22.9 C
Jember
Tuesday, 7 February 2023

Gelar Sarjana dan Kompetensi Dunia Kerja

Mobile_AP_Rectangle 1

Fenomena lapangan kerja yang menjadi lumrah padahal tidak seharusnya adalah ketika kesarjanaan tidak sesuai dengan kompetensi yang di inginkan tempat kerja. Lamaran berlembar-lembar telah dikirim, namun tidak ada satu pun yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan perusahaan. Padahal sekarang ini pasar global menyerbu pertiwi. Persaingan global di depan mata dan hal tersebut bukan hanya mimpi, tetapi nyata kehidupan persaingan.

Perkembangan terbaru dunia pendidikan sesuai kebijakan Menristekdikti berusaha menjawab realitas kerja dengan adanya Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Ada hal yang sangat menarik terhadap program tersebut, yaitu industri tidak perlu risau lagi terhadap ketidaksesuaian kemampuan sarjana dengan kebutuhan perusahaan. Kebijakan Merdeka Belajar yang diusung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan tertuang dalam Rencana Strategis 2020–2024.

Selama ini kekhawatiran bahwa kesarjanaan hanyalah sebuah formalitas yang dibangun dengan waktu yang lama untuk mendapatkan Ijazah. Padahal perubahan konteks Industri sekarang sudah pada era 4.0 dan Society 5.0 saat ini. Perusahaan memiliki permintaan yang meningkat akan tenaga kerja yang lebih berkualitas, lebih mengeksplorasi, dan memanfaatkan penggunaan teknologi dalam operasi mereka.

Mobile_AP_Rectangle 2

Arah pendidikan sekarang bertujuan untuk memulai perubahan paradigma pendidikan tinggi agar lebih otonom dengan kultur pembelajaran yang inovatif. Perguruan tinggi akan memiliki proses pembelajaran yang semakin fleksibel dan bebas untuk melakukan inovasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi (Renstra Menristekdikti 2020-2024).

- Advertisement -

Fenomena lapangan kerja yang menjadi lumrah padahal tidak seharusnya adalah ketika kesarjanaan tidak sesuai dengan kompetensi yang di inginkan tempat kerja. Lamaran berlembar-lembar telah dikirim, namun tidak ada satu pun yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan perusahaan. Padahal sekarang ini pasar global menyerbu pertiwi. Persaingan global di depan mata dan hal tersebut bukan hanya mimpi, tetapi nyata kehidupan persaingan.

Perkembangan terbaru dunia pendidikan sesuai kebijakan Menristekdikti berusaha menjawab realitas kerja dengan adanya Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Ada hal yang sangat menarik terhadap program tersebut, yaitu industri tidak perlu risau lagi terhadap ketidaksesuaian kemampuan sarjana dengan kebutuhan perusahaan. Kebijakan Merdeka Belajar yang diusung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan tertuang dalam Rencana Strategis 2020–2024.

Selama ini kekhawatiran bahwa kesarjanaan hanyalah sebuah formalitas yang dibangun dengan waktu yang lama untuk mendapatkan Ijazah. Padahal perubahan konteks Industri sekarang sudah pada era 4.0 dan Society 5.0 saat ini. Perusahaan memiliki permintaan yang meningkat akan tenaga kerja yang lebih berkualitas, lebih mengeksplorasi, dan memanfaatkan penggunaan teknologi dalam operasi mereka.

Arah pendidikan sekarang bertujuan untuk memulai perubahan paradigma pendidikan tinggi agar lebih otonom dengan kultur pembelajaran yang inovatif. Perguruan tinggi akan memiliki proses pembelajaran yang semakin fleksibel dan bebas untuk melakukan inovasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi (Renstra Menristekdikti 2020-2024).

Fenomena lapangan kerja yang menjadi lumrah padahal tidak seharusnya adalah ketika kesarjanaan tidak sesuai dengan kompetensi yang di inginkan tempat kerja. Lamaran berlembar-lembar telah dikirim, namun tidak ada satu pun yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan perusahaan. Padahal sekarang ini pasar global menyerbu pertiwi. Persaingan global di depan mata dan hal tersebut bukan hanya mimpi, tetapi nyata kehidupan persaingan.

Perkembangan terbaru dunia pendidikan sesuai kebijakan Menristekdikti berusaha menjawab realitas kerja dengan adanya Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Ada hal yang sangat menarik terhadap program tersebut, yaitu industri tidak perlu risau lagi terhadap ketidaksesuaian kemampuan sarjana dengan kebutuhan perusahaan. Kebijakan Merdeka Belajar yang diusung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan tertuang dalam Rencana Strategis 2020–2024.

Selama ini kekhawatiran bahwa kesarjanaan hanyalah sebuah formalitas yang dibangun dengan waktu yang lama untuk mendapatkan Ijazah. Padahal perubahan konteks Industri sekarang sudah pada era 4.0 dan Society 5.0 saat ini. Perusahaan memiliki permintaan yang meningkat akan tenaga kerja yang lebih berkualitas, lebih mengeksplorasi, dan memanfaatkan penggunaan teknologi dalam operasi mereka.

Arah pendidikan sekarang bertujuan untuk memulai perubahan paradigma pendidikan tinggi agar lebih otonom dengan kultur pembelajaran yang inovatif. Perguruan tinggi akan memiliki proses pembelajaran yang semakin fleksibel dan bebas untuk melakukan inovasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi (Renstra Menristekdikti 2020-2024).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca