alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Idul Fitri di Tengah Bayang-Bayang Omicron

Mobile_AP_Rectangle 1

Nilai-Nilai Perayaan Idul Fitri

Pemerintah mengizinkan mudik Lebaran dengan syarat sudah vaksin booster. Kebijakan ini disambut gembira oleh sebagian besar masyarakat Indonesia dan juga masyarakat kabupaten Jember yang mayoritas penduduknya memeluk Agama Islam. Para perantau rela bermacet-macetan mengeluarkan biaya lebih untuk menjalani rutinitas mudik tahunan. Beratnya tantangan dan perjuangan yang dihadapi para pemudik, tidak pernah menyurutkan niat dan kemauan untuk mudik.

Kegiatan mudik dan berkunjung (silaturahmi antar keluarga) merupakan tradisi masyarakat yang perlu terus dilestarikan. Mudik dan berkunjung memiliki sisi positif. Di antaranya dalam menjaga tali silaturahmi dengan orang tua dan keluarga, meningkatkan kepekaan sosial, menciptakan dan menjaga kebersamaan dan persatuan bagi warga yang berasal dari daerah yang sama. Dari sisi perekonomian, pemudik yang membawa uang dalam jumlah cukup banyak secara tak langsung mendorong perekonomian kampung. Pada aspek sosial, pemudik memberi sedekah, zakat fitrah dan zakat harta (mal) kepada keluarga dan penduduk di kampung sendiri. Saat kembali ke perantauan para pemudik belanja oleh-oleh khas daerah untuk dibawa pulang hal ini dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat lokal.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

Kewaspadaan Perayaan Idul Fitri

Saat mudik dan berkunjung/silaturahmi memiliki risiko menularkan penyakit yang saat ini masih perlu diwaspadai yaitu d iantaranya risiko penularan Omicron. Budaya bersalaman merupakan salah satu media penularan melalui tangan. Selain itu, adanya kebiasaan makan bersama dan saling bercerita merupakan salah satu media penularan Omicron. Hal ini perlu diwaspadai mengingat Kabupaten Jember memiliki riwayat peningkatan jumlah penderita Covid-19 pada bulan Juli tahun 2021 yang drastis sehingga beberapa rumah sakit di wilayah Jember overload pasien Covid-19. Kewaspadaan pasca Idul Fitri juga perlu diperhatikan karena di Kabupaten Jember memiliki jumlah pendatang yang cukup besar terutama mahasiswa dan pelajar dari berbagai daerah di luar Kabupaten Jember. Tingginya pendatang ini dikarenakan terdapat 4 Perguruan tinggi negeri, 18 perguruan tinggi swasta dan 611 pondok pesantren yang tersebar diseluruh wilayah Jember.

 

Perilaku Masyarakat yang Perlu Dilakukan

- Advertisement -

Nilai-Nilai Perayaan Idul Fitri

Pemerintah mengizinkan mudik Lebaran dengan syarat sudah vaksin booster. Kebijakan ini disambut gembira oleh sebagian besar masyarakat Indonesia dan juga masyarakat kabupaten Jember yang mayoritas penduduknya memeluk Agama Islam. Para perantau rela bermacet-macetan mengeluarkan biaya lebih untuk menjalani rutinitas mudik tahunan. Beratnya tantangan dan perjuangan yang dihadapi para pemudik, tidak pernah menyurutkan niat dan kemauan untuk mudik.

Kegiatan mudik dan berkunjung (silaturahmi antar keluarga) merupakan tradisi masyarakat yang perlu terus dilestarikan. Mudik dan berkunjung memiliki sisi positif. Di antaranya dalam menjaga tali silaturahmi dengan orang tua dan keluarga, meningkatkan kepekaan sosial, menciptakan dan menjaga kebersamaan dan persatuan bagi warga yang berasal dari daerah yang sama. Dari sisi perekonomian, pemudik yang membawa uang dalam jumlah cukup banyak secara tak langsung mendorong perekonomian kampung. Pada aspek sosial, pemudik memberi sedekah, zakat fitrah dan zakat harta (mal) kepada keluarga dan penduduk di kampung sendiri. Saat kembali ke perantauan para pemudik belanja oleh-oleh khas daerah untuk dibawa pulang hal ini dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat lokal.

