan permintaan yang tidak didukung oleh stok barang yang melimpah membuat harga tersebut naik. Stok barang yang ada bisa saja dipengaruhi oleh menurunnya produksi petani akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat akhir-akhir ini, sehingga hasil panen kurang optimal.

Sama halnya dengan harga telur ayam ras yang merangkak naik jelang Nataru. Harga telur ayam ras yang terapantau di empat lokasi pasar tradisional di Bondowoso naik dari kisaran harga Rp 21 ribu di awal bulan Desember 2021 menjadi kisaran harga Rp 24 ribu di minggu keempat jelang Natal dan tahun baru. Bahkan, telur ayam ras memberikan sumbangan/andil terbesar bagi inflasi Kabupaten Jember bulan November 2021, yaitu sebesar 0,1210 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,29 persen. Sedangkan secara keseluruhan inflasi bulan November 2021 di Kabupaten Jember sebesar 0,31 persen.

Di sisi lain, gejolak harga juga terjadi pada komoditas minyak goreng. Minyak goreng di Kabupaten Bondowoso mencapai kisaran harga Rp 34 ribu untuk kemasan 2 liter dan kisaran harga Rp 18 ribu per kilogram untuk minyak curah. Kondisi ini berlangsung mulai awal bulan November 2021 dan diprediksi akan terus meningkat hingga tahun depan. Sumbangan minyak goreng terhadap inflasi Jember bulan November 2021 terbesar kedua, yaitu sebesar 0,0864 persen. Tidak hanya di Kabupaten Bondowoso, kenaikan harga minyak goreng juga terjadi di seluruh pelosok negeri. Hal ini dikarenakan terjadi kenaikan harga bahan baku minyak Crude Palm Oil (CPO) secara global.

Saat ini, Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan penghitungan inflasi di 90 kabupaten/kota, di mana delapan di antaranya berada di Provinsi Jawa Timur. Kabupaten/kota tersebut antara lain, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Sumenep, Kota Kediri, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Madiun, dan Kota Surabaya. Sehingga, untuk penghitungan inflasi di Kabupaten Bondowoso menggunakan konsep sister city dengan Kabupaten Jember.

Inflasi itu sendiri merupakan persentase kenaikan harga sejumlah barang dan jasa yang secara umum dikonsumsi rumah tangga. Sedangkan penurunannya dikenal dengan sebuat deflasi. Perubahan harga tersebut tercakup dalam suatu indeks harga yang dikenal dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Index (CPI).

KENAIKAN harga bahan pokok, seperti cabai rawit, telur ayam ras, dan minyak goreng mulai dirasakan di pasar-pasar tradisional. Jelang Natal dan tahun baru (Nataru) rawan terjadi gejolak harga, terutama harga bahan pokok. Sudah menjadi tren tiap tahunnya bahwa setiap menjelang perayaan hari besar keagamaan terjadi peningkatan permintaan kebutuhan pokok hingga menyebabkan terjadinya kenaikan harga. Pada perayaan hari besar keagamaan masyarakat cenderung membelanjakan sejumlah uang untuk kebutuhan pokok lebih besar dari biasanya, sehingga menyebabkan kenaikan permintaan. Kenaikan permintaan yang tidak diikuti oleh kenaikan supply barang, dapat menyebabkan terjadinya kenaikan harga.

Kenaikan harga bukan hanya disebabkan oleh kenaikan permintaan, tetapi juga dapat disebabkan oleh hal-hal lain. Kenaikan harga bisa saja disebabkan oleh panjangnya jalur distribusi. Jalur distribusi yang terlalu panjang dan berjenjang menyebabkan harga-harga di tingkat konsumen akan semakin mahal. Selain itu, lancar atau tidaknya distribusi barang juga cukup berpengaruh pada kondisi harga di tingkat konsumen. Apalagi, di masa pandemi Covid-19 saat ini, pemberlakukan PPKM turut mempengaruhi kelancaran distribusi barang dan jasa.

Pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur turut serta memantau harga bahan pokok, baik makanan maupun non makanan. Pantauan harga tersebut dapat dilihat pada Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (SISKABERBAPO). Berdasarkan SISKABERBAPO Jawa Timur jelang Nataru, beberapa harga bahan pokok di Kabupaten Bondowoso yang terpantau melalui empat lokasi pasar tradisional, yaitu Pasar Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Prajekan, dan Pasar Wonosari, mengalami kenaikan.

Harga cabai rawit mencapai kisaran harga Rp 65 ribu per kilogram. Jika dibandingkan dengan kondisi awal bulan Desember 2021, harga cabai rawit berada pada kisaran harga Rp 23 ribu per kilogram. Kenaikan permintaan yang tidak didukung oleh stok barang yang melimpah membuat harga tersebut naik. Stok barang yang ada bisa saja dipengaruhi oleh menurunnya produksi petani akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat akhir-akhir ini, sehingga hasil panen kurang optimal.

Sama halnya dengan harga telur ayam ras yang merangkak naik jelang Nataru. Harga telur ayam ras yang terapantau di empat lokasi pasar tradisional di Bondowoso naik dari kisaran harga Rp 21 ribu di awal bulan Desember 2021 menjadi kisaran harga Rp 24 ribu di minggu keempat jelang Natal dan tahun baru. Bahkan, telur ayam ras memberikan sumbangan/andil terbesar bagi inflasi Kabupaten Jember bulan November 2021, yaitu sebesar 0,1210 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,29 persen. Sedangkan secara keseluruhan inflasi bulan November 2021 di Kabupaten Jember sebesar 0,31 persen.

Di sisi lain, gejolak harga juga terjadi pada komoditas minyak goreng. Minyak goreng di Kabupaten Bondowoso mencapai kisaran harga Rp 34 ribu untuk kemasan 2 liter dan kisaran harga Rp 18 ribu per kilogram untuk minyak curah. Kondisi ini berlangsung mulai awal bulan November 2021 dan diprediksi akan terus meningkat hingga tahun depan. Sumbangan minyak goreng terhadap inflasi Jember bulan November 2021 terbesar kedua, yaitu sebesar 0,0864 persen. Tidak hanya di Kabupaten Bondowoso, kenaikan harga minyak goreng juga terjadi di seluruh pelosok negeri. Hal ini dikarenakan terjadi kenaikan harga bahan baku minyak Crude Palm Oil (CPO) secara global.

Saat ini, Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan penghitungan inflasi di 90 kabupaten/kota, di mana delapan di antaranya berada di Provinsi Jawa Timur. Kabupaten/kota tersebut antara lain, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Sumenep, Kota Kediri, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Madiun, dan Kota Surabaya. Sehingga, untuk penghitungan inflasi di Kabupaten Bondowoso menggunakan konsep sister city dengan Kabupaten Jember.

Inflasi itu sendiri merupakan persentase kenaikan harga sejumlah barang dan jasa yang secara umum dikonsumsi rumah tangga. Sedangkan penurunannya dikenal dengan sebuat deflasi. Perubahan harga tersebut tercakup dalam suatu indeks harga yang dikenal dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Index (CPI).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/