 

Kewaspadaan Perayaan Idul Fitri

Saat mudik dan berkunjung/silaturahmi memiliki risiko menularkan penyakit yang saat ini masih perlu diwaspadai yaitu d iantaranya risiko penularan Omicron. Budaya bersalaman merupakan salah satu media penularan melalui tangan. Selain itu, adanya kebiasaan makan bersama dan saling bercerita merupakan salah satu media penularan Omicron. Hal ini perlu diwaspadai mengingat Kabupaten Jember memiliki riwayat peningkatan jumlah penderita Covid-19 pada bulan Juli tahun 2021 yang drastis sehingga beberapa rumah sakit di wilayah Jember overload pasien Covid-19. Kewaspadaan pasca Idul Fitri juga perlu diperhatikan karena di Kabupaten Jember memiliki jumlah pendatang yang cukup besar terutama mahasiswa dan pelajar dari berbagai daerah di luar Kabupaten Jember. Tingginya pendatang ini dikarenakan terdapat 4 Perguruan tinggi negeri, 18 perguruan tinggi swasta dan 611 pondok pesantren yang tersebar diseluruh wilayah Jember.

 

Perilaku Masyarakat yang Perlu Dilakukan

Nilai-Nilai Perayaan Idul Fitri

Pemerintah mengizinkan mudik Lebaran dengan syarat sudah vaksin booster. Kebijakan ini disambut gembira oleh sebagian besar masyarakat Indonesia dan juga masyarakat kabupaten Jember yang mayoritas penduduknya memeluk Agama Islam. Para perantau rela bermacet-macetan mengeluarkan biaya lebih untuk menjalani rutinitas mudik tahunan. Beratnya tantangan dan perjuangan yang dihadapi para pemudik, tidak pernah menyurutkan niat dan kemauan untuk mudik.

Kegiatan mudik dan berkunjung (silaturahmi antar keluarga) merupakan tradisi masyarakat yang perlu terus dilestarikan. Mudik dan berkunjung memiliki sisi positif. Di antaranya dalam menjaga tali silaturahmi dengan orang tua dan keluarga, meningkatkan kepekaan sosial, menciptakan dan menjaga kebersamaan dan persatuan bagi warga yang berasal dari daerah yang sama. Dari sisi perekonomian, pemudik yang membawa uang dalam jumlah cukup banyak secara tak langsung mendorong perekonomian kampung. Pada aspek sosial, pemudik memberi sedekah, zakat fitrah dan zakat harta (mal) kepada keluarga dan penduduk di kampung sendiri. Saat kembali ke perantauan para pemudik belanja oleh-oleh khas daerah untuk dibawa pulang hal ini dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat lokal.

 

Kewaspadaan Perayaan Idul Fitri

Saat mudik dan berkunjung/silaturahmi memiliki risiko menularkan penyakit yang saat ini masih perlu diwaspadai yaitu d iantaranya risiko penularan Omicron. Budaya bersalaman merupakan salah satu media penularan melalui tangan. Selain itu, adanya kebiasaan makan bersama dan saling bercerita merupakan salah satu media penularan Omicron. Hal ini perlu diwaspadai mengingat Kabupaten Jember memiliki riwayat peningkatan jumlah penderita Covid-19 pada bulan Juli tahun 2021 yang drastis sehingga beberapa rumah sakit di wilayah Jember overload pasien Covid-19. Kewaspadaan pasca Idul Fitri juga perlu diperhatikan karena di Kabupaten Jember memiliki jumlah pendatang yang cukup besar terutama mahasiswa dan pelajar dari berbagai daerah di luar Kabupaten Jember. Tingginya pendatang ini dikarenakan terdapat 4 Perguruan tinggi negeri, 18 perguruan tinggi swasta dan 611 pondok pesantren yang tersebar diseluruh wilayah Jember.

 

Perilaku Masyarakat yang Perlu Dilakukan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/